Sunday, 2 July 2017

Novel Aku Dan Gadis Sastra Bagian 5

     "Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu."Aaa...."kataku agar Miu membuka mulutnya lebar-lebar.Dia
lalu melahap makanan yang kuberikan."Akan lebih bagus kalau kita sekelas lagi ditahun keempat"Kata Miu.Inilah Miu yang sekarang, dia sekarang malah mengira dirinya menjadi murid kelas 3 SD.Aku beruntung masih bisa melihatnya.Karena pada saat kejadian itu, untung sang sopir tepat waktu mengerem mobilnya.Jadi, Miu tak terlalu keras tertabrak oleh mobil truk.Dan untung sekali, Salju pada saat itu juga sedang dalam keadaan tinggi dan tebal.Jadi, dapat meredam benturannya.Dan ajaibnya lagi, dia hanya luka ringan.Tapi, walupun luka ringan aku tetap mengkhawatirkannya.Setiap hari aku selalu menjenguknya sepulang sekolah hanya untuk merawatnya."Kita akan selalu bersama" kataku."Apa aku akan sembuh?"katanya sambil bertingkah seperti anak kecil."Jika kau mengikuti rehabilitasi dengan serius, maka kau akan cepat sembuh"Kataku."Tapi walau aku tak sembuh, aku hanya membutuhkan inoue saja, jika kau menjengukku dan bermain bersamaku.itu sudah membuatku senang"Kata Miu.
     Aku...maafkan aku Miu.Aku berjanji, aku pasti akan selalu bersamamu.tapi, jika aku ingin selalu bersamanya berarti...aku harus keluar dari klub agar aku bisa menjenguk Miu setiap hari.
     Siang itu, setelah pulang sekolah aku sudah membulatkan tekadku.Aku berdiri didepan pintu ruang klub sastra dan membukanya.Kulihat, seperti biasa disana ada kak Touko.Sedang duduk membaca sebuah buku dipojok ruangan dekat jendela dengan kedua kakinya yang diangkat keatas kursi.Aku tak punya pilihan lain, aku harus melakukan ini.Perlahan, aku mendekati kak Touko."Apa kau baik-baik saja?"kata kak Touko.Kemudian, aku merogoh saku celanaku lalu kukeluarkan sebuah surat pernyataan bahwa aku berhenti dari Klub Sastra dan memberikannya pada kak Touko.Saat aku memberikan surat itu, tiba-tiba wajah kak Touko terlihat tidak senang."Izinkan aku keluar dari klub"kataku."Apa...Aku boleh tau kenapa?"kata Kak touko dengan lembut."Aku tak bisa menulis cerita lagi.mengenai cemilanmu, aku...aku tak bisa tulis lagi!"kataku.Maafkan aku kak Touko, aku harus berkata seperti itu."Setelah dua tahun yang kau kembangkan ini,sekarang kau--"kata kak Touko berhenti ditengah perkataanya karena kupotong."Aku ingin selalu berada di samping miu.karena itu harapan Miu...Campanella.saat ini aku harus mengabulkan harapan yang satu ini"Kataku."Konoha..."kata kak Touko."Karena aku telah membuang cerita Miu, aku tak bisa menulis lagi.jadi, aku tak bisa menulis cerita lagi!"Kataku sedikit keras."Tapi, aku ingin membaca cerita-ceritamu Konoha"kata kak Touko sambil sedikit tersenyum padaku."Terima kasih banyak atas semuanya."kataku sambil berbalik badan dan meninggalkan ruangan."Konoha...aku akan selalu menunggumu, aku akan selalu menunggu ceritamu.pasti! akan ku tunggu!."kata kak Touko.Aku membuka pintu dan langsung keluar dari ruangan Klub Sastra.Sekali lagi, maafkan aku kak Touko.Aku mungkin sudah menyakiti perasaanmu dan aku sudah membentakmu.Tapi, cerita itu tak akan pernah ada lagi, tak akan pernah...
     Sepulang dari sekolah, aku kembali menjenguk Miu dirumah sakit.Saat berada dirumah sakit aku melihat Nanase."Inoue, kau tahu.besok lusa aku sudah bisa pulang kerumah.Inoue?"katanya."Ya, syukurlah."kataku dengan nada datar."Inoue?apa kau sedang ada masalah"kata Nanase sambil melihatku dengan wajah penasaran."Aku...baru saja keluar dari Klub sastra"kataku."Apa?bahkan...kak Touko... Apa aku boleh membantumu, mungkin aku bisa sedikit mengatasi masalahmu"kata Nanase."Terima kasih.aku akan baik-baik saja.sampai nanti"kataku sambil pergi meninggalkan Nanase.
    Aku melanjutkan perjalananku menuju kamar Miu.Aku membuka pintu dan mendapati Miu sedang duduk dikursi rodanya sambil menatap awan.Mengetahui kedatanganku, dia langsung menoleh kearahku."Kau lama sekali Konoha.Kau jahat"kata Miu."Maaf, tapi mulai sekarang kita akan selalu bersama."kataku sambil meletakan tasku."Benarkah? O ya, apa kau dengar cerita baru dariku?"kata Miu."Boleh"jawabku sambil duduk dikursi."Begini....disuatu negara ada seorang adik dan kakak.suatu hari, mereka menanam sebuah tomat.pada saat tomatnya tumbuh, buahnya berwarna kuning dan mereka berdua mengira itu adalah emas--"kata Miu."Miu, itu...bukan ceritamu.itu dari 'Yellow Tomatoes' karangan Miyazawa kenji"kataku."siapa itu?aku tidak mengenalnya.ini asli ceritaku"kata Miu."Miu..."kataku.Tiba-tiba pintu terbuka, dan disana berdiri Nanase dengan sebuah ember berisikan air.Dia lalu menyiramkanya pada Miu."Nanase..."kataku."Apa yang kau lakukan?"kata Miu.Nanase berjalan mendekati Miu dan menampar wajahnya.Miu langsung beranjak dari kursi rodanya"Sialan kau kucing garong!"kata Miu sambil memukul Nanase."Siapa yang kau sebut kucing?dasar kau kucing penipu bermulut besar!"Kata Nanase sambil membalas pukulan Miu."Nanase..."kataku.Saat aku ingin memisahkan mereka berdua, pundakku dipegang oleh seseorang dari belakang.Saat aku menoleh, Akutagawa sudah berdiri dibelakangku."Sudah, biarkan.Nanase melakukan ini untukmu.dia sudah siap dibenci olehmu.dia berpura-pura menjadi peran antagonis untuk menyelamatkanmu dari Asakura"kata Akutagawa.Saat aku menoleh lagi, kulihat Miu berdiri tanpa menggunakan tongkatnya.Apa?dia tak memakai tongkatnya."Untuk orang yang tidak bisa menggerakan tangan dan kakinya.bagaimana bisa dia  berpakaian rapih dan rambut yang wangi hah?semua kebohonganmu mudah sekali terbaca!"kata Nanase sambil menahan tangan Miu."Kau tidak tahu apa-apa.Inoue milikku selamanya"kata Miu sambil mendorongnya hinggal jatuh kelantai dengan keadaan berbaring dan Miu diatasnya.ini sudah keterlaluan, aku harus menghentikan mereka berdua.Tapi, saat aku hendak menghentikan mereka berdua, Akutagawa menahanku dan menghalanginya dengan tangannya seolah-olah dia ingin berkata jangan."Kenapa kau selalu menyakiti Inoue seperti ini, melompat dari atap gedung didepannya, melompat kearah truk yang sedang berjalan, dan sekarang kau berbohong agar dia lebih menderita!"kata Nanase sambil menahan tangan Miu yang pada saat itu berada diatas tubuhnya."Itu kulakukan agar dia tidak bisa melupakanku dan tidak pergi dariku!"kata Miu.Kulihat wajah Miu semakin ingin menangis.Dan benar saja, tak lama kemudian, Miu meneteskan air mata."Saat kau dirawat musim panas kemarin, aku sudah melihat semuanya.aku ingin memisahkan semua orang yang bersama Inoue, karena dia itu milikku.aku tak bisa gunakan kreativitasku, aku tak bisa uraikan scenario dunia yang indah!hanya ada hal kotor ditubuhku.kebahagiaan sebenarya sudah hilang dari hidupku.baik dunia ini maupun duniaku hanya ada hanyalah kegelapan dan kebusukan.jadi aku aku berpura-pura menjadi anak kecil.aku pura-pura menjadi diriku yang berjanji ingin pergi kealam semesta bersama.jika tumbuh besar, Inoue takkan mau pergi denganku lagi.itu sebabnya ku ingin terus seperti ini"kata Miu sambil meneteskan air matanya.
     Miu... Kau... "Kumohon! Jangan rampas Inoue dariku!"kata Miu sambil terduduk menutupi wajahnya dan menangis."Miu..."kataku sambil mendekati miu."Kalau begitu, dimana aku bisa menemukan kebahagiaan untukmu".Tiba-tiba ada suara seseorang.saat aku melihat ke arah pintu masuk, di sana ada kak Touko.Sedang tersenyum dengan seragam dan tasnya."Aku tidak bisa memperkenalkan diriku pada saat pertama kali bertemu diatap.tapi, kita pernah bicara sekali di telepon.itu...kau kan Miu."kata kak Touko.Apa?kalian pernah bicara lewat telepon?kapan itu?."Aku Amano Touko, kakak kelasnya Inoue konoha.seperti yang kau lihat, aku adalah gadis sastra.ayo kita cari tahu apa harapan campanella yang sebenarnya"kata kak Touko sambil menjulurkan tanganya dan tersenyum.

No comments:

Post a Comment

Lari, Melos!

Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...