Tuesday, 27 June 2017

Novel Aku Dan Gadis Sastra Bagian 4

     Pagi haripun tiba, aku bangun dari tidurku dan melihat jam wekerku yang kusimpan diatas meja tempat tidurku, disitu kulihat waktu menunjukan pukul 10 pagi.Aku
membuka kain penutup jendelaku dan menemukan bahwa hari ini adalah musim dingin.Semuanya memutih tertumpuk oleh salju yang berjatuhan.Aku ingat hari ini Kak Touko sedang ujian, apa dia baik-baik saja ya.
     Kulihat sebuah peta alam semesta yang miu buat denganku tergeletak diatas meja.Dulu aku pernah berjanji pada miu, kalau aku akan selalu bersamanya.dan karena itu, kami berdua membuat peta ini.jadi...walaupun kami terpisah jauh, jika kami mengikuti peta ini.Kami berdua akan bertemu.dan diujung peta ini adalah awal dari kereta galactic yaitu sekolah SMP ku.Dan karena itu, hari ini aku akan mencari kebenaran tentang apa harapan campanella yang sebenarnya.Aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke perpustakaan.Disana aku membaca sebuah buku novel karangan Miyazawa kenji.Wah, ternyata banyak juga karya dari Miyazawa kenji ini.Tapi, aku hanya membaca 'Malam di kereta galactic' saja.Saat ku coba membaca beberapa cerita didalamnya.aku sungguh terkejut"Apa ini!"kataku dalam hati.kenapa?kenapa novel ini sama seperti novel yang selalu Miu ceritakan kepadaku.Aku teringat akan sesuatu, dulu saat masih smp, aku ingin meminjam novel karangan Miyazawa kenji ini.Tapi Miu tidak memperbolehkannya.Dia hanya berkata kalau aku itu seperti anak kecil, jika aku membaca novel ini.Tapi kini aku tahu kenapa dia ketakutan saat aku ingin meminjam novel Miyazawa kenji ini."Miu...kenapa?kenapa kau menjiplak.bukankah kau ingin menjadi seorang penulis"kataku dalam hati.
     Tiba-tiba telepon yang kusimpan di kantongku berbunyi.Rupanya itu telepon dari Nanase.Aku langsung mengangkat telepon darinya takut ada sesuatu hal yang penting."ya"kataku."Inoue, Asakura menghilang dari kamarnya, dia bilang dia ingin pergi ke alam semesta"kata Nanase.Saat aku mendengar apa yang dikatakan Nanase aku langsung berlari dengan muka yang ketakutan.Aku takut apa yang ku khawatirkan benar-benar terjadi.Karena, aku takut kejadian masa lalu terulang untuk yang kedua kalinya.sesampainya di alam semesta (Sekolah SMPku), aku langsung berlari menuju atap gedung sekolah.Ternyata yang ku khawatirkan benar-benar terjadi.Saat ku membuka pintu atap gedung sekolah.Kulihat Miu sedang bersandar dipinggir pembatas dengan tongkatnya yang ditaruh disampingnya."Miu"kataku sambil mendekatinya perlahan dan aku berhenti saat ia mulai bicara."Didalam rumahku nenek,ayah dan ibuku saling membenci, dan aku hanya dijadikan tong sampah untuk emosi kotor mereka.jadi, aku hanya memikirkan hal yang hangat dan menyenagkan.setelah bertemu denganmu aku akhirnya paham.sebagus apapun cerita yang kubuat, itu semua hanya kebohongan belaka.karena yang membuat cerita itu adalah aku, yang jelek dan kotor.Aku memebencimu.tapi kau terus mengikutiku seperti anjing yang mengibaskan ekornya padaku.Inoue, apa kau sudah menerima surat tahun baru dariku?".tunggu dulu, surat tahun baru darinya?oh surat yang tidak bernama itu ya, yang ada Sebuah gambar iblis di belakangnya."ya...seperti itulah aku yang asli, seorang iblis jelek yang hanya bisa menjiplak hasil karya orang lain.saat hari itu...saat aku ingin mengikuti kontes itu, aku duduk didepan mejaku.tapi aku tak bisa menulis apapun.jadi, aku kirimkan naskah kosong dan berbohong padamu.awalnya ingin kurahasiakan darimu.hm...seorang bocah berumur 14 tahun ingin memenangkan kontes, tentu saja itu hal yang mustahil.tapi, saat aku mengetahui bahwa seseorang dengan nama Inoue Miu yang berumur 14 tahun menang.tch..."
    Miu... Kau... "Kau harus terus menjadi anjingku inoue!.yang hanya bisa kulakukan...yang hanya bisa kulakukan hanyalah melompat didepanmu.supaya kau sengsara! supaya kau tidak bisa melupakanku!.tapi, saat aku berada dirumah sakit, kau malah menjadi murid SMA normal.dan karena kau aku kehilangan segalanya.kau menghianatiku, kau melupakanku.itu sebabnya aku ingin balas dendam padamu."kata Miu
"Aku tidak pernah melupakanmu!!!"kataku sambil berteriak.aku perlahan mendekati Miu tapi dia malah semaki nekat."Kalau begitu, apa kau mau naik kereta itu bersamaku?selalu bersama...walaupun ke ujung alam semesta sekalipun.itulah...harapan Campanella"kata Miu.saat ku mendengar hal itu aku berjalan mendekati Miu dan menatap matanya."Baiklah, akan ikut.kemanapun"kataku sambil tersenyum.
     Lalu, Miu mengikatkan syal ditangan kami berdua.Dan setelah itu kami berjalan kepinggir pembatas."Inoue...kita akan selalu bersama kan?"kata Miu yang berdiri disampingku.jadi, ini kah harapan Campanella.ingin Giovanni, selalu bersamanya walaupun Giovanni sudah tiada.jadi, selama ini aku belum menyadari itu.tapi, sekarang aku tahu kalau Miu sebenarnya ingin selalu bersamaku."Ya, aku akan selalu bersamamu Miu"kataku."Kalau begitu...ayo"katanya sambil mencondongkan badannya kedepan guna jatuh dari atap gedung sekolah bersamaku.Saat aku mengikutinya, kudengar suara seseorang dari belakang pintu."Tunggu...Konoha!".dari balik pintu muncul seseorang.itu...itukan kak Touko.kenapa dia ada disini.bagaimana dia tahu kalau aku berada disini.aku melihat kak Touko berlari menuju kearahku."Konoha!" kata kak Touko sambil terjatuh."kau mau ikut denganku, kan"kata Miu."Konoha! Jangan!"kata kak Touko."Inoue?"kata Miu.Aku mengabaikan perkataan Miu.Karena memang saat itu aku terlalu fokus pada kak Touko.Saat ku melihat kak Touko jatuh, tiba-tiba tanganku seperti tertarik sesuatu.itu adalah Miu yang hendak terjun.Hampir aku terjun dari atap gedung sekolah ini bersama Miu.Aku menariknya dan menghalanginya dengan tubuhku di pinggir pembatas."Maaf.aku tak bisa"kataku sambil memeluknya.
     "Setelah ujian selesai, aku datang ketempat Nanase.Saat aku datang aku melihat Nanase sangat kebingungan dan memintaku menolong kau dan juga Asakura.Aku tahu, pasti kalian akan datang ketempat ini.karena memang kalian berdualah yang tahu tempat ini.tempat awal kereta galactic."kata kak Touko menjelaskan bagaimana dia bisa tahu aku dan Miu ada ditempat ini.jadi, itu semua dari Nanase hah.Terimakasih Nanase, kau sudah memberi tahu kak Touko.Terimakasih juga untuk kak Touko untung dia bisa tepat waktu.kalau tidak, mungkin aku sudah terjun dari atap gedung sekolah ini.kami bertiga akhirnya keluar dari gedung sekolah dan berdiri dipinggir jalan berharap ada taksi yang lewat.tak selang beberapa lama menunggu, sebuah taksi berhenti di ujung jalan.tapi,  sebuah kejadian tak terduga terjadi karena kelalaianku.Ah, aku sangat bodoh.Ini semua salahku, andai aku tak melepaskan tangan Miu.Ini semua pasti tak akan terjadi.Miu tiba-tiba berlari ketengah jalan dan dan sebuah truk menghantam tubuhnya.

No comments:

Post a Comment

Lari, Melos!

Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...