Kebanyakan cerita di dunia ini sangatlah enak.
Hari berikutnya di kelas pagi.Saat kelas dimulai, aku juga harus memulai
peperangan yang sangat sengit untuk membuat surat cinta pertamaku di dalam hidupku.
Aku menutupi tugas membuat suratku diatas meja dan menulisnya dibuku catatanku, dan aku juga harus berpikir keras untuk menentukan gaya bahasa dalam suratnya.
"Untuk Kak Shuuji Kataoka, aku minta maaf karena karena telah menulis sebuah surat untukmu.Aku rasa, kau akan terkejut saat menerima surat ini.Namaku Chia Takeda.Aku baru saja memasuki kelas 10-2 di SMA musim ini.Saat aku berangkat kesekolah, aku melihat Kak Shuuji sedang latihan di klub memanah.Aku rasa, kau sangat mengagumkan.Dan kemudian, aku telah jatuh cinta padamu"(Yikes, ini tidak akan bekerja, kata-katanya terlalu buruk).
"Untuk Kak Shuuji Kataoka, Halo ! Ini pertama kalinya aku menulis surat untukmu~~~~~.Aku Chia Takeda.Tapi, teman-temanku biasa memanggilku Chia.Aku adalah kelas 10-2.Tempat dudukku adalah nomor sebelas, zodiakku Cancer, Dan golongan darahku adalah B.Warna kesukaanku mungkin adalah warna biru.Ini mungkin sedikit terdengar tidak penting.Tapi, aku harus memberi tahumu hal ini.Aku telah jatuh cinta kepadamu Kak Shuuji. Kyaaaa, ini sangat memalukan."(Aku rasa, jika aku menulis surat seperti ini, akulah yang lebih malu lagi.Ini membuatku terlihat seperti orang bodoh).
Hanya seperti ini saja, membuat wajahku memerah karena malu.Aku akan menulisnya dilain waktu saja.
Apa yang terjadi dengan duniakku ?.
Kak Touko, dengan suaranya yang sok tahu, berkata seperti ini padaku --
"Susunan surat buatanmu tidak mempunyai cukup perasaan didalamnya.Ini adalah kesempatan bagus untuk latihanmu.Tapi jangan menyerah ! Coba dan bayangkan perasaan dari Takeda, dan tulislah surat cinta itu menyerupai kuatnya cinta seorang gadis yang akan menulis sesuatu yang manis.Sesuatu yang akan membuat sipembaca merasa bahwa dunia ini berkilauan.Jadi, senang adalah sesuatu yang dapat membangunnya.Ini adalah suasana hati yang harus kau tiru.Bila kau bisa menyelesaikan ini, siapapun yang menerima surat ini akan berpikir 'Chia itu sepertinya gadis yang sangat manis !' Kemudian dia akan menyadari bahwa dia telah dicintai oleh gadis yang cantik dan manis, dia pasti akan merasa tersentuh".
Aku tak bisa menahanya.Bila memang seperti itu, aku berdiri disamping Kak Touko dan menyuruhnya menulis.
"Aku hanya memakannya !"
Dia menjawabnya tanpa rasa malu sedikitpun dan malah tertawa.
Dipapan tulis, terdapat sebuah gambar DNA berbentuk spiral.Dan seorang guru berambut putih berdiri di didepan sambil menjelaskan bagaimana bagian sel dan genetika bekerja.
SMA ku ini hampir sama seperti halnya universitas.Jadi, hampir semua orang yang belajar disini adalah orang yang benar-benar serius dalam belajar.
Sekarang, disana hanya ada suara seorang guru dan bunyi serutan dari sebuah pensil yang akan digunakan untuk menulis diatas kertas.Kemudian juga, disana ada beberapa orang yang tidak mendengarkan sang guru.Dan sebagian besar dari mereka memainkan handphone miliknya dibawah meja mereka.(Tapi, tak ada seorang pun dari mereka yang mendengarkan pelajaran dikelas sambil menulis sebuah surat cinta diwaktu yang bersamaan, benarkan ? Menulis surat itu sudah bukan zamannya lagi.Bukankan sebagian besar orang sudah menggunakan SMS ?).
Aku tiba-tiba menyadari bahwa aku menulis sebuah surat cinta selama kelas berlangsung.Dan itu malah membuat wajahku semakin memerah dan memanas.(Tidak, tidak.Ini bukan surat cinta dariku.Ini adalah surat cinta milik Takeda.Dan Takeda adalah orang yang menyukai Kak Shuuji, bukan aku..... Eh, kenapa aku marah pada diriku sendiri).
Aku pikir, aku akan mencoba mendengarkan apa yang diusulkan Kak Touko dan mencoba untuk meniru apa yang dipikirkan Takeda dan juga perasaanya saat aku menulis surat.Jadi, hal pertama yang harus aku lakukan adalah mencoba untuk membayangkan dengan keras wajah Takeda yang sedang jatuh cinta ---
Seorang murid SMA tahun ajaran baru bernama Chia Takeda diam-diam menyukai seseorang bernama Shuuji Kataoka.Dia adalah anggota klub memanah kelas tiga.
"Ketika aku memasuki sekolah ini, aku berjalan-jalan dan mengunjungi semua klub yang ada disini.Kemudian aku pergi ke klub memanah.Bagaimanapun juga, disana aku melihat Kak Shuuji yang tampan sedang latihan memanah.Kak Shuuji dengan gagahnya menarik panahannya~~~~~ menggenggamnya dan melesatkan anak panahnya, dan mulai melesat mengenai target tepat dibagian tengahnya.Disaat seperti ini, mata dan udara disekitarku seperti membeku ; aku tidak bisa menggerakan mataku dan mengedipkannya.Aku menghentikan langkah kakiku, dan dengan nafas yang terengah-engah aku melihatnya.Kau tahu, sebelum aku melihat dia, aku merasa sesuatu seperti hal buruk akan terjadi padaku.Dan aku sangat sedih dikala itu.Tapi, setelah aku melihat Kak Shuuji, semua hal buruk yang ada pada diriku menjadi seperti sebuah asap yang tertiup angin, dan terbang menjauh.Ketika Kak Shuuji menembakan anak panahnya ketitik merah yang berada ditengah.Itu sama seperti halnya dia memanah dan tepat mengenai hatiku.Kemudian Kak Shuuji akan merasa senang dan gembira seperti seorang anak kecil, tersenyum dengan manis.Ahh~~~, itu adalah senyum paling indah yang pernah aku lihat ! Hanya seperti itu saja sudah membuatku jatuh cinta padanya.Aku sangat buruk dalam hal olahraga.Jadi, aku tak bisa bergabung dengan klub memanah ! Tapi, aku selalu pergi kesana dan memata-matai Kak Shuuji.Aku mendengar anggota klub lain memanggilnya Kataoka atau Juu, itulah nama yang kutahu.ketika Kak Shuuji tidak sedang latihan, dia terlihat mempunyai selera humor yang tinggi.Sungguh tak biasa.Dia selalu mengeluarkan lawakannya dan membuat semua orang tertawa.Tapi, ketika dia latihan memanah.Dia menjadi sangat serius dan bersikap tenang.Ketika dia tidak latihan dia akan terlihat sangat alami dengan selera humornya.Tapi, ketika dia mulai latihan, dia terlihat sangat fokus dan itu membuatku sedikit takut.Bagaimanapun, bila dia gagal mengenai tengahnya, dia akan berkata 'Ah~~~', dan mengusap keningnya.Namun, bila dia dapat mengenai tengahnya, dia akan sangat senang seperti seorang anak kecil, melompat dan tersenyum diwaktu yang bersamaan.'Aku mengenainya !'.Ketika Kak Shuuji sedang berlatih menggunakan panahnya, sebenarnya apa yang dia pikirkan ? Aku menyimpan sebuah pertanyaan yang membuatku penasaran.Dan karena itu semua, seluruh hatiku berisi dengan semua yang dilakukan Kak Shuuji.Aku ingin tahu lebih banyak tentang Kak Shuuji.Aku juga ingin Kak Shuuji tahu keberadaanku"
Kadang saat Kak Touko bercerita tentang sebuah buku, dia akan membicarakannya dengan sangat sungguh-sungguh.Dan itu hampir sama seperti saat Takeda bercerita tentang Kak Shuuji.Mukanya yang memerah, dengan matanya yang berkerlip, rasa bahagia dan gembira itu datang dari hatinya.Dia hanya bercerita dan bercerita semua hal tentang Kak Shuuji.
Aku pikir, aku hampir mendekati hal itu..... Takeda sangat menyukai Kak Shuuji --- Aku harus mencoba lebih keras dan mengutarakan perasaan Takeda disurat ini, kalau tidak, aku akan mendapat mimpi buruk setiap malam....
Aku melemparkan catatanku yang salah ke dalam tong sampah dan membuat halaman baru di buku, Dan aku mencoba untuk mencatat perasaan yang dimiliki Takeda sedikit demi sedikit.
"Aku ingin Kak Shuuji mengetahui keberadaan diriku, aku ingin tahu lebih banyak tentang Kak Shuuji.Jadi, aku mengumpulkan keberanianku dan menulis surat ini.......
...........
...........
...........
"Akhirnya suratnya sudah selesai "
Sepulang sekolah, aku melipat suratku menjadi persegi empat dan memberikannya pada Takeda.
"Aku tidak bisa menulis lebih banyak.Aku hanya menggunakan waktu istirahatku untuk menulis ini, jadi, aku tidak bisa menjamin kualitasnya...."kataku.
"Wahh, terima kasih banyak"
Takeda mulai melompat-lompat karena senang.
Dengan hati yang senang dia menerima suratnya.
"Wahh, Tiga.Disini ada tiga surat ! Kau menulisnya selama waktu istirahat ? Tidak diragukan lagi, kau memang kartu as nya klub sastra"kata Takeda.
"Kau...kau juga sangat baik hati"kataku.
"Bisakah aku membacanya sekarang ?"
Takeda mencoba untuk membuka lipatan kertasnya.
Tapi, dengan cepat aku menghentikannya.
"Wah, jangan ! Jangan membacanya sekarang !"kataku.
"Kenapa ? Aku juga ingin tahu isi didalamnya.Konoha sudah mencurahkan semuannya kedalam surat cinta ini" kata Kak touko sambjl tersenyum jahat.
Perlahan dia berjalan kesamping Takeda untuk mengintip isi dari suratnya.
Dengan segera aku bergerak dan berdiri diantara mereka berdua.
"Tidak ! tidak boleh !"kataku.
"Oke, aku tahu.Aku akan aku akan pulang setelah ini.Aku ada keperluan dirumah segera dan menulis laporan untuk Kak Touko diatas kertas yang sebenarnya....Aku juga baru saja membeli lampu hias berwarna pink, dengan cap daun sakura di semua lampunya.Mereka sangat imut dan indah !"kata Takeda.
"Hm, Ide bagus ! Sekarang ayo pulang !"
Dengan gugup aku mecoba menyuruh Takeda pulang.
"Selamat tinggal, lakukan yang terbaik !" kataku.
"Oke terima kasih untuk bantuannya"kata Takeda.
"Jangan lupa untuk menulis laporanmu ~~~~"kata Kak Touko.
"Aku tahu ~~~"
Takeda melambaikan tangannya yang masih memegang suratnya, dan menjawab dengan perasaan senang.Saat dia pergi, dia tersandung dan jatuh kelantai lagi, tapi kemudian dia bangkit dan berdiri lagi.Dia tertawa malu dan pergi menjauh.Dengan perasaan gugup aku melihatnya pergi.
No comments:
Post a Comment