"Kak touko..."kataku dalam hati.Aku langsung berlari keluar gedung guna mencari kak Touko.Kak Touko...kau kemana?.aku ingat, aku sudah keluar dari klub sastra.aku berhenti sejenak dan melihat sekitar
tapi aku tak menemukanya.Saat aku berlari lagi "Inoue...".Ada seseorang memanggil namaku. Saat aku menoleh, Nanase sudah berdiri di belakangku."Akan kuberitahu dia.Aku ingin kembali ke Klub Sasta."kataku sambil berbalik dan berlari kembali."Kau tak usah memaksakan dirimu untuk menulis"kata Nanase.Aku berhenti lagi dari lariku."itulah...yang ingin kukatakan"kata Nanase."Aku ingin menulis."kataku sambil berlari kembali.Maafkan aku Nanase mungkin aku sudah menyakiti perasaanmu .tapi, kali ini aku ingin menulis lagi.Kak Touko...terima kasih untuk dua tahun yang kau berikan untukku di Klub Sastra ini.Kau selalu ada bersamaku kapanpun, saat bahagia, saat sedih, kau selalu bersamaku.Aku telah belajar banyak darimu, terima kasih kak Touko.Sebenarnya kemana dia pergi?.Oh aku ingat, jangan-jangan dia pergi ke hokkaido untuk melanjutkan sekolahnya disana.aku harus cepat ke stasiun.Karena jalanan licin karena habis terkena salju, sesekali aku terjatuh.Ah, akhirnya aku sudah sampai di stasuin.tapi dimana dia?.aku harus cepat, aku harus cepat.Saat aku menuruni anak tangga stasiun.kulihat kak Touko berdiri di tempat pemberhentian kereta."Kak Touko"kataku dan langsung berlari kearahnya."Kak Touko, kenapa kau pergi sendirian?"tanyaku sambil terengah-engah.
"Universitas sudah menerimaku.sudah kubilang kan.aku ini sangat kuat saat dibutuhkan."kata kak Touko sambil berjalan memutariku dengan kedua tanganya dipinggang."Kak Touko, biarkan aku mengambil surat pengunduran diriku.aku ingin masuk Klub Sastra lagi.meskipun kau sudah lulus, aku akan menjaga Klub Sastra itu.tolong kirimi aku alamatmu saat kau sudah menetap.akan kutulis untukmu, aku juga akan mengirim cemilanmu setiap hari.karena di Hokkaido, hanya butuh beberapa saat kalau lewat surat.aku pasti akan mengunjungimu saat libur musim panas."kataku panjang lebar.Tapi, kulihat kak Touko diam saja.lalu dia menoleh kearahku "Aku...tak bisa makan cemilanmu lagi."kata kak Touko. Apa?kau tidak bisa makan cemilanmu lagi?tapi kenapa?.Kulihat dari arah belakang kak Touko, sebuah kereta yang ingin dinaiki kak Touko sudah datang.
" 'Tapi... Apa kebahagian sejati itu?'tanya Giovanni.'Entahlah' jawab Campanella."kata kak Touko. Saat kereta berhenti kami berdua naik, kedalam kereta.Dan duduk di kursi dekat jendela."Itu, dari novel 'Bintang Elang Malam' karya Miyazawa Kenji."kata kak Touko sambil melihat keluar jendela.Diluar jendela ada sebuah bintang berwarna biru.'Tak lama setelah itu, elang malam tiba-tiba membuka matanya.lalu dia sadar tubuhnya telah berubah menjadi cahaya biru yang indah.terbakar dengan cepat... .Aku ingat semua cerita yang kau tulis untukku.dua tahun kebelakang, kau telah menjadi penulis pribadiku"kata kak Touko."Sudah?aku belum menyelesaikan ceritaku.tidak.takkan pernah selesai."kataku."Benar juga, ini bukan akhir.cerita sebenarnya baru saja dimulai.kau akan naik keretamu sendiri, memulai perjalanmu yang baru.kau akan memulai perjalanan yang baru, dikereta yang berbeda denganku.aku sangat menyukai Klub Sastra di sore hari.duduk didalam ruang yang dicat keemasan seperti madu.menunggu penuh harap akan ceritamumu.aku sangat menghargai hari-hari itu.aku sudah tahu hari ini akan datang, saat dimana aku tak bisa makan cemilanmu.karena aku tahu, seharusnya aku tak bergantung pada cerita itu.juga karena aku tahu kau punya kemampuan untuk menjadi penulis semua orang.jika aku terus makan ceritamu dan berada disisimu...pasti akan sangat indah."kata kak Touko panjang lebar."Tapi, aku masih ingin menjadi penulis pribadimu, boleh?"kataku.lalu kak Touko menghembuskan nafas seakan dia ingin bilang padaku tidak bisa."Kenapa?" teriakku."Karena aku sangat menyukai ceritamu, itu karena aku adalah gadis sastra"kata Kak Touko.Setelah mendengar jawaban darinya, aku hanya bisa terpelongo.Gadis sastra.Kata-kata itu, sama dengan kata-kata saat itu.Saat kami berdua bertemu.Dibawah cahaya pohon manglietia.Saat itulah aku dan Kak Touko bertemu.Saat kereta berhenti, aku turun dari kereta.Sedangkan Kak Touko harus melanjutkan perjalanannya menuju Hokkaido.
"Aku...bisa menulis karena kau ada disisiku"kataku sambil tersenyum kecil."Pastikan kau menjadi seorang penulis, Konoha.kupastikan aku akan membaca novelmu suatu hari nanti.itu harapanku" kata Kak Touko sambil tersenyum.Pasti ! Aku pasti akan menjadi seorang penulis.Setelah itu Kak Touko berjalan kearahku dan memasangkan syal miliknya dileherku.Saat dia berbalik dan hendak masuk kedalam kereta.Aku memegang tangannya dan...
Tanpa disadari, aku menciumnya.A-apa yang kulakukan.Kemudian Kak Touko masuk kedalam kereta dan melihatku dibalik kaca pintu gerbong kereta.Saat kereta mulai berjalan, aku mengikuti kereta.Semakin lama kereta semakin cepat.Aku berlari dan berlari tapi aku tak dapat mengejarnya."Kak Touko !" teriakku dengan keras sambil berhenti berlari.Kak Touko kau sudah mengubah hidupku.Dulu aku sudah tidak ingin menulis lagi dan aku terus memakai topeng.Tapi, saat aku bertemu denganmu, perlahan aku mulai bisa melepaskan topeng itu.Harapan Kak Touko.Pasti ! Akan kupastikan aku menjadi seorang penulis.Jadi jangan lupa untuk membaca novelku.Sekali lagi aku ucapkan terima kasih untuk dua tahun ini.
Hari-hari berlalu, setiap hari.Setiap pulang sekolang.aku selalu datang ke klub sastra.masih teringat jelas di pikiranku.Dia selalu ada disana.Duduk dikursinya dengan kakinya yang naik keatas kursi dan sinar matahari senja yang masuk kedalam ruangan klub layaknya seperti tuangan madu.
Kenapa? Kenapa aku menulis lagi? Itu karena...dibawah pohon manglietia itu.Aku bertemu denganya.
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment