Saturday, 20 January 2018

Novel Aku Dan Gadis Sastra : Other Story Bagian 5A

Catatan Pertama : Pengakuan Shuuji Kataoka

     "Kak Shuuji...".Itulah yang dikatakan Takeda kepadaku.Takeda tidak memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi karena dia masih menangis.Aku
menunggu Takeda sampai dia berhenti menangis.Kemudian aku mengantarnya pulang kerumahnya.Kami berdua berbagi satu payung ungu untuk ditempati bersama, dan kami berjalan perlahan menuju rumahnya.Karena Takeda menangis sangat keras, matanya berubah menjadi sangat merah dan dia menundukkan kepalanya sepanjang perjalanan.Aku diam-diam mencoba untuk memastikan keadaannya.Dan aku melihat bahwa bibirnya sedikit bengkak, dengan darah yang merembes keluar.Kadang-kadang, dia diam-diam akan mengangkat kepalanya dengan perasaan tak percaya (Atau merasa tidak aman ya).Dia memperlihatkan pupil mata coklatnya, seolah-olah dia mencoba untuk memastikan sesuatu.Kemudian, dia akan merasa gugup, menundukkan kembali kepalanya dan berkedip beberapa kali.Akhirnya kami tiba disebuah bangunan berlantai dua yang dikelilingi dengan bunga yang sangat indah.Kami mengucapkan selamat tinggal antara satu sama lain. "Terima kasih karena telah mengantarku sampai kerumah Kak Konoha"kata Takeda."Tidak masalah, kau harus cepat-cepat mengganti pakaianmu yang basah.Atau itu akan membuatmu demam"kataku.Takeda mengangkat kepalanya dan menatapku.Dia terus menatapku seolah-olah ada sesuatu yang tertulis diwajahku.Kemudian matanya menjadi berkaca-kaca lagi,  dan dia menundukkan kepalanya.Setelah itu dia mengucapkan perpisahan padaku.Dia kemudian berbalik dan masuk kedalam rumah.
      Dihari berikutnya, selama jam istirahat pertama.Takeda tidak lagi datang untuk mencariku.Aku duduk dikursiku dan menatap pintu kelas selama jam istirahat.Karena itu, aku tak sengaja membuat kontak mata dengan Kotobuki yang hendak masuk kekelas (Wah, apa yang harus kulakukan).Disisi lain, dia juga mulai panik.Dia menjadi tak bergerak didepan pintu.Tapi, kemudian dia mulai menggerutu dengan bibirnya, dan dengan ragu-ragu dia berjalan kearahku.
      "Ini kembalian yang kemarin"kata Kotobuki. Setelah itu, dia melayangkan kepalan tangannya kehadapanku."Ahhh, Terima...Eh, 50 yen ?".Kotobuki meletakan 50 yen diatas tanganku."Bukankah kurang 10 yen"kataku."Aku tahu itu.Jadi, berikan saja 10 yen kembaliannya"kata Kotobuki."Ehhh...Maaf uangku tinggal sedikit bulan ini"kataku."Kalau begitu akan kuberikan lain waktu"kata Kotobuki menggumamkan kekesalannya.Tampaknya dia akan segera pergi, Namun dia masih tetap berada disamping mejaku."Hari ini, Chia Takeda tidak datang ya"kata Kotobuki."Ah... Ya.Itu benar"kataku."Hei, sepulang sekolah kemarin... Inoue, kau masuk kedalam kelas kan ? Pada saat itu... Apakah kau mendengar sesuatu"kata Kotobuki. Saat dia mengatakan itu, dia menatap dengan serius kepadaku.Aku perlahan tersenyum."Eh ? Dengar apa ?"kataku.Seketika wajah Kotobuki menjadi merah."Kau tidak mendengar apapun... Baguslah"kata Kotobuki. Saat dia selesai dengan percakapan itu, dia kemudian berbalik dan berjalan menuju tempat duduknya.Dia hanya meninggalkan 50 yen ditanganku.Bel sekolah perlahan mulai terdengar, menandakan bahwa jam pelajaran kedua akan segera dimulai.(Ahhh, Takeda... Dia benar-benar tidak datang).
     Setelah jam kedua berlalu, Takeda masih belum terlihat juga.Aku khawatir dia terkena demam dan kemudian tidak masuk sekolah.Jadi, aku memutuskan untuk menemuinya.Saat aku berjalan bolak-balik didepan pintu kelas, aku akhirnya melihatnya.Dia, dan temannya sedang tertawa cekikikan setelah keluar dari kelas."Hore ! Kau sangat luar biasa Yotsu ! Oke ! Aku juga akan membuatkannya kue ulang tahun untuknya, ah".Dengan ceria, Takeda akhirnya melihatku, dia membuka matanya lebar-lebar dan dia tetap meletakkan tangannya dibawah.
     "Kak Konoha..."kata Takeda."Se-Selamat pagi"kataku."Gosh.Kenapa kau datang tanpa memberitahuku dahulu, Kak Konoha ? Ah maaf, Yotsu, aku akan pergi duluan.Kak Konoha, sini, sini".Takeda meraih tanganku, dengan langkah yang cepat dia berjalan didepan.(Ah, Apa ? Bagaimana bisa dia bisa jadi bersemangat seperti ini ?).Dia membuatku bingung dan membawaku ketempat yang sepi, dia kemudian berbalik dan tersenyum padaku.
     "Ehh, aku tak pernah berpikir kalau Kak Konoha akan datang mencariku, aku sangat terkejut"kata Takeda."Baiklah, setelah kau menangis sangat keras kemarin, aku menjadi sangat khawatir"kataku."Ah, tentang itu ? Aku sudah baikan kok.Mungkin pikiranku sedikit tegang saat itu.Atau mungkin hujan membuatku depresi...Atau juga karena Kak Konoha terlalu baik juga...Kyaa, ini sangat memalukan.Tolong lupakan kejadian yang terjadi kemarin, ya ".Dengan wajahnya yang memerah karena malu dan dari cara dia melambaikan tangannya saat dia berbicara.Kurasa dia sudah menjadi seperti Takeda yang biasanya.Aku tidak bisa menolong, tapi keraguan dalam diriku--- saat wajahnya menangis, apakah itu hanya halusinasiku saja ?
     "Apakah ada sesuatu yang terjadi antara kau dan Kak Shuuji ?".Anak laki-laki yang mencari Takeda kemarin, apakah dia Kak Shuuji ? Dan saat itu dia juga memanggil nama Takeda dengan nama 'Chi'.Ekspresi Takeda dengan cepat menjadi murung.Ahh, sesuatu pasti terjadi.
     "Itu...hanya beberapa masalah dengan Kak Shuuji saja kok.Kemarin aku menerima surat dari Kak Shuuji, suratnya mengatakan..."kata Takeda berhenti ditengah-tengah.Surat ?."Ah ! Tapi ! Aku sudah merasa bersemangat sekarang~~~"kata Takeda.Takeda mengangkat kepalanya dan memaksakan dirinya untuk tersenyum padaku."Oh iya ! Kak Konoha, apa kau bawa surat untuk hari ini ?"."Ya, aku membawanya".Aku menyerahkan surat untuknya yang sudah terlipat dengan rapih, dan dia terlihat gembira saat menerimanya."Terimakasih banyak ! Aku pikir, setelah Kak Shuuji membaca surat ini, dia juga akan menjadi bersemangat lagi.Ah, kelas selanjutnya akan segera dimulai, kalau begitu.Aku pergi dulu.Kyaa !".Takeda tersandung dan hampir terjatuh, tapi syukurlah, aku menangkapnya sebelum ia jatuh."Ehehe, maaf.Aku benar-benar grogi.Sampai jumpa !"Kata Takeda.Dia melangkah menuruni tangga, dan dengan suara "Patapata" berirama, dia berlari menjauh.
     Meskipun aku mencemaskannya, yang hanya bisa kulakukan hanyalah melihatnya pergi menjauh.Kak Shuuji pasti memiliki sesuatu yang mengganggu pikirannya, itulah yang Takeda katakan .Takeda menangis sangat keras, kedua peristiwa ini pasti ada kaitannya.
     Shuuji Kataoka, orang seperti apa dia ? Sampai saat ini, aku telah menulis banyak surat kepadanya.Tapi, aku hanya tahu tentang dia lewat kata-kata yang aku dengar dari Takeda.Anggota klub memanah kelas 3.Dia memiliki banyak teman.Dia juga sering bertindak konyol dan membuat semua orang tertawa.Dia selalu tersenyum dengan alami.Hanya pada saat sedang berlatih memanahlah, dia akan menunjukkan ekspresi seriusnya.Bahkan tanpa bicara dengannya, kau pasti sudah tahu kalau dia adalah orang yang lemah lembut.Setelah kau berbicara dengannya, kau akan menyadari bahwa dia juga baik dan empatik... Inilah hal-hal yang Takeda katakan.
     Bagaimana jika Kak Shuuji bukan tipe orang yang seperti dia katakan ? Ngomong-ngomong tentang klub memanah --- "Hei, Akutagawa. Apa kau anggota klub memanah ?"kataku.Selama waktu piket dihari yang sama, aku mengobrol dengan teman sekelasku, Akutagawa."Iya"kata Akutagawa. Sekarang, Akutagawa sedang mengangkat meja.Dia menjawab tanpa ekspresi dengan suara dalam seperti orang dewasa.Dia tidak marah karena aku mengganggunya ; dia selalu menghemat kata-katanya.Aku tidak pernah melihatnya tertawa terbahak-bahak.Dengan penampilannya yang keren, dia pasti sangat populer dikalangan perempuan.Kemudian aku berjalan kesampingnya dan mengangkat kepalaku untuk menatapnya.Dan aku menyadari bahwa dia benar-benar berbanding terbalik denganku.Dia sangat tinggi, lengan dan bahunya sangat kuat.Dan wajahnya juga sangat keren.Dia benar-benar orang yang tampan."di klub memanah, apakah ada murid kelas 3 yang bernama Shuuji Kataoka ?"tanyaku.Dengan sedikit berpikir, dan dengan tak acuh Akutagawa menjawab--- "Tidak, aku tidak tahu"kata Akutagawa."Eh, Apa ? Apakah aku salah menyebutkan namanya ? Adakah seseorang yang memiliki julukan seperti 'Suu'?? Atau 'Kak Kajuu'??".kataku."Ada seseorang yang bernama Fujimura Shuuya di klub, tapi dia adalah murid kelas 2, bukan kelas 3.Dan juga aku rasa tidak ada orang yang memanggilnya dengan sebutan 'Suu' atau 'Kak Kajuu'".kata Akutagawa."Eh, benarkah ? Apakah masih ada orang lain dengan nama 'Suu'?"kataku."Aku tidak ingat"kata Akutagawa. Apa yang terjadi ? Apakah Takeda membuat kesalahan dengan namanya ? Tapi, jika dia membuat kesalahan seperti ini, kurasa tidak mungkin.Mereka bahkan menulis surat kepada satu sama lain.Mereka juga mungkin pernah saling bicara.Kurasa ada kemungkinan dia salah mengingat namanya.
     Akutagawa akhirnya selesai memindahkan meja.Dia berbalik kearahku."Kak Shuuji yang kau sebutkan tadi, memangnya apa yang terjadi ?"kata Akutagawa."Tidak... Hanya saja aku mendengar tentang dia dari seseorang yang aku kenal.Lalu, kalau itu semua benar, kapan kau akan latihan ?"tanyaku."Ah, terkadang kami memiliki beberapa sesi masing-masing"kata Akutagawa."Kalau begitu, apakah hari ini giliranmu ? Bolehkah aku mengunjungi klub memanah denganmu ? Tapi bukan berarti aku bergabung dengan klub...Bisakah aku mampir ?"kataku."Seharusnya sih boleh.Aku akan memberitahu pembina klub terlebih dahulu"kata Akutagawa."Ah, terimakasih, Akutagawa".
       Tempat latihan klub memanah adalah sebuah dojo tua yang berada disamping tempat gym.Didepan sana ada lima buah target.Selain itu, ada beberapa target yang terbuat dari jerami.Setiap tumpukan jerami memiliki sebuah tiang yang mencuat didalamnya dan juga sebuah papan dibelakanya sebagai pendukung.Beberapa anggota klub memakai pakaian berwarna putih dan hakama hitam [Celana sejenia rok panjang yang biasa dipakai untuk latihan memanah] untuk bagian bawahnya.Disana ada sekita 10 anggota yang berjejer ; setiap anggota memakai seragam mereka, dan memegang beberapa panah.Dimana-mana terdengar suara teriakan saat mereka melesatkan anak panahnya.Mereka mungkin murid kelas 1.Akutagawa juga telah mengenakan seragam prakteknya.Dia berjalan kearahku dan berkata "Aku telah mendapat izin.Tapi, ingat jangan berkeliaran ; bisa bahaya disini"."Oke aku mengerti"kataku.Saat ini sebuah suara keras menusuk telingaku--- sebuah panah menghantam tatami [Target/Sasaran]."Uwaa... Suaranya sangat nyaring.Aku hampir mengenainya".Takeda pernah mengatakan bahwa saat panah Kak Shuuji mengenai sasaran, jantungnya pun terasa seperti terkena panahannya diwaktu yang sama."Ya...itu benar.Hampir semua orang terkejut ketika pengalaman pertamanya"Kata Akutagawa datar.Setelah itu dia juga harus berlatih, dan dia pun pergi.Aku hanya berdiri dibelakang semua orang dan mengamati latihan mereka.Anggota laki-laki dan perempuan diklub memanah berlatih bersama.Mereka dibagi menjadi setengah.Ada banyak sekali anggota, aku hanya melihat sekitar 50 orang saja.Salah satu dari mereka pasti adalah cinta pertama Takeda, "Kak Shuuji".
     (Umm...Jika itu adalah cinta pada pandangan pertama, maka dia pasti sangat tampan, jika itu kebenarannya.Orang itu pasti bukan dia, bukan dia juga, orang itu bahkan tidak cocok dengan deskripsi...).Saat aku menyelidikinya, aku meletakkan tanganku di kepalaku.Aku sangat bingung.Jumlah anggota semakin lama semakin berkurang.(Jika aku harus memilih laki-laki dengan penampilan terbaik diklub.Bagaimanapun juga, Akutagawa adalah pemenangnya.Tapi, Takeda mengatakan bahwa Kak Shuuji bukan orang yang terlalu serius--- Dia sangat ramah, dan sering berkomunikasi dengan banyak orang.Akutagawa hampir tidak bisa digambarkan sebagai orang yang ramah...Orang-orang dikelas bahkan menggambarkanya sebagai orang yang dingin.Bagaimana jika dia menjadi orang yang sebaliknya jika datang ke klub Uhmm...Uhmm...).Pada akhirnya, aku gagal mengidentifikasi Kak Shuuji.Saat sedang istirahat, Akutagawa mendatangiku dan berkata dengan pelan "Aku telah bertanya pada ketua klub, apakah ada nggota yang bernama Shuuji, tapi dia bilang tidak ada".Misteri ini sangat membingungkan.Aku mengucapkan terimakasih pada Akutagawa dan pergi menuju keklub sastra.
     "Ku-Shu~".Suara bersin yang sangat lucu terdengar ditelingaku saat aku memasuki ruang klub."Ku-Shu~ Guzu...Zuzu...".Kak Touko menarik selembar tisu dari kotak tisu, dan menyeka hidungnya."Ah, selamat siang, Konoha.Ku-Shu~!".Dia bersin, lalu menyeka hidungnya lagi.Tempat sampah disamping kakinya dipenuhi oleh tisu bekas.Ahh~~ dia benar-benar terserang demam karena kehujanan."Ini...Payungmu, terimakasih".Aku menyerahkan payung ungu itu padanya.Kak Touko dengan hidungnya yang memerah dan matanya yang berkaca-kaca tersenyum padaku."Tak masalah, aku sudah meletakkan payungmu kembali ke laci.Terimakasih telah mengizinkanku menyimpanya begitu lama."kata Kak Touko."Sepertinya kau terserang demam... Apa kau baik-baik saja ?"tanyaku."Jangan khawatir, jangan khawatir, kemarin aku membaca Cartland dengan judul 'Perasaan Yang Dihantui' didalam bak mandi.Aku terlalu asik membacanya hingga aku tak menyadari kalau airnya telah menjadi dingin.Tapi jangan khawatir, aku akan segera baikan"kata Kak Touko."Jika air mandinya sudah menjadi dingin, kau harusnya segera keluar dari bak mandi.Ditambah lagi, bukankah buku itu akan menjadi basah ?"kataku."Itulah sebabnya, itu adalah jenis kelezatang yang lain.Seolah-olah kau mencelupkan biskuit kedalam selai jambu merah kan ?"kata Kak Touko."Aku rasa, mungkin hanya ada rasa dari sampo dan sabun saja"kataku."Gosh, kau benar-benar tidak bisa bermimpi, Ku-Shu~~.....Zuzu...Tapi, Konoha.Kau benar-benar terlambat hari ini.Apakah hari ini giliranmu membersihkan kelas lagi ?"kata Kak Touko."Itu... Aku tidak ada piket hari ini.Aku pergi keklub memanah untuk penyelidikan"kataku.Kak Touko menutupi hidungnya, memiringkan kepalanya, dan menatapku.Kepangannya, yang seperti ekor kucing, dengan perlahan berayun dari punggungnya.
     "Jadi begini...".Aku bercerita tentang kejadian kemarin saat Takeda menangis, dan bagaimana kegagalanku menemukan Kak Shuuji di klub memanah hari ini."Apa...".Kak Touko terdiam.Lalu, dia mulai berpikir, dan dia berkata "Komputer diperpuatakaan harusnya mempunyai daftar lengkap nama-nama siswa.Ayo pergi keperpuatakaan."Kata Kak Touko.
     Kotobuki sedang menjadi pengawas perpustakaan hari ini."Ah".Setelah dia melihatku, dia menatapku seolah bertanya-tanya apa yang sedang aku lakukan disini."Kotobuki, bolehkah aku menggunakan komputer disini ?"kataku."Hanya ada sedikit orang yang menggunakan komputer hari ini, silahkan saja"kata Kotobuki."Terimakasih"."Ku-Shu~ maaf".Kami melewati meja Kotobuki dan berjalan menuju bagian komputer, kami memilih yang sedang tidak digunakan."Kau saja yang menggunakannya, Konoha. Aku tak terbiasa dengan mesin".Suara Kak Touko ketakutan."Tidak terbiasa...Yang hanya kita lakukan disini hanya mencari nama orang saja !".Dengan menggunakan mouse, aku membuka daftar nama-nama murid disekolah ini, dan mulai mencari 'Shuuji Kataoka'.Kursor mouse sesaat berubah menjadi jam pasir, dan kemudian sebuah peringatan muncul yang mengatakan "Catatan tidak ditemukan".Lalu aku mencari dengan nama 'Shuuji'.Itu juga sama-sama gagal.Lalu aku mencari nama dengan kata kunci 'Kataoka'.Tujuh orang ditemukan.Empat diantaranya adalah perempuan, dan tiga sisanya adalah lelaki yang tidak satupun dari mereka yang memiliki nama depan 'Shuuji'.Bahkan nama-nama itu tidak pernah terdengar olehku.Apa yang terjadi ? Shuuji Kataoka bukan hanya tidak ada diklub memanah, bahkan dia tidak ada disekolah ini.
   

No comments:

Post a Comment

Lari, Melos!

Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...