Keesokan harinya, saat jam istirahat pertama.Takeda datang kekelasku.Dia memegang sebuah buku catatan
dengan sampul bebek kuning didadanya."Selamat pagi, Kak Konoha. Aku kesini untuk mengambil suratnya".Sambil mengabaikan tatapan Kotobuki, aku membawa Takeda kekoridor."Tidak ada surat untuk hari ini"kataku."Eeh, kenapa ?"tanya Takeda."Kak Shuuji tidak ada disekolah ini..."kataku."Eeeeeh".Mata Takeda terbuka lebar.Tampaknya, dia tidak sedang berpura-pura, dia benar-benar terkejut.
Lalu, sambil tertawa, dengan lucu, dia berbicara "Gosh.Apa yang kau bicarakan, Kak Konoha.Kak Shuuji benar-benar ada disekolah ini kok"."Tapi, aku tidak menemukan seseorang bernama Shuuji Kataoka di klub memanah, dan aku juga tidak menemukannya didaftar siswa sekolah.Takeda, kepada siapa kau berikan suratnya ?"kataku.Takeda masih dengan riang menjawabku --- "Untuk Kak Shuuji".Ekspresi dan suaranya menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak terganggu dengan pertanyaanku.Aku mulai berpikir, apakah aku telah melakukan kesalahan ?.Perasaan tidak enak ini, semakin membengkak didalam diriku."Kak Shuuji benar-be~~~nar ada di klub memanah !"kata Takeda."Ta-Tapi..."."Bahkan aku selalu menyimpan surat Kak Shuuji sepanjang waktu.Ini !".Takeda membuka buku catatan bergambar bebek yang dipegang ditangannya.Dia mengambil sebuah amplop didalamnya dan menunjukannya padaku.
Amplop putih itu cukup sederhana.Disana tidak tertulis nama penerimanya.Hanya yang ditulis diatasnya adalah kata "Dari : Shuuji Kataoka".
Takeda kemudian mengeluarkan surat didalamnya.Surat itu hanya sebuah kertas putih yang sederhana.Sepertinya ada tiga lembar kertas yang dilipat bersama.Setelah aku ingat-ingat, kemarin Takeda juga menyebutkan sesuatu tentang surat yang diberikan Kak Shuuji kepadanya.Disaat itu dia hanya mengatakan "Suratnya...".Kemudian dia menjadi murung dan terdiam.Dia juga mengatakan bahwa ada sesuatu yang mengganggu Kak Shuuji.Suratnya pasti tentang hal itu, kan ?.Ekspresi Takeda tampak agak ragu.Dengan ekspresi tak senang yang kulihat darinya, dia menatapku.Kemudian, seolah-olah dia telah mengambil sebuah keputusan, dia memberikan surat-surat itu padaku.
"Kak Konoha, itu benar.Aku tidak berbohong.Silahkan saja baca suratnya.Kak Shuuji...sedang dalam masalah sekarang...Tapi, aku terlalu bodoh.Aku benar-benar tidak mengerti...Jadi...Jadi...tolong, Kak Konoha, tolong bantu dia...".Dengan suaranya yang sedih, dia benar-benar tulus mengatakan itu padaku.Meski diluar dia sangat bersemangat, mungkin didalam, level stressnya sudah mencapai batasnya.Mungkin Takeda juga mencari seseorang untuk membantunya.Mungkin karena itulah dia sekarang menatapku dengan lemah.
Aku tahu, setelah aku membaca surat itu, aku tidak akan bisa mundur lagi.Saat ini, aku hanya ingin membantu Takeda. Tidak ada yang lain.
Dapat menjalani hidup dengan tenang dan tanpa akhir adalah harapan terbesarku.Ikut campur urusan orang lain adalah tindakan yang bodoh.Maaf, aku bukan tipe orang yang bisa menangani beban berat seperti itu.Seharusnya aku mengatakan itu, berbalik, dan pergi.Tapi, sepertinya sudah terlambat.
Apakah Shuuji Kataoka benar-benar ada...? Kenapa ini terjadi ? Bahkan aku sendiri ingin tahu jawabannya.Aku menerima surat itu dan membukanya.Ujung jariku seperti mati rasa.Aku bahkan bisa mencium baunya aroma manis.
"Aku telah hidup dalam rasa malu.Bagiku, aku hanya orang yang tidak bisa menemukan sifat manusia didalam diriku.Seperti halnya kebaikan, empati, kasih sayang dan perasaan lain yang seharusnya dimiliki manusia."
"Aku, dengan menggunakan topeng badut.Aku membunuh diriku sendiri dan mencoba membuat orang-orang disekitarku tertawa.Berharap, tidak akan ada yang menganggapku berbahaya.Tapi, saat kebohongan itu menumpuk satu sama lain, hatiku menjadi kosong dan lebih kosong lagi"
"Dihari itu, aku telah membunuh seseorang.Aku menyaksikan sebuah tubuh hancur.Dan dari itu, bau amis dari darah tersebar dijalanan beraspal yang gelap.Aku, dengan hatiku yang berlubang, berada ditempat kejadian.Aku telah membunuh seseorang.Bahkan, tuhanpun tak mau menolongku".
Sepulang sekolah aku pergi keruang klub sastra.Setelah Kak Touko membaca surat itu dia dengan tegas berkata "Itu, 'Ningen Shikkaku'" . "'Ningen Shikkaku', itu karya Osamu Dazai, kan ?".kataku.
"Ya, baris pertama mengatakan 'Aku telah hidup dalam rasa malu' adalah perkataan tokoh utama dari 'Ningen Shikkaku'.Dan juga, sepertinya kalimat lainya mengacu pada 'Ningen Shikkaku' juga".Setelah Kak Touko mengatakan itu "Ku-Shu ~~" dia bersin lagi.Setelah beristirahat kemarin malam, dia menjadi lebih baik, tapi belum sembuh total.Matanya terus menatap sekitar.
"Dengan kata lain, kejadian yang dijelaskan didalam surat itu tidak benar-benar terjadi.Itu hanya sebuah tiruan dari sebuah novel"kata Kak Touko. Aku harap itu benar.Ketika aku menerima surat itu dari Takeda dan membacanya, didalamnya terlihat seperti sebuah permintaan tolong.Aku merasa bahwa aku telah dilemparkan kedalam dimensi yang sangat-sangat gelap.Inilah pegakuan dan penyesalan orang bernama Shuuji Kataoka. Ketika dia kecil, Shuuji tidak memiliki sifat-sifat emosional yang dimiliki oleh orang lain.Kenapa seseorang merasa bahagia ? Kenapa orang merasa tidak suka ? Dan apa arti dari suka ? Apa arti dari tidak suka ?.Saat pemakaman seorang kerabat dekatnya, semua orang menangis.Tapi, dia tidak merasa sedih sama sekali.Saat seorang teman akan pindah, semua orang merasa sedih.Tapi tidak untuknya.Ketika ada seekor anak anjing, semua orang mengatakan bahwa itu sangatlah lucu.Hanya saja, dia gagal untuk memahami kenapa mereka menyukainya ?.Seiring kejadian seperti ini terus terjadi padanya.Dia mulai kehilangan rasa kemanusiaanya.Sebaliknya, dia menganggap bahwa dirinya adalah monster yang terkutuk.Kegagalan memahami perasaan orang lain membuatnya merasa takut, putus asa dan merasa sakit.Jika semua orang tahu bahwa dia adalah monster, apa yang akan orang-orang lakukan ? Karena takut, dia menjadi badut.Badut yang selalu membuat semua orang tertawa.Badut yang mencoba dengan keras untuk membuat orang lain menyukainya.Orang-orang disekitarnya akan tertipu dengan kepura-puraanya.Dan akhirnya dia menjadi populer dilingkungannya.Tapi, jauh didalam dirinya, dia terbelenggu oleh rasa malu yang kuat.Ini adalah rasa sakit yang luar biasa untuknya.Berbohong itu memalukan.Menyimpang juga memalukan.Dalam suratnya, Shuuji Kataoka berulang kali mendeskripsikan rasa sakitnya yang begitu dalam.
"Sangat memalukan.Aku merasa sangat malu.Hanya berpura-pura saja membuatku merasa sangat malu".
Hanya satu orang yang mengetahui trik badut Shuuji. Shuuji menyebut orang itu sebagai S.Dalam surat tersebut, dia mengatakan bahwa orang itulah yang paling memahami dia.Dan pada saat yang sama, S juga menjadi kehancuran baginya.
"Hanya satu orang.Hanya S, melalui matanya yang cerdas, dia membuatku sadar bahwa aku adalah seorang badut".
"Suatu hari, S membawaku menuju kehancuran"
"Suatu hari, S dalam diamnya bekata padaku. Pacarmu, apa kau benar-benar mencintainya ?".
Surat itu berakhir disini.Siapa 'Dia' dalam surat itu ? Siapa itu 'S' ? Aku benar-benar tidak bisa berpikir.Jawaban apa yang akan diberikan Shuuji kepada 'S' ? Ketika aku selesai membaca surat itu, entah kenapa dadaku terasa sangat sesak.Aku pernah merasakan ini sebelumnya.Setelah mendengar apa yang Kak Touko katakan, bagaimanapun juga aku merasa terlahir kembali.
Ketika aku SMP, aku membaca karya Dazai yang paling terkenal ini.Kesan pertamaku saat membaca buku itu adalah sangat gelap.Alasanku membaca buku itu adalah karena itu salah satu dari emapat bacaan yang ditetapkan oleh guru pada liburan musim panas.Setelah aku memilih sebuah buku, aku harus membacanya dan menulis laporan tentang buku itu.Mungkin pada saat itu aku sedang dalam masa pertumbuhan, aku memilih buku yang paling sulit untuk dibaca.Tapi, saat itu aku adalah siswa SMP, aku belum cukup dewaaa.Jadi, aku benar-benar tidak mengerti rasa sakit yang dialami oleh karakter utama.
Karakter utama terus mengakui kesedihan didalam hidupnya.Tapi, aku tak mengerti sedikitpun.Pada akhirnya, aku mengganti dengan buku lain untuk laporanku.Bahkan itu sudah lama sekali, tapi jauh dilubuk hatiku, sepertinya aku masih ingat isi buku itu.Jadi, ketika aku membaca surat Shuuji Kataoka, aku seperti sedang terkena Deja Vu.
"Ku-shu~~".Kak Touko mulai bersin lagi."Uhmm... Menurutku surat ini tidak sepenuhny menyalin dari buku Dazai.Penulisnya hanya menggunakan 'Ningen Shikkaku' sebagai alat untuk mengungkapkan perasaannya.Sehingga orang lain bisa mengenal dirinya yang sebenarnya, kupikir" kata Kak Touko."Jika itu benar, dia bilang dia telah membunuh seseorang, apakah ini benar ? Dan dia bilang bahwa dia ingin mati, apa itu benar juga ?"kataku."Jika dia benar-benar telah membunuh seseorang, pasti keadaannya saat ini pasti sangat buruk".Tidak peduli bagaimana kau mengatakannya, Shuuji Kataoka tidak hanya memiliki sesuatu yang sedang mengganggunya.Aku harus menolongnya sesegera mungkin.Bagian pembunuhan mungkin hanya khayalan, tapi tindakannya mungkin akan cukup berbahaya.Apalagi, bagi orang yang sedang berada dalam keputusasaan dan begitu meremehkan hidupnya.Bagaimana dia bisa hidup ?
"Dazai Osamu melakukan bunuh diri sebulan setelah dia menyelesaikan 'Ningen Shikkaku'.Kelihatanya itu tidak bagus" kata Kak Touko.Surat ini hampir terasa seperti sebuah surat wasiat.Shuuji Kataoka pasti berencana untuk bunuh diri.Karena itulah dia menulis surat ini untuk Takeda, iya kan ?
Kak Touko sedang duduk dikursinya, kedua tangannya memeluk lututnya.Jari telunjuk kanannya mulai ditempelkan dibibirnya saat dia mulai berpikir."' Ningen Shikkaku' karya Dazai Osamu terdiri dari 'Prolog','Catatan pertama','Catatan kedua','Catatan ketiga' dan yang terakhir 'Epilog'.Buku itu diterbitkan pada bulan Juni, juli, dan agustus.Awal cerita 'Prolog', berisi pengakuan karakter utama 'Youzou' selama masa remajanya.'Catatan pertama' diterbitkan pada bulan mei. sebulan kemudian, pada tanggal 13 juni, Dazai Osamu dengan kekasihnya 'Yamazaki Tomie', melompat dari jurang dan tenggelam..."Kak Touko melihat jauh.Bibirnya sama seperti mesin, bergerak beraturan.
"Bagian kedua dari cerita ini diterbitkan selama masa pencarian.Pada tanggal 19 juni, mayat mereka ditemukan.'Catatan ketiga' dan 'Epilog' diterbitkan sebulan kemudian.Dalam edisi 'Ningen Shikkaku' bisa dikatakan sebagai Biografi kehidupan Dazai.Tokoh utamanya lahir dikeluarha kaya dipedesaan yang terkenal.Dia merasa malu dan takut akan penyimpangannya, jadi dia bermain sebagai badut.Kemudian, dia terjun ke kehidupan sosial.Tapi, ditengah jalan dia berhenti.Dia mulai membenci dirinya sendiri.Untuk melepaskan dirinya dari keputusasaan, dia memilih menjalani hidup dengan penuh dosa.Waktu itu, dia dan seorang pelayan kafe memutuskan bunuh diri bersama.Sang pelayan meninggal, tapi dia berhasil bertahan.Karena itu, dia menjadi lebih putus asa lagi.Dia menjadi meragukan dirinya sendiri dan putus asa.Pada akhirnya, dia kembali kekehidupan yang buruk dan tanpa hasil.Bahkan istrinya yang polospun tercemar olehnya.Karakter utama mejadi pecandu berat narkoba.Teman-temannya mengirimnya kerumah sakit jiwa, dimana dia akan disembuhkan.Penulis Dazai Osamu juga berasal dari keluarga pemulik hutan dipedesaan.Dia bergabung dengan kehidupan sosial karena dia khawatir apakah dia akan tetap menjadi seorang pewaria atau tidak.Dia juga mencoba bunuh diri dengan pelayan kafe, tapi itu gagal.Waktu itu, Dazai diselmatkan, namun sang pelayan meninggal.Setelah itu, dia menikahi 'Geisha Oyama Hatsuyo', yang berasal dari kota yang sama.Tapi, setelah mengetahui masa lalu Hatsuyo, dia trauma.Dan dia mencoba bunuh diri, tapi sekali lagi itu gagal.Setelah itu, karena beratnya kecanduan narkoba, dia masuk rehabilitasi.Setelah dibebaskan, dia menulis dasar dari 'Ningen Shikkaku'.Tidak lama setelah itu, dia mencoba bunuh diri lagi bersama istrinya Hatsuyo, tapi akhirnya gagal.Setelah itu, Dazai Osamu menulis banyak karya terkenal.Sepuluh tahun berlalu, akhirnya dia menulis ulang dan menyelesaikan 'Ningen Shikkaku'.Setelah selesai, dia bunuh diri.Kali ini Dazai dan istrinya meninggal dunia.Inilah sebabnya kenapa setiap orang berpikir bahwa 'Ningen Shikkaku' adalah Biografi dari Dazai Osamu" Kak Touko perlahan memandang kearahku, dan bertanya ---
"Konoha, apakah kau pernah membaca karya Dazai Osamu ?"."Ya, aku pernah membacaya.Didalamnya juga termasuk 'Hashire Merosu' dan 'Fuyaku Hyakei, kan ?"kataku."Dari apa yang aku ingat, 'Hashire Merosu' diletakan didalam buku teks etnik.Ini adalah artikel yang bagus, tapi rasanya tidak enak...Um, Ku-shu~~! Ku-shu~~! Ku-shu~~!".
Dia mungkin terlalu banyak bicara sekaligus, jadi dia berain beberapa kali tanpa henti."Apa kau baik-baim saja ?"kataku."Hm, aku baik-baik saja...Zu zu.Jadi, Konoha.Apa pendapatmu tentang Dazai Osamu setelah membaca karyanya ?"kata Kak Touko."Aku tak begitu mengerti.Prolognya saja sudah sangat berat...Tapi, sebaliknya 'Hashire Merosu' membuatku merasa sangat bersemangat.Akhir ceritanya sangat bagus.Untuk 'Fuyaku Hyakei' aku hanya ingat adegan saat foto diambil.Setelah aku baca ceritanya, aku merasa sangat bahagia.Apalagi alurnya sangat santai untuk dibaca, kau hampir merasa sedang mengobrol dengan penulisnya"kataku."Tepat sekali.Itulah salah satu sifat menarik dari karya Dazai".Kak Touko menyeka hidungnya dengan tisu, meremas tisu itu menjadi gumpalan bola, dan melemparkannya ketempat sampah.Kemudian dengan nada antusias, dia melanjutkan pembicaraannya.
"Karya Dazai sering membuat pembacanya seolah sedang mengobrol dengan penulisnya.Ini adalah cara yang sangat luar biasa.Sudut pandang orang kedua adalah keajaiban terbesar Dazai Osamu.Dan ini adalah 'Resonasi' antara penulis dan karyanya"."Resonasi ?"tanyaku.
"Ya, Dazai adalah penulis dengan banyak komentar terhadapnya.Banyak orang yang tidak menyukai karyanya.Karyanya terlalu gelap, menyedihkan dan berat.Tapi, untuk orang yang menyukainya, dia adalah penulis yang sangat menarik.Tidak ada yang suka padanya.Namun sebenarnya, setelah kematiaanya.Setiap tahun pada kematiannya, pembacanya akan memegang sebuah catatan tentang pertemuan untuk meratapi kematiannya.Bahkan sampai saat ini, masih banyak orang yang menjadi penggemarnya.Dengan memiliki banyak penggemar, Aku pikir bahwa dia memiliki beberapa kualitas sebagai sastrawan besar.Mengapa para penggemar sangat mencintai Dazai ? Itu karena pembaca bisa melihat kekhawatiran mereka tercermin dikarya Dazai, 'Aaa, aku mengerti ini.Aku juga seperti ini.Orang ini sama dengannku...', saat pembaca berpikir seperti ini, Karya Dazai memiliki keajaiban untuk memanggil reaonasi ini.Tidak peduli siapa dia, Semua orang ingin dimengerti oleh orang lain.Setiap orang mengganggapnya spesial.Penyimpangannya bisa menjadi hal yang menyeramkan.Kesepiannya juga sangat menyedihkan.Karya Dazai ini seperti seolah-olah, saat itu juga sedang mengobrol dengan hati terdalam pembacanya.Saat kau membalik halamannya, kau akan bergabung dengan penulia dalam dunia cerita.'Aaaa, rasanya cerita itu milikku sendiri.Karakter utama ceritanya adalah aku... Kau mungkin tidak membantu, tapi memang seperti ini'.Menurut legenda, saat Dazai masih hidup, pembacanya sering menulis surat atau catatan kepadanya.Mengungkapakan kekhawatiran mereka.Terkadang dia juga menggabungkan cerita pembacanya dengan bukunya.Cerita tentang kehidupan gadis normal 'Joseito', didasarkan pada buku hariaan pembacanya 'Ariake Shzuko no Nikki'.Karena pengaruh Karya Dazai, bahkan gaya penulisannya pun sama persis.Sangat dapat dipercaya jika kau mengatakan bahwa ini adalah bagian dari karya Dazai"kata Kak Touko.
"Shuuji Kataoka mungkin mengalami resonasi yang sama dengan 'Ningen Shikkaku'.Apa alasan dia menulis ini ?"kataku."Kemungkinan dia melihat kesamaan antara dia dan karakter utamanya.Ini adalah hal menarik dan disaat yang sama, ini juga meningkatkan kualitas cerita Dazai...Ketika kau berada dalam suasana hati yang depresi, jika kau membaca buku ini.Sangat mungkin hal itu akan mendorongmu melewati batas dan terombang-ambing dilautan yang paling gelap..."kata Kak Touko.
Shuuji Kataoka juga terpikat oleh Dazai, dan dia juga jatuh kedalam keadaan yang menyakitkan ini."Tapi, surat ini berakhir ditengah-tengah.Apakah ini akan seperti 'Ningen Shikkaku' dan memiliki Catatan kedua dan ketiga ?"kataku."Ku-shu~~, Gosh.Jika itu benar, maka jika masalah ini tak terpecahkan sebelum kemunculan Catatan kedua, dia mungkin akan benar-benar bunuh diri"kata Kak Touko.
"Tolong jangan mengatakan sesuatu yang menakutkan seperti itu"kataku."Tapi, hanya dengan membaca suratnya, kau merasa seolah-olah tidak punya tempat untuk pergi...Tidak masalah betapa laparnya aku, karena aku tidak mau menyentuh kata-kata inj.Jika aku makan surat beracun ini, aku juga mungkin ingin bunuh diri"kata Kak Touko sambil bergidik."Lalu, siapa 'S' yang disebutkan dalam surat itu ? Dan siapa 'Dia'...Apakah itu berarti Takeda ? Yang lebih penting lagi, dimana Shuuji Kataoka ?"kataku."Betul, ini masalah yang nomor satu.Kita harus menemukan Kak Shuuji sesegera mungkin.Jika dia berencana untuk membunuh atau bunuh diri, kita harus menghentikannya"kata Kak Touko."Pada akhirnya...Satu-satunya orang yang bisa menjawab ini adalah Takeda..."
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment