"Mungkin kau tidak akan pernah mengerti inoue".Ya itu adalah kata-kata terakhir yang diucapkan miu sebelum akhirnya ia memutuskan untuk terjun dari atap gedung sekolah ini.Saat aku mengingat-ingat
kejadian itu, selalu saja dadaku terasa sesak hingga aku hampir tak bisa bernapas."Konoha kau tak apa?" kata kak touko sambil berlari menuju kearahku."Kalau saja bukan aku yang memenangkan kontes itu...
Mungkin miu tidak akan..."kataku sambil memegang dadaku yang terasa sesak."Maaf ini salahku"kata kak Touko."Tidak,ini semua salahku.Aku hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya Campanella harapkan.Tapi,sampai sekarang aku masih belum tahu apa itu"kataku.Sambil berkata seperti itu aku memukul dindung dengan tanganku."Sial!!"kataku dalam hati.Dengan rasa bersalah dan hampir jatuh, kak Touko memegang tanganku agar aku tidak jatuh pingsan."Hanya ada satu orang yang bisa menjawab ini"kata kak Touko.Aku yang pada saat itu hampir jatuh langsung menoleh kearah kak Touko dengan tatapan keingin tahuanku akan jawaban untuk pertanyaanku.Aku tak begitu mengerti apa sebenarnya yang Campanella harapkan.
"Kau harus menghadapi kenyataan ini konoha" kata kak touko."Kenyataan"kataku.Oh iya, kenyataan lah yang bisa menjawab semua itu.
"Tenang, kau yang sekarang pasti akan bisa menghadapi ini semua" kata kak Touko sambil tersenyum menyemangatiku.Lalu kami berdua meninggalkan sekolah itu.Kak touko pulang kerumahnya, sedangkan aku masih mempunyai urusan dirumah sakit, aku ingin memastikan keadaan Miu.
Saat dirumah sakit, aku berdiri di depan pintu kamar dimana Miu dirawat.Dan kemudian aku membuka pintunya dan masuk kedalam.Didalam ruangan aku tidak melihat ada seorang pun disana.Aku hanya melihat sebuah buku yang tergeletak di atas kasur tempat Miu.Ketika aku ingin mengambilnya, tanpa ku sadari ada seseorang masuk.
"Kau"katanya."Dia...diakan ibunya Miu,"kataku dalam hati."Kenapa kau ada disini!,"katanya sambil mendekatiku."A...anu"kataku sambil mundur beberapa langkah ke belakang."Gara-gara kau...gara-gara kau Miu melakukan semua ini, dulu kau itu anak yang baik,tapi kenapa kau melakukan hal sekeji ini pada putriku.neneknya memarahiku karena hal ini, dan suamiku menyerahkan Miu padaku.dasar kau...kau memang sampah"kata ibu Miu sambil memarahiku.tiba-tiba sebuah kanvas kaca jatuh."Inoue bukan sampah!".ah itu Miu."Inoue bukan sampah,"sambil terjatuh dari tongkatnya.saat aku mendekati Miu, tanpa kusadari sebuah pecahan kaca sudah berada ditangan Miu dan diarahkan kelehernya."jangan,Miu"kata ibunya."enyah kau sekarang!...cepat keluar dari sini"kata Miu mengancam.karena ibu Miu tak mau terjadi apa-apa dia langsung keluar dari ruangan.
Saat aku ingin memegang pundak miu.Dia menangkis tanganku dan berkata "Inoue... Apa kau tidak tahu, aku ini sangat membencimu.semua kata-kataku selama ini adalah bohong" kata Miu."Apa? apa yang dimaksud Miu?"kataku dalam hati."Jadi kumohon, tolong tinggalkan aku sendiri" kata miu.Aku langsung meninggalkanya, aku masih saja terbayang-bayang apa yang di ucapkan miu barusan.Sampai Nanase memanggil namaku, aku menghiraukannya begitu saja.
Aku berjalan menuju perlintasan kereta dan berhenti di sana dengan wajah yang depresi.Saat kereta sudah melintas, kulihat di ujung perlintasan kak Touko memanggil namaku.Lalu dia berlari kearahku."Konoha, kau tak apa-apa?" kata kak Touko.tapi aku membalasnya hanya dengan menggelengkan kepalaku dengan mata yang depresi dan hampir menangis
Lalu kami berjalan pulang bersama dan dia menyemangatiku kembali dengan kata-katanya."saat kau sedang depresi seperti ini,sebaiknya kau memikirkan hal-hal yang menyenangkan inoue.misalnya...seorang senior di kejuaraan berenang mengikuti acara lompat galah atau saat kau memasuki tahum ajaran baru dan ternyata semua muridnya adalah panda.memang kedengaranya itu bukan hal yang realistis,tapi itu lucu."kata kak Touko panjang lebar menyemangatiku.Aku hanya terdiam sambil berjalan di sampingnya."Ah mungkin yang paling aku suka adalah seorang presen-"kata kak Touko berhenti ditengah-tengah ceritanya."Kak Touko, itu semua... Semua ceritamu itu.itu cerita yang aku buat untukmu kan ?"tanyaku."hmph...itu semua adalah cerita yang kau buat untukku.aku tidak akan pernah melupakan semua cerita yang telah kau buat untukku .bahkan untuk selamanya."katanya sambil tersenyum.jadi,dia masih mengingat ceritaku hah.hari mulai malam, dan cuaca semakin dingin."hatcuhh...., sepertinya malam ini akan turun salju.padahal hari sabtu aku masih ada ujian"kata kak Touko sambil mempercepat langkahnya."hah, hari sabtu bukanya itu besok"kataku."setelah hari jum'at pasti hari sabtu Konoha"kata kak Touko.Aku langsung melepas syal dan sarung tangan yang kupakai dan memakaikanya pada kak Touko."hah...hangat" kata kak Touko.Dia langsung berlari dan menunjuk arah rumahnya.Aku teringat akan sesuatu yang ingin aku berikan pada kak Touko.aku lagsung membuka tasku dan memberikan sesuatu kepada kak Touko." ini...ini adalah pulpen keberuntunganku.jadi kuharap kau menerimanya.dengan begitu,mungkin kau akan mendapatkan keberuntungan saat ujian nanti"kataku."Terima kasih konoha, tolong doakan aku ya"kata kak Touko sambil tersenyum.Aku pasti akan selalu mendoakanmu kak Aouko.semoga dia bisa lulus di ujiannya kali ini dan bisa mendaftar di universitas yang dia cita-citakan.
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment