Saat aku bertambah dewasa, aku menjadi lebih tahu perbedaan dan pemisah antara apa yang aku pikirkan dengan apa yang orang lain pikirkan.
Hal-hal yang membuat orang lain sedih atau senang, aku tak dapat merasakan itu semua.Tidak pernah sedikitpun bergema diperasaanku.Kenapa yang lain merasa senang ? Kenapa yang lain merasa sedih ?
Pada waktu balapan dan pertandingan dilapangan atau semacam permainan sepak bola, semua orang dengan gembira tersenyum lebar pada tim mereka ; atau ada seorang teman sekelas yang pindah sekolah, kemudian semua orang berkata selamat tinggal dengan perasaan sedih.
Aku merasa seperti orang asing yang berdiri diantara yang lain, kegelisahan mulai muncul diseluruh tubuhku.Aku akan menyembunyikan diriku.Perutku akan mulai merasa terbelit-belit.Orang lain akan bicara tiada henti, tapi sampai saat ini aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
Suatu hari, seseorang memasukkan sebuah petasan kedalam mulut kelinci peliharaan milik kelas.Saat kelinci itu mati, semua orang terlihat heboh.Ketika seseorang dikelas menemukan kelinci itu telah mati, semua orang sangat bersedih atas kematiannya.Aku, malah sebaliknya, aku hanya merasa sangat gelisah.Aku hanya bisa menundukkan kepalaku sambil memandang jari kakiku.Dan aku menyembunyikan diriku agar tidak terlihat.Kenapa aku tidak merasakan apapun dari kematian kelinci itu ? Aku mencoba mengingat foto lucu dari kelinci itu sebelum ia mati.Aku mencoba mengingatnya dengan perlahan.
Aku dengan sekuat tenaga mencoba agar terlihat sedih, tapi sampai saat ini, emosiku hanya ada hitam dimana-mana.Disaat tidak ada jalan untukku yang bisa membuat air mataku keluar.Aku diam-diam melihat sekitar, dan hanya aku saja yang tidak menangis.Saat itu, aku merasa seluruh leherku mulai memerah, dan telingaku mulai berdenging.Aku sangat merasa malu dan takut.Kenapa ? Kenapa semua orang menangis ? Ah, aku benar-benar tidak mengerti.Tapi, bila hanya aku yang terlihat tanpa emosi saat semua orang menangis, orang lain akan menganggapku aneh.Jadi, aku harus membuat diriku menangis.Tapi, bagi wajahku yang kaku ini, itu terlihat tidak mungkin.Wajahku mulai memerah lagi.Bila orang lain mengetahui bahwa aku pura-pura sedih, apa yang harus aku lakukan ? Aku tidak bisa menaikkan kepalaku sekarang.Jadi, aku menundukkan kepalaku lebih bawah lagi dan memasang ekspresi sedih.
Ah, ini waktunya semua orang tertawa bersama.Tapi apa yang lucu ? Aku benar-benar tidak tahu.Tapi, bila aku tidak menunjukkan reaksi yang sama dengan orang lain, mereka akan menganggapku aneh, dan aku tidak akan punya teman.
Sekarang adalah waktunya tertawa, aku harus tertawa dan tertawa.Tidak, ayo menangis dan menangis.Tidak, Reaksi untuk ini seharusnya adalah gelak tawa.Aku harus bisa tertawa dengan keras.Ah, ini terlihat alami bagi orang lain, aku merasa sangat malu.Dan rasa takut mulai turun keperutku dan membuatnya terasa seperti melilit.Bila mereka mengetahui tentang ini, mereka pasti akan melihatku dengan tatapan dingin.
Diantara kumpulan kambing putih, aku merasa seperti kambing hitam yang aneh.Aku tidak bisa bermain layanknya yang lain, aku tidak bisa merasakan sedih seperti yang lain, atau merasa lapar seperti yang lain.Aku merasa diriku adalah orang asing bagi kawananku sendiri dan berpura-pura-- Mencintai, menyayangi, berbaik hati, empati dan banyak lagi.Semuanya terasa sangat tragis bagi kembing hitam yang hanya bisa melindungi tubuhnya dengan bubuk putih, dan mulai berpura-pura sebagai kambing putih.Bila kawananku mengetahui aku adalah kambing hitam.Apakah mereka akan menandukku dengan tanduk mereka ? Akankah mereka menginjak-injakku dengan kuku-kuku mereka ? Aku harap mereka tidak akan pernah mengetahuinya.
Tolong jangan beritahu rahasiaku pada yang lain.Walaupun hujan mengguyur badanku, walaupun angin kencang menerpa tubuhku.Aku akan melumuri tubuhku dengan bubuk putih kembali.Akankah seseorang akan berkata "Dia adalah kambing hitam".Aku sangat takut itu terjadi.Jika ketakutan didalam pikiranku mulai keluar, aku akan mencoba menenangkan diriku.Tapi, jika aku tidak melakukan itu, aku tidak akan mempunya jalan lain.
Didepan orang tuaku, guruku, dan teman sekelasku aku berusaha untuk berpura-pura dan bersikap sopan.Aku hanya harus berpura-pura, dan membuat semua orang menyukaiku.Ah, aku benar-benar berharap tidak ada satu orangpun yang akan mengetahui diriku.Yang sebenarnya adalah monster yang tidak memiliki hati manusia.Aku harap, aku dapat menyamar sebagai seorang badut bodoh, yang akan membuat orang lain tertawa terhadapku, menyayangiku, dan memaafkanku.Dan ini tidak akan pernah berkahir sampai kapanpun juga.
Dan sampai sekarang, aku masih memakai topeng dan bermain layaknya seorang badut.
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment