"Ahh~~~, Aku ingin membaca apa yang ditulis didalam surat itu.Itu adalah hasil jerih payah Konoha selama tiga hari memutar otak !"Kata Kak Touko.
Aku melihat Kak Touko, dengan
tangan yang memeluk kakinya yang menekuk diatas kursi.Dia memandang kearahku, telingaku mulai terasa panas.Ini buruk, dia melihat kearahku lagi.
"Aku tak bisa melakukan itu, bila aku membiarkan Kak Touko melihatnya, kau akan melihat surat itu seperti makanan yang lezat.Dan semua itu akan mulai masuk kedalam perutmu".
Aku sengaja mengatakan itu dengan nada mengejek.Lalu, Kak Touko mulai jengkel dan memanyunkan dagunya.
"Hei, Aku tidak akan tergoda untuk memakannya".
Kemudian dia menaruh pipinya diatas lututnya dan mulai sungguh-sungguh dengan ekspresi jengkelnya.Rambut kepangnya yang panjang, seperti kepangan dari perancis, perlahan mulai turun dari pundaknya yang ramping.
"Tapi, surat cinta boleh juga.Mereka pasti terasa sangat manis.Jadi, itu sangat menggoda untuk yang melihatnya.Hei, apa menurutmu itu hampir sama enaknya dengan semua cerita yang ada didunia ini, Konoha ?"kata Kak Touko sambil melihat kearahku.
"Mana aku tahu...."kataku dengan ekspresi datar.
Kak Touko perlahan tersenyum.
"Aku ingin surat itu akan menjadi surat yang dikirimkan oleh kekasihku, dengan perasaan yang tulus dan bersungguh-sungguh.Dia meletakkan semua perasaannya kepadaku didalamnya.Di dunia ini, surat itu khusus hanya untukku, dan hanya untukku saja.Itu akan menjadi hal paling berharga yang aku punya".
Setelah dia mengatakan itu, rasa malu berubah menjadi senyum kebahagiaan.Itu terlihat diwajah Kak Touko.
"Tapi, jika kebenarannya seperti itu, aku mungkin akan menjadikan surat itu sebagai harta paling berharga yang aku miliki dan aku tidak akan berani memakannya.Hmm... Ini sungguh sebuah dilema.Aku mempunyai makanan paling enak didunia, dan sekarang itu ada dihadapanku, tapi aku masih belum bisa memakannya.Betapa menyakitkannya"kata Kak Touko.
Kak Touko sepertinya merasa terganggu dengan kemungkinan itu.Dia menekan dahinya dengan menggunakan jarinya, dan dia menunjukan ekspresi rasa sakitnya diwajahnya.Aku tak bisa membantunya.Tapi, aku hanya tertawa dengan keras.
"Itu tak akan pernah terjadi, Kak Touko. Dimalam kau mendapatkan surat cinta, lalu kau menerimanya.Tapi kau sangat tergoda oleh surat itu.Dan kemudian, kau akan memakan semuannya ditempat.Aku bersedia taruhan satu set komplit dari Natsume Souseki untuk ini"kataku.
"Ah~~~~ sangat jahat ! Kau sangat jahat ! Kau tidak mempedulikan perasaanku".Kak Touko dengan ekspresi kesalnya duduk diatas kursi, dan punggungnya menghadapku.
"Fuuu~~~~.Lain kali aku akan menulis namamu seribu kali didalam buku catatan, kemudian aku akan menyobek halaman perhalaman dan memakan semua sobekan itu kedalam perutku.Semoga itu akan membawa kesialan untukmu"kata Kak Touko sambil marah.
"Itu kelakuan yang sangat tidak dewasa.Kak Touko"kataku.
Dihari berkutnya, saat jam makan siang.Takeda, dengan langkah kakinya yang gembira datang kekelasku.
"Apa Kak Konoha ada disini ?".
Saat mengatakan itu, keributan mulai terjadi dikelasku.
"Ah, Kak Konoha !".
Takeda melambaikan tangannya padaku.Dan sekarang perhatian semua orang tertuju padaku.
"Takeda, ikut aku sebentar".
Aku dengan cepat berjalan kekoridor dan berbelok menuruni tangga.Setelah dia tiba, aku bertanya ada apa ?, dan dia menjawabku dengan gembira ---
"Hari ini, ketika aku berangkat kesekolah.Aku menunggu Kak Shuuji dijalan.Aku memberikan surat cinta yang kau buat untukku padanya" kata Takeda.
"Oh, cepatnya"kataku.
Dia benar-benar merubah pikirannya menjadi sebuah tindakan dengan cepat.Aku, disisi lain tidak bisa berbuat yang sama; aku sangat terkesan saat dia mengambil tindakan dengan segera.
"Saat itu, jantungku serasa ingin berhenti.Aku berkata pada Kak Shuuji 'Tolong baca ini' sambil memberikan suratku padanya.Dan kemudian aku langsung berlari pergi.Setelah itu, pikiranku menjadi terganggu --- saat jam pagi dimulai, aku tidak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh temanku atau guruku.Aku hanya bisa berpikir 'Harusnya Kak Shuuji sudah membaca suratku sekarang, lalu apa pendapatnya ?' "kata Takeda.
"Lalu kenapa ?" kataku.
Aku tak bisa menolong.Aku hanya bisa menggenggam kedua telapak tangannku yang berkeringat.
"Saat jam istirahat, Dadaku terasa berat, dan aku tidak bisa memakan makan siangku.Jadi, aku pergi keklub memanah.Kak Shuuji ada disana, dan..."kata Takeda sambil berhenti sejenak.
"Dan ?".
Takeda menjadi sangat senang, dan wajahnya mulai memerah.Dia menunjukan tanda kemenangannya padaku.
"Dia sangat senang dan berterima kasih padaku atas surat yang aku berikan padanya ! Dia berkata walaupun dia tidak bisa menerima langsung pengakuanku, kita akan mencoba menjadi adik dan kakak kelas" [Catatan : Memulai pertemanan].
"Bukankah itu sangat bagus ?"kataku.
Keadaanku hampir sama dengan Takeda ; jantungku juga serasa ingin berhenti.
"Ya, Kak Shuuji bilang dia tidak pernah mendapat surat cinta semanis itu, aku sangat berterima kasih padamu Kak Konoha. Dengan kemampuanmu, tidak diragukan lagi kalau kau adalah pemenang dari kontes menulis cerita cinta xyz !"kata Takeda.
"Hahaha, itu hanya tulisan asal-asalan yang kubuat saat jam makan siang"kataku.
"Tidak, setelah Kak Shuuji membaca surat itu, dia terlihat lebih bersemangat.Jadi, aku berjanji padanya bahwa aku akan menulis surat cinta setiap hari untuknya"kata Takeda.
"Apa ?".Aku tersentak.
Menulis surat cinta setiap hari...?
"Kak Konoha. Aku sangat mengandalkanmu untuk hal ini.Kau bisa menulis banyak surat cinta yang sangat luar biasa pada saat jam makan siang, ini tidak akan menjadi masalah buatmu kan ?"
Dia dengan kesungguhannya dan nada kepercayaannya terhadapku, menggenggam tanganku dengan kedua tangannya.
Dihari berikutnya, setelah jam pelajaran pertama selesai.Takeda datang lagi kekelasku.
"Selamat pagi, Kak Konoha. Kak Shuuji sangat menyukai surat yang kemarin.Kak Konoha sangat luar biasa ; kau sangat cerdas ! Kau pasti akan menjadi penulis terkenal suatu hari nanti" kata Takeda.
"Ha...Haha...terimakasih.Ini surat untuk hari ini"kataku sambil memberikan suratnya.
"Wah, terimakasih.Setelah ini aku ada pelajaran matematika.Aku akan mencoba menemukan waktu yang tepat untuk memberikan surat ini.Aku harap Kak Shuuji akan menyukainya"kata Takeda.
"Yeah..."senyumku menjadi terasa berat.
Kak Touko tertawa terbahak-bahak saat mendengar cerita dariku dan dia berkata bahwa aku sendirilah yang menyebabkan semua ini.
"Jadi, pada akhirnya kau menepempel pada Takeda, benar ? Apa kau itu mister sastra ?".
Dengan kakinya yang menekuk diatas kursi, Kak Touko memegang sebuah buku yang lumayan tebal dengan satu tangannya.Pupil matanya yang terlihat jelas, melihat kearahku.Ditangannya, ada sebuah buku dengan judul 'The Great Gatsby' karya Scott Fitzgerald dari Amerika.
"Kau tahu, bukankah kau sendiri yang mengancamku untuk membantu Takeda ? Dan lagi, bukankah kau yang memasang kotak surat aneh dihalaman belakang sekolah ?"kataku.
"Aku tidak mengancammu untuk membantu Takeda ; aku hanya merekomendasikannya untukmu.Apa aku harus bilang 'Bila penulisnya adalah Konoha, suratmu pasti akan sangat luar biasa.Dia akan membicarakan detailnya padamu' lagipula...".
Kak Touko dengan badannya yang kurus maju kearah depan.Saat dadanya bergerak maju, kursinya mulai berbunyi.Bibirnya yang merah cemerlang mulai tersenyum.
"Siapa suruh untuk menulis surat begitu saja pada saat jam makan siang ? Aku tidak pernah menyuruhmu melakukan itu.Bukankah itu kemauanmu sendiri ?"kata Kak Touko.
"Hah ?".
Aku tidak bisa menjawab apa yang dia katakan.Kak Touko perlahan menutup matanya.
"Ah, cinta Takeda harus berjalan dengan baik ! Kira-kira laporan seperti apa yang akan dia tulis ? Akan menjadi kue strawbery yang ditutupi dengan krim yang sangat segar, atau akan menjadi sedikit perasa jeruk yang akan memberikan sedikit rasa asam pada kue coklat ? Lapisan dari kue bolu yang diolesi oleh saus manis terdengar tidak buruk"kata Kak Touko.
Kepalanya mulai dipenuhi oleh makanan, mungkin dia sedang lapar saat membayangkannya.Kak Touko mulai merobek bagian dari halaman 'The Great Gatsby'.Dia meletakan satu persatu potongannya dimulutnya.
"Hmm ! Sangat enak.Rasa dari karya Fitzgerald benar-benar luar biasa.Kepura-puraanya, kegagahannya, saat dia menari, aku bisa merasakan kue dan berbagai macam makanan dipestanya.Dan sekarang aku meletakan itu semua dimulutku, itu semua sangat lembut.Tapi, banyak juga kata-kata yang tak kumengerti seperti dalam film.Rasa minuman yang sangat mewah berputar dilidahku.Aku benar-benar ingin menjadi karakter Gatsby yang mempunyai hati yang tulus".
Bukankah wanita yang dicintai oleh Gatsby, 'Daisy' menikah dengan laki-laki lain.Lagipula, Gatsby telah putus dengan Daisy beberapa kali, dan akhirnya Gatsby jatuh dalam kekecewaan dengan yang namanya cinta ? Bagaimana bisa dia mengatakan 'Rasa yang luar biasa' Seharusnya, bukankah seharusnya itu akan terasa asam....Lupakan itu, setiap orang punya pemikirannya masing-masing mengenai sastra kan...
"Ah !".
Kak Touko tiba-tiba berteriak.Suaranya hampir seperti dunia hampir berakhir.Kemudian, alisnya menjadi terlihat sedih, dan dia terlihat ingin menangis.
"Apa yang harus aku lakukan, buku ini milik perpustakaan sekolah, dan aku memakannya~~~~".
Akhirnya, aku menemani Kak Touko pergi keperpustakaan untuk meminta maaf atas rusaknya buku itu.Kami menceritakan kepada penjaga perpustakaan bahwa "Kami tidak sengaja menjatuhkan buku itu"(Aku pergi dengan Kak Touko karena dia bilang dia merasa malu jika meminta maaf sendirian, jadi dia memaksaku ikut bersamanya).
Hari berikutnya, Takeda, seperti biasa berlari kekelasku.
"Bagaimana kabar antara kau dan Kak Shuuji ? Apa kalian sudah membicarakan tentang membuat sebuah hubungan ?".
Kami meninggalkan kelas bersama, dan mulai berbicara dikoridor.
"Wah, aku tidak pernah menyangka kalau kau mengkhawatirkan aku, Terima kasih banyak Kak Konoha. Kau sangat mempedulikan aku !"kata Takeda dengan tulus.
Wajahku memerah.Tidak, bukan itu maksudku....Aku bertanya hanya karena aku tidak mau menulis surat cinta lebih banyak lagi.Bila kalian berdua cepat-cepat menjadi sepasang kekasih, maka aku tidak akan menulis lagi...
"Sebenarnya, aku sangat berterima kasih atas surat yang Kak Konoha buat, jarak antara Kak Shuuji dan aku kini sudah semakin dekat.Hanya tinggal beberapa langkah lagi, perasaanku mengatakan padaku bahwa semua itu dibutuhkan untuk keberhasilan cintaku"kata Takeda.
"Benarkah ? Kemudian kau akan meminta jawaban darinya dan menarik hatinya untukmu !"kataku meyakinkannya.
Takeda terlihat sangat setuju denganku, dia menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Ya, aku akan menarik hatinya dengan keras.Aku juga akan membuat janji dengannya-- Aku juga sudah mulai menulis laporanku, lihat !".
Saat dia mengatakan itu, dengan gembira dia memperlihatkanku sebuah buku catatan yang digenggam didadanya.Ukuran buku catatan itu hanya seukuran setengah dari buku tulis biasa.Dan dibagian sampulnya ada sebuah gambar bebek berwarna kuning.
Ketika dia berpikir dan berkata bahwa dia adalah seorang penulis yang buruk, sepertinya sekarang dia mendapatkan cukup motivasi.
"Ini sedikit memalukan, tapi aku mencatat hal-hal tentang orang yang aku cintai dibuku ini.Itu sebabnya aku sangat gembira.Tapi, jika aku memberikan buku ini pada Kak Konoha untuk dibaca, kau pasti akan berpikir bahwa aku hanya menulis hal-hal sepele.Jadi, aku butuh banyak hal-hal yang harus kupikirkan lagi".kata Takeda.
"Baikalah, jika memang seperti itu.Mungkin lain kali kau akan bisa menulis surat cintamu sendiri ?"kataku.
Takeda menutupi wajahnya dengan buku catatannya dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak, itu terlalu memalukan, tapi kau benar.Aku benar-benar harus menulis surat cintaku sendiri.Tapi sebelum itu, aku masih akan mengandalkanmu, Kak Konoha".
Sigh, apakah aku masih harus tetap menulis surat cinta lain ?.Disaat seperti ini, Takeda tiba-tiba melihatku dengan rasa tidak enak.Bagian wajahnya yang tidak terhalang oleh buku catatan terlihat seperti kehilangan semua semangatnya.
"Hm, apakah aku menyusahkanmu ?" kata Takeda dengan pelan.
"Kenapa juga aku ! Itu tidak benar ! Justru Aku sangat berterima kasih karena kau sudah mau berkonsultasi jasa penulisan surat cinta padaku. Ha ha ha"
Lagi-lagi aku mengatakan apa yang ada dipikiranku.Setelah mendengar apa yang aku katakan, senyum kebahagiaan terlihat lagi diwajah Takeda.
"Itu luar biasa ! Kalau begitu, aku akan meminta bantuannmu besok !"
Dia terlihat bersemangat kembali.Dia melambaikan tangannya dan hampir tersandung diwaktu yang bersamaan.Dia terlihat senang saat dia pergi.
Sigh, aku benar-benar pembohong.Aku kembali kekelasku yang mengesalkan.Semua teman sekelasku mengejekku dengan perkataan "Bukankah dia selalu datang setiap hari kesini, apakah dia itu~"."Ketika dia datang, kau tiba-tiba menghilang.Apakah kau berpacaran denga anak kelas satu"kata temanku."Tidak mungkin, itu tidak seperti yang kalian pikirkan"Kataku sambil tertawa kecil.Aku akan mencoba mencocokan topiknya.Aku tidak mau keluar jalur terlalu jauh, itu akan menggangu yang lain.Bagiku, resiko seperti ini tidak akan menjadi masalah buatku.Sama seperti bila awan menjatuhkan sebuah hadiah untukku, aku masih tidak akan mengambilnya walaupun aku sangat menghargainya.Aku hanya murid SMA yang normal.
Ketika aku kembali ketempat dudukju, aku rasa ada seseorang yang memanggilku.Aku melihat sekitar, dan disana ada seorang perempuan memanggil namaku.Dia adalah Kotobuki Nanase.Rambutnya berwarna merah kecoklatan, berdiri diantara teman sekelasku yang lain.Ekspresinya sangat menggambarkan wataknya; Dia terlihat seperti perempuan moderen yang mungkin akan kau jumpai dibagian kota besar disini.Dia adalah orang yang berkata apa adanya dan berterus terang.Semua itu terbukti kalau dia adalah orang yang cukup populer dikelasku.Aku seringkali mendengar anak laki-laki dikelasku membicarakan tentang dia--
"Kemarahan Kotobuki adalah hal terburuk didunia ini.Tapi tetap saja, dia sangat menggoda".
Aku tidak pernah berpikir kalau dia menyukaiki, aku menyimpulkan itu karena semenjak dia sekelas dengamku, dia selalu bersikap dingin padaku.Aku tidak ingat kalau aku melakukan sesuatu yang membuatnya bersikap seperti itu padaku.Ah benar, kemarin...
Saat aku berkonsentrasi memikirkannya, Kotobuki dengan wajah kejamnya berjalan kearah meja tempat dudukku.Dia lalu menjulurkan tangan kanannya dan berkata dengan kasar padaku.
"Beri aku 460 yen".
"Apa ?"kataku kaget.
"Itu untuk ganti rugi buku yang kau bilang tidak sengaja terjatuh kemarin, disitu tertulis kode sekolah, bukan ? Barang siapa yang meruasak atau menghilangkan buku perpustakaan, maka dia harus membayar ganti rugi".kata Kotobuki.
"Tapi, kau bilang tidak apa-apa kemarin ?".
Kemarin, ketika aku pergi dengan Kak Touko untuk meminta maaf, penjaga perpustakaan pada hari itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kotobuki sendiri.Ah, Padahal waktu itu aku diam-diam berdoa untuk keberuntunganku.Tapi, kenapa pada saat itu malah Kotobuki ? Tidak adakah yang lebih mudah dari ini.Waktu itu, Kotobuki mempunyai wajah yang tegang, dan sikapnya sedikit tegas saat berbicara kepada kami, dia berkata--
"Kau tidak sengaja merusak bukunya.Jadi, tak apa-apa.Lain kali tolong lebih hati-hati".
Dan seperti itu saja, lalu dia membiarkan Kak Touko pergi.Tapi sekarang, dia ingin seseorang membayar 460 yen ? Dan seseorang itu adalah aku ? Orang yang merusak (tidak, seharusnya aku bilang memakan) buku itu adalah Kak Touko. Disaat seperti ini, aku merasa kalau ini pasti adalah kekeliruan dari Kotobuki.Dia mengangkat alisnya dan dengan kasar berkata--
"Aku tidak bisa langsung pergi dan meminta ganti rugi pada Kak Touko, itu karena dia sangat membantu pihak perpustakaan.Dia lebih tahu daripada siapapun ketika buku itu salah ditempatkan.Banyak siswa yang menjaga perpustakan, yang telah menerima bantuan darinya.Ketika aku kelas satu, aku tak biasa dengan lokasi berbagai macam buku, tapi untunglah pada saat itu ada Kak Touko yang membantuku, dan aku dapat menyelesaikan tugasku.Jadi, Inoue, bayar untuk kakak kelasmu".
"Hm, Kotobuki, bukankah alasanmu itu sedikit tidak masuk akal ?"kataku.
"Tidak sama sekali"(dia menjawabnya dengan sedikit ragu).Wah, dia menjawanya dengan sedikit ragu.Aku tidak suka mendapat masalah dengan orang lain.Jadi, aku mengeluarkan dompetku, meletakan 500 yen diatas telapak tangan Kotobuki yang menadah, dan membungkuk untuk meminta maaf padanya.
"Ketua klub kami mempunyai masalah denganmu.Aku minta maaf untuknya"kataku.
Kotobuki dengan cepat mengepalkan koin ditangannya, dan menggengamnya diatas bibirnya.
"Aku akan memberikan kembaliannya nanti.Bila kau menceritakan hal ini pada Kak Touko, aku akan memukulmu"
Apa yang terjadi dengan dunia ini ? Kenapa aku harus menghapus kesalahan Kak Touko dibelakangnya.Meskipun hanya itu hal-hal yang ingin dia katakan padaku, tapi dia masih berdiri ditempat yang sama sambil memandang kearahku.
"...Hei, akhir-akhir ini, ada seorang perempuan kelas satu yang selalu datang kemari untuk menemuimu, apakah kau punya sebuah hubungan dengannya ?"kata Kotobuki.
"Apa yag kau maksud Takeda ? Tidak ada hubungan apa-apa diantara kami"kataku.
"Benarkah ? Perempuan itu juga salah satu penjaga perpustakaan.Jadi aku tahu tentang dia.Dia terlihat mudah dipengaruhi, jenis pedophil mungkin akan menyukainya.Apa benar, kalian berdua tidak ada hubungan apa-apa ?".
Jenis pedophil mungkin akan menyukainya....Bukankah itu sedikit kasar ? Dan lagi, bila aku bertanya balik padanya, dia akan jadi lebih gila dari ini.Jadi, aku hanya tersenyum dan berkata "Aku hanya dipercayakan oleh Kak Touko untuk mengatasi masalah yang dialami Takeda".Dan kemudian alis mata Kotobuki semakin meninggi.Sekarang dia sangat marah.Ah, sial, apa aku mengucapkan sesuatu yang salah lagi ? Kotobuki mengambil nafas panjang dan melihatku dengan tatapan dingin--
"Lupakan itu...Apa yang terjadi dengan kehidupan cintamu itu bukan urusanku.Tapi, bila kalian memang tidak ada hubungan apa-apa, bukankah itu tidak membutuhkan tempat yang sepi saat berbicara.Itu hanya akan membuat orang lain salah sangka dengan yang kau lakukan"kata Kotobuki. Setelah dia mengatakan sebuah peringatan untukku, dia pergi meninggalkan mejaku dengan sesekali melihat kebelakang.
Jam pelajaran selanjutnya adalah sejarah.Aku mencoba menyalin apa yang ditulis dipapan tulis dibuku catatanku.Tapi, pikiranku kemana-mana--
Aku harus cepat dan membuat Takeda dan Kak Shuuji agar mereka menjadi sebuah pasangan....Suara rasa jengkel Kotobuki , dengan apa yang dikatakannya, masih bergema dipikiranku.Ahh, apa yang harus aku lakukan ? Apakah aku harus melakukan yang lain selain menulis surat untuk Takeda ?.Ketika pelajaran sedang berlangsung, awan berwarna abu-abu mulai menyelimuti awan biru.Tetesan hujan mulai membasahi tanah diluar jendela (hujan mulai turun...Aku rasa, aku meninggalkan payungku didalam laci ruang Klub Sastra...)
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment