Saturday, 27 April 2019

Novel Aku Dan Gadis Sastra : Jiwa Yang Lapar Prolog

Dia akan membunuhnya.

Tubuhnya bergetar dengan kegilaan saat dia membuat keputusan.

Ya. Bunuh dia. Lakukanlah.

Sehingga waktu tidak akan pernah mengalir kembali ke jalur aslinya. Jadi dia akan selamanya terikat di dunianya.

Rangkullah mayatnya, minum darahnya, makan dagingnya, taruh kepalamu di tulangnya, dan beristirahatlah di peti mati yang sama dengannya. Mata, hidung, bibir, kulit, daging, darah, tulang-tulangnya — semuanya.

Saat masing-masing jarinya sampai ketenggorokannya — seputih salju dan sedingin es -- dia berbisik dengan serak.

"Selamat tinggal, Kayano, pengkhianatku."

No comments:

Post a Comment

Lari, Melos!

Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...