The Gray Life
"Akan lebih baik menjadi pemain dibandingkan menjadi penonton".Itu adalah sebagian besar kata-kata yang bisa aku ucapkan.Tapi itu juga bagaikan kenyataan dalam hidupku.sampai saat ini pun, aku masih belum mengerti tentang hal-hal seperti itu.
Namaku togashi, umurku 17 tahun dan bersekolah di salah satu SMA yang tidak begitu jauh dari rumahku.Kedengaranya, aku seperti sudah dewasa ya.Tapi sampai saat ini aku belum merasakan apa itu yang namanya CINTA.Itu mungkin karena aku jarang berbicara dengan orang lain.Aku hanya akan berbicara pada saat aku mau bicara.Terdengar seperti aku ini sangat bodoh ya.padahal aku juga ingin menjadi seperti orang lain yang bisa jatuh cinta,merasakan kasih sayang dan yang lainnya.Tapi aku sadar, aku bukanlah orang lain.Ya, inilah aku.Aku tak akan merubah diriku untuk menjadi seperti orang lain.Its My Life And Its My Self.
"Yo, pagi".Ada seseorang yang menyapaku dari salah satu kursi di belakang tempat duduku."Oh kau sudah datang rupanya, biasanya kau selalu saja datang terlambat.apakah ada sesuatu yang membuatmu berangakat sepagi ini"kataku.Seorang murid lelaki dengan rambut bergelombang berwarna hitam,dengan matanya yang seperti...ya bisa dibilang kurang tidur,duduk dibalakang kursiku.Dia adalah salah satu temanku.Aku berteman denganya karena pertemuan tak sengaja saat kelas 10 lalu.Kalian tahu apa yang membuat kami berteman saat itu.Mungkin kalian akan sangat tercengang dengan ceritaku ini. Dulu(saat kelas 10) aku adalah penggemar animasi 2D dari jepang yang biasa disebut anime.Aku berpikir kalau aku saja yang menyenangi hobi ini.Karena mungkin orang-orang akan berpikir seperti "haha...kau itu sudah besar.kenapa kau masih saja menonton kartun seperti ini".Akhirnya aku hanya menutupi hobiku ini sampai beberapa bulan.Satu-persatu murid lelaki di kelasku mendadak berkurang (pindah,menikah,dan mungkin mereka mencari pekerjaan untuk menghidupi diri mereka masing-masing).hanya menyisahkan lima orang lelaki dan perempuan yang masih tetap.
Saat itu, hanya ada tiga murid lelaki dan juga seluruh perempuan yang mengikuti pelajaran(termasuk aku).Saat istirahat, salah seorang dibelakangku membuka hpnya dan menonton sesuatu.Aku mencoba berbaur dengannya dan aku mencoba untuk melihat apa yang sedang dia tonton."Hey, kau sedang menonton apa?"kataku menyapa.Saat aku melihat layar hpnya, sebuah animasi 2D buatan jepang ini sedang ditontonya."Ah,ini...ini adalah salah satu hobiku.aku suka menonton anime.memangnya kenapa?"katanya."Aku juga suka menonton anime!" kataku bersemangat."Benarkah?berapa banyak anime yang sudah kau tonton?"tanyanya."A-aku tidak tau sih.mungkin 10"jawabku.
"Oh ya, siapa namamu?"katanya."Aku Togashi, kalu kau?"tanyaku."aku Kojiro".Saat itulah kami akhirnya berteman hingga sekarang ini.
"Aku mempunyai sebuah pekerjaan rumah yang belum aku selesaikan.jadi...boleh ya aku meminjam buku punyamu"katanya memohon agar aku memberikan bukuku."Ah...lagi-lagi kau belum menyelesaikan pekerjaan rumahmu.memang kau kemana saja sampai tidak sempat mengerjakanya"kataku."Aku selalu sibuk setiap hari"kata kojiro."Sibuk? sibuk apa?"tanyaku."Aku sibuk tidur"katanya."Hmm... Ya sudah ini aku pinjamkan bukuku, tapi lain kali kau harus mengerjakanya sendiri ya"kataku sambil memasang muka cemberut."Ya, ya.lain kali aku akan mengerjakanya sendiri"katanya.Aku langsung membuka tasku dan mengambil buku yang kupunya.Kemudian aku memberikan buku yang ingin Kojiro pinjam.Aku menutup tasku dan kemudian menoleh lagi ke kojiro.Tiba-tiba tanpa kusadari seorang perempuan dengan rambut lurus sebahu berwarna hitam dan wajahnya yang lumayan cantik(walaupun aku tak begitu mengerti yang seperti itu,)duduk di samping kojiro dan berkata "Togashiii~~Pagi!".sontak itu membuatku kaget."Waa...S-siapa kau?"kataku.Saat aku bertanya seperti itu, dia menggembungkan pipinya."Togashi, kau jahat.masa kau tidak mengenalku sama sekali"kata perempuan itu.Aku mengingat-ingat kembali siapa perempuan itu."Ah...aku tahu!"kataku.Kulihat wajah perempuan itu seperti ingin mengetahui jawabanku."Kau...kau Cihiro kan"kataku.Setelah aku melihat perempuan itu, dia menggembungkan pipinya lebih besar dari sebelumya."Aku Nanase, Nanase! Masa kau tidak ingat"kata perempuan itu."Nanase?"kataku dalam hati.Sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana ya."Oh...Nanase? Ya Nanase" kataku ."Hmm...kau sebenarya tidak ingat aku kan"kata perempuan bernama Nanase ini."Tidak"jawabku singkat."Akh...kau jahat sekali Togashi.kau bahkan tidak mengingatku, padahal baru kemarin kita berkenalan.Ituloh dilapangan sepak bola"kata Nanase."Sepak bola, Oo... Ya kau kan perempuan yang membantuku merapikan bola yang berserakan kemarin"kataku."Nah...kau sudah ingat sekarang"kata Nanase."Waa...siapa dia?"kata kojiro yang baru sadar kalau disebelahnya ada seorang perempuan."Oh dia hanya boneka yang kubawa dari rumahku"kataku."eh benarkah, boneka ini terlihat seperti asli."kata kojiro sambil mencubit pipi Nanase."Aw...sakit tau"teriak nanase sambil menepis tangan kojiro yang mencubit pipinya."Wa...bonekanya bisa bicara"kata kojiro dengan tatapan kagum."Ini adalah boneka buatan terbaru.dan boneka ini hanya ada satu-satunya didunia ini "kataku."Eh benarkah!"kata Kojiro.Kemudian Nanase menoleh kearah Kojiro dengan tatapan yang tajam."Ke-kenapa bonekanya menoleh kearahku dengan tatapan seperti itu"kata Kojiro."Waaa!!!"teriak nanase kearah Kojiro."Waaaaa..."teriak Kojiro dengan ekspresi kagetnya."Memangnya kau dari tadi kemana?dia sudah duduk disampingmu sedari tadi"kataku."Si-siapa dia?"kata Kojiro sambil ketakutan."Masa perempuan cantik seperti ini di anggap boneka.kau juga jahat togashi, kau menyebutku boneka yang kau bawa dari rumahmu" kata nanase dengan nada marahnya."Ya..ya..maaf.Dia adalah nanase"kataku.kemudian mereka berdua saling memperkenalkan diri mereka masing-masing.
"Jadi, kau mau apa datang kesini?"tanyaku."aku mau pinjam pensil, boleh?soalnya pensil milikku sudah pendek dan tak bisa digunakan lagi"kata Nanase."Aku cuma punya satu pensil.dan itupun satu-satunya."kata Kojiro."Ga ada yang nanya kamu maaf ya" Kata Nanase."Waa...sadis juga nih perempuan!"kata Kojiro."Apa?kamu tadi bilang aku perempuan sadis! Rasakan ini!" kata Nanase sambil memukul Kojiro hingga pingsan.Waa...hebat juga tenaga perempuan ini.Bisa membuat temanku yang bernama Kojiro ini pingsan."Ada, kebetulan tadi pagi aku bari membelinya jadi masih baru dan masih panjang"kataku."Panjang??"kata nanase sambil berpikir.tunggu dulu,tadi aku barusan bilang apa?panjang??.Sialan ini pasti akan membuatnya salah paham dengan perkataanku."Kau tidak berpikiran yang tidak-tidak kan?"tanyaku untuk menghentikan salah paham ini."Tidak kok.memangnya aku harus mikir apa?hmm..."kata Nanase dengan senyuman yang tidak biasa."Oo...jadi punyamu masih panjang?!" teriak nanase didalam kelas.
Seketika seluruh mata menuju kearahku dan membuat semuanya salah paham terhadapku."Maksudnya pensil...maksudnya pensil punyaku panjang. Pensil"kataku sambil memegang pensil ditanganku dan menunjukannya."Oh..."kata semua orang bersamaan."A-apa-apaan kau?"kataku sambil melirik tajam kearah nanase."Haha... Lucu juga reaksimu ya.jadi,dimana pensilnya"kata Nanase meledekku."Ini"kataku sambil memberikan pensil yang ingin dipinjam Nanase.Dan kemudian dia kembali ketempat duduknya.Tak selang beberapa lama bel kelas berbunyi tanda masuk kelas.Tapi kulihat Kojiro masih pingsan di tempat duduknya karena dipukul oleh Nanase tadi."Oi...Kojiro...bangun...bel masuk sudah berbunyi loh" kataku membangunkan Kojiro.Dia langsung terbangun dari pingsanya."Ah!dimana ini?siapa kau?"tanyanya kebingungan."Aku adalah cyborg togashi.kau sudah pingsan selama sepuluh ribu tahun"kataku."apa?!aku sudah pingsan selama itu. Ibu, ayah maafkan anakmu ini yang tidak bisa membahagiakan kalian berdua.dan sekarang aku sedang bersama cyborg Togashi"katanya sambil mengepalkan tanganya di depan dadanya."Oi..."kataku sambil menepak pundak Kojiro."Waa....sekarang cyborg togashi menepuk pundakku. Ibu, aya-"kata Kojiro."Sudahlah ,guru sudah datang tuh"kataku."Apa dia juga cyborg?"katanya."Aku juga tidak tau, tanya saja sendiri"kataku.Seorang guru memasuki kelas dan duduk dikursinya."Anu... Apa kau cyborg juga!"kata kojiro dengan lantang dan sambil berdiri."Cyborg?apa yang kau maksud kojiro, apa ada masalah?"kata guru tersebut.hebat juga temanku yang satu ini, dia bahkan bisa mengatakan itu dengan lantang dan berani.Aku hanya bisa menahan tawaku saat dia mengatakan itu."Ah...tidak, hanya..."kata Kojiro sambil menatap tajam kearahku."To...ga...shi...!"kata Kojiro sambil duduk kembali."Ah maaf.hahaha...kau...berani juga kau kau bertanya seperti itu, padahal aku cuma bercanda"kataku sambil menahan tawaku.
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment