Kak Touko memasang kaus kaki pendeknya, menekuk kakinya diatas kursi dan kemudian duduk diatasnya.Sambil mendengarkan suara hujan diluar, kedua tangannya mulai
memegang sebuah buku untuk dibaca.Hari ini, cemilannya adalah buku yang cukup bagus dengan sampulnya yang tebal berjudul "Iliad".Itu adalah buku syair dari seorang penyair bernama Homer.Buku itu menceritakan tentang peperangan memperebutkan emas.
Matanya yang berkilau, layaknya mata seekor kucing, kepangan rambut hitamnya, seperti kepangan dari perancis memanjang hingga kepinggang.Alis matanya yang panjang dan teratur berjejer diantara pupilnya.Jarinya yang ramping mengusap bibirnya.Inilah hobi aneh Kak Touko ketika dia sedang membaca.Sesekali dia akan mulai menghisap jarinya yang ramping itu.Tetesan air hujan membasahi dan membersihkan kotoran disekitar jendela.Disaat seperti ini aku jadi tidak bisa melihat matahari tenggelam.Aku berhenti menulis cerita karanganku dan bertanya pada Kak Touko.
"Kak Touko, Apa kau mempunyai orang yang kau suka ?"."Apa ? Barusan kau bilang apa ?".Kadang saat Kak Touko mulai berkonsentrasi dengan buku yang dibacanya, dia sering menghiraukan suara disekitarnya."Ah, Cemilannya sudah jadi ya ?".Tiba-tiba kilauan cemerlang terlihat diwajah Kak Touko.Hanya topik pembicaraan ini yang bisa mengalihkan konsentrasi Kak Touko. Sekali lagi aku menanyakan padanya.
"Aku bertanya padamu, apa kau punya seseorang yang kau suka ?"."Baiklah, mari kita lihat.Gallico, Dickens, Dumas, Stendhal, Chekhov, Shakepeare, Akott, Montgomery, Farjeon, Lindgren, MacLachan, Cartland, Jordan, Ihara, Saikaku, Nastsume Souseki, Mori Ougai, Miyazawa kenji, dan Kimura Yuuichi, semua itu adalah orang yang ku sukai.Dan, dan...".Kak Touko terlihat mulai mengeluarkan air liurnya saat dia menyebutkan daftar nama-nama seorang penulis lagi dan lagi.Ini terlalu banyak untukku.Dengan segera aku memotong pembicaraannya."Aku tidak bertanya tentang makanan favoritmu.Lagipula, siapa itu Cartland dan Jordan ? Pemain basket ?"Kataku."Wah, kau tak tahu Barbara Cartland dan Penny Jordan ? Mereka berdua adalah penulis cerita cinta yang terkenal.Kau harus membaca karya Cartland dengan judul 'Api-api cinta'.Ceritanya menceritakan seorang perempuan kaya dari Amerika yang telah jatuh cinta dengan laki-laki tampan yang kaya.Karya Jordan yang berjudul 'Silver' juga telah diadaptasi menjadi komik.Aku sangat merekomendasikan buku ini.Bukunya bercerita tentang seorang perempuan tak berdosa bernama Geraldine, yang telah dikhianati oleh orang yang sangat dicintainya.Dia begitu menderita hingga rambut hitamnya berubah menjadi putih dalam semalam.Dan dari itu, Dia menemukan seorang guru tampan yang mengajarinya tentang cinta.Itu adalah bagi~~~an yang dipenuhi dan dikelilingi oleh cinta sejati.Gurunya sangat mempesona, sangat sempurna, itu membuatnya tak terkalahkan"kata Kak Touko. Ah ah, sepertinya semakin keluar dari topik pembicaraan."Aku tak tahu itu, jadi jangan mengatakannya lagi, aku tidak bertanya tentang itu... Maksudku apa kau pernah jatuh cinta dengan orang lain ?"kataku.Aku tak tahu kenapa, tapi aku mulai merasa lelah.Bukan masalah seberapa tak senangnya diriku.Aku benar-benar bodoh telah menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan cinta padanya.
Ketika aku selesai dengan kata-kataku, Kak Touko memasang ekspresi melamun dan perlahan tersenyum.Apa yang ? Ini terlihat seperti ada seseorang yang sedang bermain sebuah lagu tema dalam sebuah film drama.[Note : Aku tak tahu maksudnya ini].Keadaan didalam ruangan mulai berganti menjadi serius.Jangan bilang kepadaku, kalau Kak Touko mempunyai pengalaman yang buruk tentang cinta ?
"A..Aku cinta dengan Daisatsukai [Note : Daisatsukai adalah bacaan paling buruk bila kau membacanya]"kata Kak Touko."Ha ? Apa maksudmu ?".Apa yang aku harapkan ternyata tidak seperti yang aku harapkan, dan masih belum berakhir, aku memulainya lagi.Aku mengeluarkan suaraku dan bertanya.Kak Touko melihat rintik hujan yang membasahi jendela dengan matanya yang terlihat berangan-angan.Dia, dengan sedih berkata ---
"Saat tahun baru dimulai, aku pergi kesalah satu peramal untuk meramalkan masa depan cintaku.Dan dia bilang 'Kau telah mencintai Daisatsukai semenjak kau dilahirkan.Ketika kau mencoba untuk menjalani sebuah hubungan dengan orang lain, itu akan 100 persen berakhir dengan kegagalan.Jadi jangan buang-buang waktumu untuk cinta, konsentrasikan saja perhatianmu kepada sesuatu yang lain seperti kegiatan sekolah atau hobimu'"kata Kak Touko."Peramal ? Apa maksudmu peramal yang tinggal disamping toko yang sangat besar itu, Orang yang selalu didatangi banyak orang hanya untuk membaca ramalan mereka ? Kapan kau pergi kesana ?".
"Ya, saat itu hari sedang turun salju dan itu sangat dingin"kata Kak Touko."Kenapa kau memilih pergi saat sedang turun salju ?" kataku."Aku pikir, bahwa tidak akan ada orang yang datang kesana jika sedang turun salju maka aku tidak akan menunggu lama untuk itu.Tentu saja, disana aku hanya menunggu selama tiga menit sebelum giliranku".Kepalaku mulai terasa sakit lagi."Kau benar-benar ingin peramal itu memberitahu masa depan cintamu ?"kataku.
"Aku ini seorang perempuan, tentu saja aku harus peduli dengan masa depan cintaku.Dan aku mengetahui bahwa aku hanya harus mencintai Daisatsukai...Gosh, Tapi, salah satu guru bilang kutukan itu akan berakhir dalam tujuh tahun.Dan kemudian aku akan benar-benar bertemu dengan laki-laki yang menjadi takdirku".
Setelah dia mengatakan itu, dengan tidak percaya, Kak Touko mengubah ekspresinya dari ekspresi biasanya menjadi ekspresi bahagia.Dia menggerakan tubuh bagian atasnya kearahku dan berkata : "Disaat musim panas tujuh tahun dari sekarang, didepan seekor beruang dengan sebuah ikan salmon di mulutnya.Kau akan jatuh cinta dengan seorang lelaki yang memakai selendang putih.Dia akan menjadi takdir cintamu.Cintamu akan berjalan sangat cepat, jadi itu hanya akan mengubah hidupmu.Aku menganjurkan agar kau melakukan apapun yang kau bisa agar kau mencapai keberhasilan.Aku sangat kecewa dengan ini ! Maksudku kau harus menunggu selama tujuh tahun untuk ini"kata Kak Touko."Kenapa laki-lakinya memakai selendang putih saat musim panas, lagipula, kau akan segera dimakan oleh beruang sebelum kalian berdua jatuh cinta".Setelah aku mengatakan itu, Kak Touko menggembungkan pipinya dan menjadi kesal."Konoha, kau tidak bisa berimajinasi"."Atau, kau yang terlalu banyak berhayal" sambungku."Itu karena aku adalah gadis sastra"."Tolong jangan gunakan itu setiap saat.Gosh, lupakan itu.Maaf sudah mengganggumu membaca"kataku.
Sebuah tatapan kebingungan terlihat diwajah Kak Touko."Hmm...Apa ada sesuatu yang terjadi, Konoha ?"."Tidak ada..."jawabku."Apa kau...punya seseorang...yang kau sukai ?" tanya Kak Touko.Aku menggerakan kepalaku melihat air hujan yang menetes di jendela, dan tetesan air yang mengenai jendela itu mengeluarkan sebuah suara."Aku tidak punya orang yang aku sukai.Tidak satupun, tidak ada.Mungkin inilah yang terbaik...".Tidak akan ada yang terjadi.Tidak jatuh cinta dengan seorangpun.Tidak ada rasa sakit, rasa sedih, maupun patah hati, dan aku akan hidup dengan normal selamanya.Mungkin inilah yang terbaik untukku.Aku rasa aku tidak akan pernah jatuh cinta dengan siapapun dihidupku.
"....." Kak Touko mulai diam melihatku.Beberapa tahun yang lalu, ketika aku dipaksa untuk bergabung dengan Klub Sastra.Kak Touko juga punya kesedihan diwajahnya.Kak Touko benar-benar kekanakan dan dia juga punya banyak ekspresi lainnya.Pikiranku sudah dipenuhi oleh rasa malu dan penyesalan karena telah membuatnya bersedih.
"Maaf, aku akhiri hari ini, dan aku akan pulang kerumah"kataku.Aku tak bisa berdiri dengan perasaan yang tidak enak ini.Jadi aku meletakkan karangan yang sudah kubuat diatas meja dan berdiri.Aku membuka laci, dan tidak ada apa-apa disana, payung yang seharusnya ada disana kini sudah menghilang."Ambil ini".Kak Touko memberiku sebuah payung berwarna ungu cerah dan tersenyum."Aku akan meminjam payungmu, jadi gunakan saja milikku hari ini"kata Kak Touko."Kak Touko, kenapa ?"."Tidak ada yang spesial.Hanya saja, Aku hanya ingin menggunakan payung yang panjang".".....Kalau itu benar, aku akan menggunakan milikmu sekarang"kataku."Tentu saja, sampai bertemu besok dan Sampai jumpa".Kak Touko masih tersenyum saat dia melambaikan tangannya padaku.Aku berjalan menuruni tangga dan membuka payungnya.
Ungu adalah warna kesukaan Kak Touko.bahkan Aku sering melihatnya membawa benda kecil seperti sapu tangan ungu ataupun pulpen ungunya."Hujan ini... Kelihatannya tidak akan berhenti".Aku memegang payung dan berdiri tak bergerak.Aku rasa hanya payung ini yang dia milikki.Aku tahu, pasti Kak Touko berbohong padaku.Setelah aku menjadi murid SMA, sewaktu-waktu saat aku bersama dengan teman-temanku, aku selalu memakai topeng diwajahku.Aku sengaja menjaga jarak dengan mereka.Ketika aku tertawa bersama bersama mereka, tawaku ini hanya tawa kepalsuan.Ketika Kotobuki mengkritikku tentang ini, aku hanya merasa gelisah.Tapi, ketika aku bersama Kak Touko, wajah asliku selalu saja keluar.Sesekali aku melihat Kak Touko bingung atau sedih, aku akan berpikir kepada diriku sendiri 'Walaupun ini hanya kebohongan, aku harus selalu tersenyum untuknya'.Sejauh ini, setiap kali aku berada didepannya, aku masih menemukan kendala untuk mengubah nada suaraku dan ekspresiku.Sangat menyedihkan.Apa yang harus aku lakukan ? Bagaimana caranya aku memperbaiki kemampuan berbohongku ? Setelah aku memperbaiki kebohonganku, maka tidak akan ada lagi yang akan tersakiti.
Aku melihat tetesan air hujan yang sangat dingin, dan mencoba untuk mengira-ngira berapa lama Kak Touko menunggu agar hujannya berhenti sebelum dia bisa pulang kerumah.Diujung komplek sekolah, seorang gadis yang tidak diketahui muncul (Bukankah itu Takeda).Dia melihatku, jadi dia menghentikan langkahnya.Dia terlihat terengah-engah sambil membuka matanya lebar-lebar.Dengan suaranya yang kasar, dia menggerutu "Kak Shuuji...".Eh ? Setelah itu Takeda jatuh berlutut dan mulai menangis. "Apa yang terjadi, Takeda ?".Takeda tidak menjawab.Sebaliknya dia meletakkan tubuhnya yang basah dan wajahnya didadaku.Dia memelukku dan mulai menangis.Aku masih memegang tasku dan payung.Aku tak bisa memeluknya balik.Dan juga, ini adalah pengalaman pertamaku mengalami kejadian seperti ini.Jadi, aku tak tahu harus melakukan apa.
Apa yang terjadi dengan Kak Shuuji ? Saat aku ingin menanyakan padanya --
"Chii !".Seorang anak lelaki yang seumuranku memanggilnya.Kemudian Takeda terjatuh berlutut dan gemetar."Chii ?" suara itu datang dari tempat Takeda datang, dan suara itu semakin mendekat.Suara itu dipenuhi dengan kebinggungan.Tiba-tiba Takeda menggenggam tanganku dan langsung membawaku."Ta, Takeda... Tunggu !".Takeda dengan cepat menggretakkan seluruh giginya bersamaan, dan terlihat kebingungan."Takeda, dia bilang 'Chii' bukankah dia memanggilmu ? Orang itu sedang mencarimu bukan ?"kataku."Tidak, aku tak bisa menjawabnya [Note : Maksudnya, Takeda tak bisa membiarkan dia menemukannya]"kata Takeda dengan ketakutan.Jadi itu alasannya mengapa dia membawaku memasuki bangunan ini.Saat kami berdua didalam gedung, kami melihat seorang anak lelaki memegang sebuah payung berwarna biru mulai datang kesini.Tapi, karena waktunya sangat singkat, aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya.Aku tidak bisa mengenali siapa dia.
Ketika kami sampai dihalaman sekolah, Takeda kemudian jatuh berlutut dengan bahu yang gemetar dan dia mulai menangis lagi.
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment