Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Monday, 6 January 2020
Reboot : Megurine Luka
Bintang selalu bersinar terang.Bahkan bintang tak akan meninggalkan tempatnya.Dia akan membentuk pola yang menakjubkan bagi siapa saja yang melihatnya.Bahkan walaupun waktu terus berlalu, bintang akan selalu berada ditempatnya.
Sore itu, disebuah bantaran sungai kami bertiga berjanji untuk bertemu.Matahari senja tenggelam ditelan malam.Samune berlari kearah kami membawa sesuatu ditangannya.Dia mengulurkan kedua tangannya dan sebuah bungkus berbentuk persegi terlihat.
"Apa ini, Samune?" Kataku.
"Ini... Untuk kalian berdua, sahabatku tercinta"
Dia memberikan bungkus berbentuk persegi itu pada kami berdua dan masing-masing dari kami mendapatkan satu.Entah apa yang ada didalamnya aku belum mengetahuinya dengan pasti.
"Terimakasih Samune" kata hatsune.
"Hmph.Bukalah.Kalian pasti akan menyukainya"
Kami membuka bungkus persegi itu dan didalamnya sebuah liontin kecil berbentuk bintang keemasan terlihat.Liontin Berbentuk bintang.
"Liontin?" Aku bertanya heran.
"Liontin ini adalah lambang untuk kita bertiga, suatu saat kita pasti tidak akan bisa selalu bersama seperti halnya sekarang bukan? Pasti suatu saat kita akan menjalani hidup kita masing-masing bukan? Maka dari itu, kuberikan liontin ini pada kalian dan masing-masing dari kita akan menyimpannya satu.Jika suatu saat kita berada ditempat jauh, dimana pun kita berada, dan kapan pun itu, maka kita akan selalu mengingat persahabatan kita lewat liontin ini, begitulah.Jadi aku mau kita menyimpan liontin ini baik-baik" kata samune.
"Samune...Kau... Baiklah aku berjanji aku pasti, pasti akan menyimpan liontin ini sebaik mungkin dan aku akan selalu mengingat kalian berdua juga persahabatan kita untuk selama-lamanya" Kata Hatsune.
"Ya, aku juga" kataku.
"Oh ya, satu hal lagi, apa kalian tahu kenapa kalian kuberikan liontin berbentuk bintang ini?" kata samune
"Kenapa?" kataku.
"Angkatlah liontin kalian keatas arah Utara"kata samune sambil mengangkat liontin nya keatas.Aku dan hatsune mengangkat liontin kami mengikuti samune.
"Lihatlah kelangit diatas sana, apakah kalian bisa melihatnya, tiga bintang yang membentuk segitiga itu? Itulah yang dinamakan bintang segitiga musim panas.masing-masing bintang itu akan mewakili kita, jadi kita akan selalu mengingat satu sama lain ketika melihat bintang itu dimusim panas"
"Hmph" kataku dan hatsune.
Setelah itu, hari-hari kami begitu penuh dengan kebahagiaan dan canda tawa.Aku tahu, walaupun kami masih berada di sekolah dasar tapi persahabatan kami akan terus hingga selamanya.Hingga suatu waktu di terik musim panas itu, kami memutuskan untuk membeli eskrim.
"Ahhh panas sekali, hei lihat ada penjual eskrim" kataku.
"Baiklah, ayo kita beli, aku ingin rasa melon" saut hatsune.
"Aku coklat" kata samune.
"Kalau aku stroberi" kataku.
Setelah kami membeli eskrim, sambil berjalan pulang kami mengobrol sepanjang jalan. Dan tanpa kusadari aku menanyakan sesuatu yang aneh pada Hatsune.
"Hei Hatsune, kudengar kau menyukai lelaki dari kelas sebelah ya" kataku.
Beberapa orang kadang kudengar mereka selalu membicarakan Hatsune yang menyukai seorang anak lelaki dikelas sebelah.Aku tak tahu pasti tentang kejelasan dan kebenaran akan hal itu.Jadi kutanyakan saja langsung padanya.
"M-mana mungkin," kata hatsune.
"Sudahlah, kau tidak boleh berbohong Hatsune, aku sudah tahu dari raut wajahmu itu" kataku sambil mendorong pundak hatsune.
Otomatis, eskrim yang dipegang yang hatsune terlempar dan hancur menghantam tanah.Setelah eskrim itu menghantam tanah, aku melihat ekspresi wajah Hatsune terlihat agak kesal padaku.Aku benar-benar tidak bermaksud membuat eskrim itu jatuh.Sungguh.
"Sudah kubilang, aku tidak menyukainya, kau... benar-benar menyebalkan."
"Eh?!, Hatsune..." Aku tersentak.
"Dasar! Menyebalkan"
Hatsune mendorong bahuku hingga eskrim yang kupeganpun ikut jatuh ketanah.Eh?! Kenapa dia mendorongku.Padahal aku hanya bertanya padanya.Kenapa dia terlihat sangat kesal padaku.
"Apa-apaan kau Hatsune?! Aku kan hanya bertanya, apa kau ingin bertengkar hah?!" Aku dan hatsune bertengkar dipinggir jalan menuju arah jalan pulang.
"Seharusnya kau tidak pernah bertanya hal-hal seperti itu megurine! Itu benar-benar menyebalkan kau tahu!"
Samune hanya bisa menatap kami yang sedang bertengkar dia ingin mencoba melerai kami berdua, aku tak menyadari, liontin yang kupakai terlepas dari tasku dan terjatuh ketengah jalan.Bahkan aku tak mempedulikan apa yang ada disekitarku sekarang.
Dan kemudian...
"SAMUNE!!!" Teriak hatsune.
Hatsune berteriak dihadapanku setelah aku mendengar sebuah dentuman dari mobil truk menghantam sesuatu di belakangku.Hatsune berlari ketengah jalan.Saat aku menoleh, tubuh samune terbaring di sana dengan darah yang mengalir disekeliling tubuhnya.
Ini tak mungkin, iya kan? Ini pasti tidak mungkin terjadi kan? Bagaimana bisa.Ini hanya imajinasiku saja kan? Hei jawab aku.Kumohon.
Dan setelah itu semuanya telah berakhir.
Saat pemakan samune, Aku hanya bisa berdiri di sana.Ya.Disana. Tanpa sedikitpun kesedihan di wajahku sama sekali.Entah apa yang sekarang sedang aku rasakan, tapi yang pasti, aku sama sekali tidak bisa mengeluarkan air mataku setetes pun.Walau, hati ini terasa sakit ketika mengetahui samune pergi begitu cepat meninggalkan kami.
"Salahmu..." kata Hatsune yang berada di sampingku.
Eh?! Apa yang dikatakan Hatsune padaku barusan.
"INI SEMUA SALAHMU, MEGURINE!!!" Teriak hatsune dalam tangis kepadaku yang berdiri tepat di sampingnya.
Eh?!
"Andai saja... Andai saja kau tidak bertanya hal-hal seperti itu dan membuatku kesal, pasti samune masih hidup! Hiks hiks" kata hatsune sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Semua ini... Salahku? Samune meninggal gara-gara aku.Kenapa aku? Jadi, akulah penyebab semua kejadian ini.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa aku...
Aku berbalik dan berlari menuju suatu tempat dimana tak ada seorangpun di sana.Itu di bantaran sungai tempat waktu kami berjanji untuk berkumpul.Air mataku mulai menetes membasahi pipiku.Dan entah kenapa rasa bersalah itu terus terngiang dalam kepalaku, berputar-putar dan membuat kepalaku sakit.
"Ini semua salahku... Samune... meninggal karena ulahku...Kenapa...Aku... AAAAAAAAAAAAAA!!!......" aku bergumam lalu berteriak kencang.
Hari itu, sepulang sekolah, kupikir itu adalah hari yang cerah, tapi ternyata hujan mulai turun didaerahku.Ah.Aku lupa membawa payungku karena aku tak tahu hari ini akan turun hujan.Jika saja aku tahu pasti sudah kubawa.
Aku terpaksa menunggu hujan ini hingga berhenti didekat pintu keluar.Sebuah tatapan menatap tajam ke arahku.Itu Hatsune.Ah siapa itu? Teman baru yah? Hatsune menatapku layaknya orang asing.Dia terus berjalan bersama temannya dan tak sedetikpun menoleh kebelakang sambil terus mengabaikanku.Sepertinya Hatsune membenciku.
Aku menundukkan kepalaku sambil terus menatap ujung jari-jemari kakiku.Aku mencoba untuk kuat.Hatsune mengabaikan ku.Karena tragedi itu, sepertinya dia tidak bisa memaafkanku.
Aku semakin merasa bersalah, semakin hari rasa bersalah ini terus bertambah dan bertambah.Aku langsung berlari menerobos hujan yang sedang turun.Sepanjang perjalanan air mataku mengalir bercampur dengan air hujan yang mengguyur tubuhku.Pikiranku menghitam, dan terus dibayangi rasa bersalah tak berkesudahan.
10 tahun berlalu semenjak kejadian itu, kini aku adalah siswa sekolah menengah atas.Aku tidak pernah bertemu dengan hatsune lagi.Tak pernah sekalipun.Selama ini aku terus berpikir, bahwa Hatsune pasti sangat membenciku.Aku terus memikirkannya.Tragedi itu masih kuingat jelas dan tertanam dalam kepalaku begitu juga rasa bersalah tak berkesudahan itu.Bahkan, hingga saat ini, rasa bersalah itu masih terus mengahntui pikiranku.Tapi aku mencoba menenangkan pikiranku.Itu semua karena diriku dan ulahku.Semenjak kejadian itu, hatsune selalu mengabaikanku dan menganggapku sebagai orang asing.Aku Benar-benar merasakan sangat bersalah padanya.
Aku melihat sebuah papan klub.Disana tertulis "Klub astronomi pencari bintang musim panas.Ini terlihat menarik bagiku, dan lagipula aku belum bergabung dengan klub manapun disekolah ini.Jika aku bisa bergabung dengan klub ini,Aku yakin, pasti, suatu saat aku akan bisa melihat dengan jelas ketiga bintang itu.Bintang-bintang itu benar-benar mengingatkanku pada samune begitupula hatsune.Aku berjalan sepanjang koridor mencari ruang Klub astronomi pencari bintang musim panas berada.Aku akan bergabung dengan klub itu.Tak lama, sebuah papan ruangan menunjukan dimana klub itu berada.Aku mencoba membuka pintunya.
"Sreekkk"
Aku membuka pintu ruang klub itu, dan... Seorang perempuan sedang berdiri didekat jendela menatap langit sendirian. Saat dia menoleh kearahku, aku menatap orang itu.Wajah itu, rambut berwarna hijau itu, dan liontin berbentuk bintang itu, aku mengenalnya.Itu Hatsune.
Saat dia menatapku, aku langsung berlari secepat yang aku bisa dari sana.
Kenapa Hatsune ada di sana? Bukankah dia membenciku.Dia pasti tidak akan pernah memaafkanku atas kejadian tragedi waktu itu.
Saat aku berlari, sebuah tangan meraih tanganku dan menghentikan langkahku. Siapa? Tangan siapa ini?Aku menoleh kebelakang. Dan di sana Hatsune berdiri sambil memegang tanganku.
"Megurine... Maafkan aku... Kumohon maafkan aku...hiks hiks"Kata Hatsune sambil menangis dihadapanku.
Eh? Maaf? Kenapa dia meminta maaf padaku.Bukankah yang seharusnya meminta maaf adalah aku.
"Kumohon.Maafkan aku... Selama ini.Selama ini aku selalu saja mengabaikan dan selalu menganggapmu orang asing bagiku.Aku hanya bisa menyakiti diriku sendiri dan juga menyakitimu juga Samune.Akulah yang terlalu naif dan bodoh.Kali ini aku menyadari, Tragedi yang menimpa samune... Itu semua adalah kesalahanku.Saat itu aku sama sekali tak bisa mengendalikan diriku.Aku benar-benar minta maaf megurine... Kumohon... Maafkan aku... Hiks hiks Megurine..." Kata hatsune terjatuh berlutut dihadapanku sambil menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya.
Air mataku mulai mengalir menuruni pipiku.
"Hatsune...Aku...Aku juga minta maaf padamu"
Dan begitulah cara kami untuk bersatu kembali menjadi sahabat seperti halnya dahulu.Dan aku yakin, samune dialam sana pasti senang melihatku dan hatsune bersama lagi.Setelah itu, kami berdua pergi ke suatu tempat guna melihat bintang segitiga musim panas.
"Lihat, itu dia, bintang segitiga musim panas. Indah bukan"kata Hatsune.
"Haaa... Indahnya..."
Indahnya... Bintang-bintang itu bersinar sangat terang dan terlihat dengan jelas dengan mataku.Bintang-bintang itu masih sama seperti yang dulu.Bahkan polanya masih persis dan tak ada perubahan sedikitpun.Sama seperti halnya persahabatan kami bertiga, walaupun samune sudah tiada, aku yakin dia pasti merasa senang karena aku dan Hatsune bersama lagi.
"Oh ya, bukankan waktu kecil kita pernah diberitahu oleh samune, bahwa, ketiga bintang itu masing-masing mewakili kita bertiga bukan"tanya Hatsune padaku.
"Hmph.Ya.Bintang-bintang itu akan selalu mengingatkan kita pada samune.Aku yakin, sekarang pasti dia sedang melihat kita di suatu tempat.Apa kau masih menyimpan liontin bintang itu?"
"Ya, tentu saja aku masih menyimpannya, ini sudah menjadi harta paling berharga milikku sendiri.Karena liontin ini adalah pemberian dari samune langsung pada kita dan sebagai lambang persahabatan kita bertiga.Walaupun... sekarang kita tidak lagi bertiga seperti dulu" kata Hatsune.
"Hei, mau mengucapkan selamat tinggal pada samune?" Tanyaku.
"Eh?!, Y-ya"
"Baiklah.Kalau begitu kita ucapkan bersamaan ya."
"Hmph." Hatsune mengangguk pelan.
"1....2....3"
"SELAMAT TINGGALL SAMUNEEEEE!!!" Teriakku dan hatsune bersamaan.
"Terima kasih banyak...Selamat tinggal."
"Eh?!"
Sebuah suara terdengar jelas tepat berada dibelakang kami berdua.Itu... seperti suara samune.Walaupun kami tak bersamanya lagi, tapi aku masih dengan sangat jelas mengingat suaranya.Dan saat kami menoleh kebelakang kami, tidak ada siapapun disana.Begitulah persahabatan kami, walaupun samune tidak bersama kami lagi, tapi di akan terus hidup dalam hati kami.Aku juga hatsune akan selalu mengingatnya untuk selama-lamanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment