"Wah, hujannya sangat deras".Sudah hampir se-jam lebih hujan turun sangat deras, dan sekarang aku berjalan dikoridor yang agak gelap karena awan masih mendung.Sepertinya, hujannya masih sangat lama, langit diluar masih
sangat gelap.Langitnya ditutupi oleh awan abu-abu.Rintik hujan yang mengenai permukaan tanah mulai menimbulkan suara yang sangat menenangkan.Udaranya sangat lembab dan juga dingin."Bukankah berita cuaca hari ini mengatakan hanya 50 persen kemungkinan turun hujan ?".Aku harap, payung yang aku letakan diruang klub masih ada.
Ketika hujan minggu lalu, pada waktu itu aku membuka laci dan mengetahui bahwa payung yang aku letakan disana telah menghilang."Ah, maaf.Ketika hujan minggu lalu, aku membawa payungmu.Tapi, aku lupa membawanya kembali"Kata Kak Touko dengan ekspresi datar.Dan kemudian kami berdua terpaksa harus berlari pulang dibawah hujan tanpa pelindung apapun."Jangan lupa untuk meletakan kembali payungnya setelah kau membawanya !"Kataku."Oke.Tapi, saat kita berdua berlari dibawah hujan tadi, apakah kau merasa seperti 'Ahhh, inikah masa muda ?'"(Itulah kakak kelasku, dia menjadikan pikiran orang lain menjadi pikirannya, dan pikirannya tetaplah akan menjadi pikirannya).Mungkin itulah alasan kenapa aku terpaksa untuk bergabung dengan klub sastra ini ?(Hmm...ini adalah sesuatu yang tidak bisa kujawab)
Hari ini aku murid yang sangat sibuk.Setiap saat aku harus menyelesaikan semua tugas yang diberikan guru padaku.Dan saat ini juga, mungkin aku sudah sangat terlambat untuk pergi keruang klub.Sekarang pasti Kak Touko sudah sangat tidak sabar dan terus merengek "Aku sangat lapar !".
Disana sebenarnya ada banyak buku tua, tapi kondisinya sangat sudah tidak bagus."Bila aku memakan buku yang sudah kadaluarsa, aku akan terkena sakit perut"Kata Kak Touko sesekali."Tapi, bila buku tua itu dijaga dengan baik, mereka pasti terasa sangat enak seperti halnya masakan perancis atau sejenis jamur yang dimasak.Ah, hanya memikirkannya saja sudah membuatku berliur ! Dan juga, jika ada tulisan asli hasil karya dari Natsume, Ogai, atau Mushanokuis didalam museum sastra ! Aku pikir tidak ada rasa yang seenak karya mereka didunia ini ! Walaupun aku akan terkena sakit perut, aku masih tetap akan memakannya walau sedikit".Dia terlihat sangat bersungguh-sungguh saat mengatakan itu.Banyangan dari Kak Touko menyelinap masuk kedalam museum sastra mulai tampak dipikirannku, dan aku menjadi sedikit prihatin.
"Ah sial, aku lupa membawa buku catatan sejarahku".Guru sejarah adalah Pak Saeguki, dia itu guru yang sangat keras.Dan besok adalah pelajarannya.Aku rasa, aku harus mempelajarinya malam ini.Jadi, aku kembali kekelasku.Mungkin karena sedang hujan, lorong sekolah menjadi sangat sepi.
Ketika aku sudah sampai, aku memegang gagang pintu dan hendak membukanya.Aku mendengar suara seseorang didalam kelas.Kedengaranya itu seperti suara beberapa anak perempuan yang sedang bergosip.Karena mereka semua perempuan, aku jadi ragu apakah aku harus masuk kedalam atau tidak.Saat aku merasa ragu, aku tak sengaja mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.
"Ehh, eri mengincar Akutagawa juga, benarkah ?".
"Hah, apakah mori juga menyukai Akutagawa ? Kalau begitu kita berdua akan menjadi dua rival cinta dong".
"Tunggu dulu, aku juga menyukai Akutagawa, aku rasa dia adalah orang yang sangat baik".
"Ehhh, Miki juga ? Kalau begitu akan menjadi tiga orang...?"
Kedengarannya mereka sedang membicarakan laki-laki yang mereka sukai.Untunglah 'Akutagawa' menjadi pokok pembicaraan disini, bukan Mister sastra.'Akutagawa' adalah teman sekelas kami, dia mempunyai tinggi badan yang cukup tinggi dan dia benar-benar orang yang hanya berbicara sepatah dua patah kata saja.Dia terlihat sangat dewasa dan bijaksana.Kau bisa melihat itu karena dia adalah tipe orang yang disukai semua perempuan.Tapi, itu berbanding terbalik denganku, dia sangat berbeda denganku yang hanya bisa terus berada didalam kelas saat sebagian orang saling mengobrol dengan teman mereka yang lain.
"Yay, aku menyukai Hirosaki.dan aku tidak punya saingan cinta...~~~"
"Apa ? Suzuno menyukai Hirosaki ?"
"Hehe, sebenarnya dia itu bukan tipe pemarah seperti yang kalian pikirkan.Buktinya, Sabtu lalu, kami mengadakan pertemuan diaquarium untuk melihat lumba-lumba bermain"
"Ehhhh...!"
"Kapan kalian mulai jalan bersama !"
"Beberapa bulan setelah pergantian kelas, apa kau juga ingin cepat-cepat !"
"Aku rasa, mungkin aku hanya akan mendapatkan kata 'Halo' dan 'Selamat tinggal' bila dengan Akutagawa. Tunggu suzuno ! Lain kali kau harus mengajak kami ke toko es krim dan kau harus mentraktir kami"
"Aku juga ! Dan aku tidak mau satu sendok, aku mau dua sendok eskrim !"
"Wah, aku harus membeli baju untuk kencan, jadi keuanganku bulan ini hanya sedikit.Kalian berdua hanya diizinkan membeli eskrim dengam harga 50 yen saja"
Suara tertawa perempuan terdengar hingga ketelingaku.Sepertinya mereka menikmati topik pembicaraannya.Uhhh....mungkin aku harus pergi keklub terlebih dulu, dan kemudian kembali lagi kesini nanti.
"Kalau begitu, selanjutnya Nanase "
"Ya.Semu~~~a orang ingin tahu siapa yang kau sukai.Jadi, sekarang kau harus memberi tahu kami."
Nanase ? Kotobuki Nanase ? Kelihatannya Kotobuki juga ada didalam sana.
"Jangan bilang, Nanase juga menyukai Akutagawa ?"
"Wah, semoga itu tidak benar.Nanase sangat cantik.Aku pasti akan kalah darinya."
"Aku..."
Dari belakang pintu aku mendengar suara Kotobuki. Aku tahu menguping pembicaraan orang lain adalah hal yang tidak baik.Tapi, aku juga penasaran dengan laki-laki seperti apa yang disukai oleh Kotobuki. Jadi, tanpa sadar aku mulai menarik nafas dan mendengarkannya.
"Aku tidak punya orang yang aku sukai.Tapi aku punya seseorang yang aku benci..."
"Ehh, siapa ?"
"Inoue Konoha"
Kotobuki dengan polosnya menyebut namaku.Pikiranku tiba-tiba menghitam.Aku tak bisa berpikir apa-apa.Kemudian aku merasa kepalaku mulai terasa panas.
"Ehh, kenapa ? Inoue terlihat sangat baik.Dia tidak terlihat seperti tipe orang dibenci orang lain"
"Itu benar, bukankah dia tidak terlihat seperti orang jahat ?"
"Dia orang yang biasa saja.Tapi~~~jika kau lihat dia lebih dekat, dia benar-benar sangat manis"
"Ya, dia sangat lemah lembut, dia juga selalu tersenyum"
Tiba-tiba Kotobuki merasa terganggu dan frustasi, dia berkata.
"Itulah kenapa aku membencinya.dia selalu pura-pura senyum.Aku sama sekali tak mengerti otaknya.itu sangat menjjijikan"kata Kotobuki
Dari wajahku hingga ketelingaku, semuanya mulai memerah.Kemudian tanganku gemetar.Tenggorokanku mulai terasa sakit.Kenapa ? Kenapa kau berbicara seperti itu tentangku ? Aku tahu kau tidak menyukaiku.Tapi kenapa kau menghinaku dengan perasaan jijik didepan semua orang.Aku benar-benar ingin berlari dari keadaan ini.Tapi harga diriku tak membiarkannya.Sebaliknya, aku memegang gagang pintu dan membuka pintu kelas.Saat aku berjalan masuk, semua perempuan itu kaget dan melihat kearahku.Aku berpura-pura bahwa aku tak mendengar apapun.Aku membuka mataku dan pura-pura terkejut."Eh ? Kalian belum pulang ? Maaf aku pasti mengganggu kalian ya ?".Semua perempuan itu terlihat kebingungan.Aku dengan cepat berjalan kearah mejaku dan memasukkan buku sejarah yang kutinggalkan kedalam tasku."Aku melupakan buku catatanku.Aku membutuhkannya untuk besok~".Wajah Kotobuki mulai memerah.Aku dengan sengaja melihat kearahnya, dan mencoba dengan keras untuk tersenyum."Kalau begitu, selamat tinggal"kataku sambil pergi.Para perempuan itu lalu dengan cepat menjawabku."Se-Selamat tinggal".Hanya Kotobuki yang mengangkat dagunya dan tetap menutup bibirnya, dia benar-benar kaget dengan kedatanganku.
(Aku sangat sedih dan malu).Didalam koridor yang gelap dan sedikit berkabut, aku berlari dengan pikiranku yang sedih.(Dia selalu saja pura-pura tersenyum.Tidak ada seorangpun yang mengerti otaknya.itu sangat menjijikkan)
Daripada orang yang selalu memikirkan dirinya sendiri, orang yang selalu bermasalah dengan orang lain, orang yang selalu melarikan diri dengan tujuan menghilangkan masalah mereka, bukankah lebih baik jika diam dan membiarkan apapun yang orang lain pikirkan.Sesekali itu hanya satu-satunya jalan untuk menjauh dari yang lain.Tapi kenapa ? Kenapa kau harus mengatakan 'Menjijikkan' terhadapku ? (Aku tidak pernah terlahir untuk tersenyum dalam kepalsuan)
Semuanya terasa panas dan tiba-tiba naik ketenggorokanku.Aku ingin berteriak--- (Aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya ! Dulu aku...)
-----"Konoha, kau selalu tersenyum dengan gembira ~ dan ketika kau merasa jengkel, ketika kau marah, ketika kau khawatir, semua perasaan itu keluar dan terlihat diwajahmu.Kau sangat mudah ditebak.Kau seperti seekor anak anjing, sangat lucu dan sederhana"
"Apa maksudmu, aku tidak seperti anak anjing".Sesekali aku menjawabnya, dia selalu menutup mulutku dengan satu jari telunjuknya, mulai menyuruhku untuk diam dan lalu tertawa.
-----"Lihat, kau merasa jengkel lagi.Kau benar-benar mudah ditebak.Tapi, itulah yang kusuka darimu.Saat kau berada didekatku, aku merasa sangat nyaman."
(Ketika Smp, aku mempunyai perempuna yang aku sukai. Dan aku seperti kebanyakan orang, Aku juga pernah jatuh cinta).Setiap kali aku mendengar suaranya, detak jantungku semakin kencang, itu semua adalah pemberian tuhan yang sangat berharga untukku.Setiap malam sebelum aku pergi tidur, aku selalu bersyukur atas semua itu.Dan hanya seperti itu, setiap hariku terasa sangat berharga dihidupku.Aku selalu tersenyum dengan alami saat bersamanya.Tapi, cintaku sama seperti halnya Gatsby dari 'The Great Gatsby', yang berakhir dengan sebuah kehancuran.Dan semenjak itu juga aku mulai belajar untuk berbohong.
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment