Friday, 18 August 2017

Novel Aku Dan Gadis Sastra Bagian 6

      Sore itu langit berwarna jingga, dengan awannya yang mengepul seperti asap.Kak touko mengajak kami berempat, aku, Miu, Nanase, dan Akutagawa kesuatu tempat.Saat kami sudah sampai, Sebuah gedung
berbentuk seperti kubah berdiri kokoh dihadapan kami."Tempat ini..."kata Nanase."iya" kata Akutagawa.Aku tak tahu tempat apa ini, tapi mungkin kalau aku memasukinya aku akan tahu.Kami berempat memasuki gedung itu, dan didalamnya terlihat seperti gedung bioskop.Ada banyak kursi yang berjejer rapih, tapi benda besar apa itu yang berada didepan.Aku tak tahu benda apa itu sebenarnya, bentuknya menyerupai teropong.ya! Benda itu mirip Teropong bintang yang sangat besar.
     "silahkan kalian duduk dimanapun kalian mau"kata kak Touko.Kami berempat duduk di tempat duduk yang sudah disediakan.Lalu kak Touko berdiri didepan dan menatap kami dengan senyuman kecilnya.Aku melihat wajah Miu, dia hanya bisa tertunduk tanpa melihat kedepan sekalipun.Tiba-tiba suasana menjadi gelap.Sebuah proyeksi  malam di sebuah bukit pegunungan yang dipenuhi oleh ribuan bintang muncul di seluruh ruangan.Oh aku sekarang akhirnya tahu, benda apa itu.Jadi, itu benda yang membuat proyeksi ini hah."Ini adalah langit yang dapat dilihat dari dataran gunung daerah dimana katanya 'Malam di kereta Galactic' karya Miyazawa kenji lahir"kata kak Touko.Miu yang pada saat itu sedang tertunduk, tiba-tiba wajahnya terkejut dan melihat kearah depan guna melihat sesuatu yang kak Touko jelaskan.Dan begitu pula denganku, akupun menoleh kearah depan."Karakter utama dari 'Malam di Kereta Galactic' adalah Campanella dan Giovanni.bagi Giovanni, Campanella yang cerdas adalah orang yang mempesona dan sopan.seorang rekan yang mempunyai kehangatan, juga teman yang penting kemanapun mereka pergi."Kata kak Touko.Sebenarnya apa yang ingin kau katakan pada kami, kak Touko?.
  "Giovanni dan Campanella.hubungan mereka sangat mirip dengan tokoh Itsuki dan hatori dalam novel 'Sama Seperti Langit' karya Inoue Miu".Aku dan Miu hanya dapat membuka mata kami lebar-lebar tanpa mengedipkan mata kami karena terkejut.A-apa ini..."Gadis kelas 2 SMP, Itsuki.telah merusak teman masa kecilnya, Hatori.Impian Hatori adalah menjadi penulis, dan Itsuki mendukungnya.dia berkata 'Jika itu kau, pasti bisa menjadi penulis sungguhan'.tapi didunia nyata, Itsuki adalah laki-laki dan Hatori adalah perempuan.setelah itu, yang memenangkan debut mempesona sebagai penulis bukanlah Hatori, tetapi itsuki"kata kak Touko sambil berhenti sesaat.Miu kembali menundukan wajahnya."Miu, apa kau sudah membaca 'Sama Seperti Langit'?"tanya kak Touko kepada Miu.Miu hanya menganggukan kepalanya sambil tertunduk."Bagaimana menurutmu?"tanya sekali lagi kak Touko."Dimata Itsuki, Hatori itu kuat dan indah.dia berikan semua demi mimpinya.sangat berbeda dari diriku yang sebenarnya.itu yang dia rasakan mengenaiku.dimatanya, aku ini indah seperti malaikat.memikirkanya saja, membuat nafasku seperti berhenti.cerita Konoha terlalu indah untukku."Kata Miu.Miu...kau...apa?apa yang kau katakan barusan?.
     " tak kalah oleh hujan,tak kalah oleh angin,itulah yang sebanding dengan dirimu"kata kak touko.ah ini kan...."dengan tubuh yang kuat.tak terkekang hasrat.tak pernah kalah oleh amarah.mempererat kegembiraan yang berlimpah.saat musim kemarau, memberikan simpati.saat musim panas dingin, berjalan tanpa arah.dipanggil tolol oleh semua orang.tanpa dipuji.tanpa dicerca.orang seperti itulah, aku ingin menjadi."kata kak Touko sambil mengepalkan kedua tanganya didepan dada dan menutup kedua matanya.proyrksi yang dihasilkan semakin nyata, banyak sekali bintang yang berterbangan seperti kapas di sekitas kami dan seakan kami terhanyut kedalam ilusi optik yang begitu nyata."Miyazawa Kenji bagaikan orang suci yang bekerja keras demi penduduk desanya.kenyataanya dia sama sekali bukan orang yang bisa berinteraksi.hubungan dengan ayahnya sangat tidak baik.bahkan dia putuskan hubungannya dengan kakanya yang tercinta.saat hidupnya... status dirinya sebagai penulis tidak pernah diketahui.tetapi Kenji tetap mewujudkan impiannya.dia berharap, hari itu akan datang.hari dimana dia dapat menjadi orang yang dia inginkan."kata kak Touko.Aku hanya bisa terpelongo mendengar cerita dari kak Touko.Bagaimana?Bagaimaa dia tahu banyak hal tentang hal itu?.Oh iya, dia kan gadis sastra yang suka makan buku."Miu, kau ingin jadi seperti apa?"tanya kak Touko kepada Miu."Dulu, aku ingin menjadi orang yang membawa kehangatan dan kebahagian pada yang lain."jawab Miu."Oh.itu kebahagiaan sejatimu.itu harapan Campanella yang sebenarnya"kata kak Touko sambil tersenyum.Kami berempat memasang wajah terkejut, tentang apa yang dibicarakan kak Touko.Apa?.
      "Ibu dan ayahku tidak pernah bahagia.aku berpikir, 'bukankah lebih bagus kalau mereka bahagia?'.jadi... aku ingin menjadi penulis.tapi aku tak bisa.aku hanya tahu cara mencuri karya orang lain dan mengekang konoha.aku... hanya punya kebusukan dan kegelapan!"kata Miu sambil menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.lalu kak Touko berjalam kearah Miu."Apa sebenarnya kebahagiaan sejati itu? Sepertinya, semua orang menjadikan kebahagiaan sejati sebagai tujuan mereka.tapi...mereka akan berhenti ketika mereka merasa lelah.hanya karena itu, ada cerita-cerita yang sesungguhnya."kata kak Touko.hah...apa?cerita-cerita yang sesungguhnya?cerita seperti apa itu?.
    "Tapi, cerita itu tidak akan pernah kembali kepadaku."kata Miu sambil menutupi wajahnya."jika begitu, kau tetap bisa mencarinya sendiri.asalkan kau membalik halaman yang benar, mimpi semua orang bisa kau temukan."kata kak Touko.Miu hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tanganya saat kak Touko bercerita didepannya."jika kau kesepian, bacalah buku.apa yang orang itu pikirkan?apa yang orang itu coba sampaikan?.cobalah kau pikirkan itu.jika kau lakukan, mungkin kau akan mendapatkan inspirasi yang hebat.hei Miu, angkat kepalamu dan lihatlah kelangit, buku-buku dan imajinasi didunia ini tak terbatas seperti bintang."kata kak Touko.Sebuah proyeksi dari bintang-bintang bertaburan disekitar kami.Miu mengangkat kepalanya keatas dan terkejut.Apa...ini?."Konoha, kenapa kau memilih menulis 'Sama Seperti Langit'?.tolong beritahu, Konoha"tanya kak Touko.mmm...baikalah, aku akan memberi tahunya sekarang.
     "Ungkapan perasaanku kepada...Miu"kataku sambil tersenyum kearah Miu.Kulihat dia sangat terkejut mendengar ucapanku."Miu...kau selalu bilang padaku.'aku ingin lolos audisi agar namaku dicetak dimajalah'.disudut majalah yang kau menangkan...selama Inoue Miu ada, cukup sudah.jika kau berhasil menemukan nama ini...aku akan bilang, 'itu aku, bisa kau lihat novelku?'.hei Hatori, aku ingin menjadi pohon.Aku mencintaimu.aku sangat sangat mencintaimu...Hatori."kataku sambil tersenyum.Miu yang pada saat itu sedang menatap kearahku terkejut dan mengucurkan air matanya untuk yang kesekian kalinya.
    "Miu ...aku mencintaimu.aku menulis cerita itu untuk nyatakan itu padamu.kau sudah memberiku langit yang dipenuhi oleh impian.berkat kau, duniaku menjadi begitu indah.terima kasih sudah membuatku menjadi begitu bahagia"kataku sambil memegang kedua tangan Miu."Aku bahagia sekali, aku selalu ingin dengar itu dari seseorang.kau bahagia...kau bahagia karena aku.Konoha?"kata Miu."Ya"jawabku singkat."Maaf atas apa yang sudah aku lakukan.dan terima kasih banyak.kau sudah menulis novel untukku.aku pasti bisa berdiri sendiri.kau tak perlu khawatirkan aku lagi."kata Miu sambil tersenyum bahagia.Akhirnya...akhirnya aku bisa ungkapkan ini.terima kasih kak Touko.Berkat kau aku bisa mengungkapkanya.Proyeksi ribuan bintang dilangit menghilang dan kami kembali lagi ke dunia nyata.Tapi...dimana kak Touko? kemana dia pergi?.Aku dan yang lain melihat sekitar, tapi kami tak menemukan kak Touko."Kak touko..."kataku dalam hati.Aku langsung berlari keluar gedung guna mencari kak Touko.Kak Touko...kau kemana?.aku ingat, aku sudah keluar dari klub sastra.aku berhenti sejenak dan melihat sekitar tapi aku tak menemukanya.

No comments:

Post a Comment

Lari, Melos!

Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...