Tuesday, 3 October 2017

Novel Aku Dan Gadis Sastra : Other Story Bagian 1 B


   Kak Touko mengambil sebuah jam tangan berwarna silver dari sakunya dan mendekatkanya kewajahnya.

     "Lihat, lihat. Hanya tersisa lima menit lagi.Untuk kepentingan kakak
kelasmu ini, tolong tulis sesuatu yang sangat manis ! Cerita Gallico mempunyai inti cerita yang menenangkan dan juga segar.Jadi, untuk kali ini ~~~ buatlah yang terbaik.Jika itu adalah cerita cinta yang hangat, tambahkan cerita tragis didalamnya.Tapi, cerita romansa harus berakhir dengan Happy ending.Jangan buat tokoh utamanya mati karena Leukeumia atau serangan jantung atau mati karena tersedak kue Strawbery, atau semua hal yang sama !"Kata Kak Touko.

     Dapat.Aku sudah memutuskan untuk mengganti plotnya.Aku akan menulis tokoh utama dan cinta pertamanya, setelah beberapa tahun terpisah, secara kebetulan, salah satu dari mereka berlari didepan gedung parlemen.Kemudian siperempuan akan terbunuh oleh kotak dari kue strawbery yang jatuh di atas kepalanya.Dan ceritannya akan berakhir dengan tragis.

     Kak Touko meletakan dagunya ditangannya.

     Dengan sikunya yang menopang kepalanya, dia tersenyum padaku.Dia terlihat seperti gadis yang bersikap baik ketika dia sedang menunggu makanan atau cemilannya.

     Bagaimanapun juga, obsesi di wajahnya seperti seorang anak kecil.Matanya yang bersinar dipenuhi dengan harapan.

     "Ho ho.Tulisan tangan adalah kesukaanku.Ketika membaca sususan cerita Ougai atau Souseki.Pembaca akan merasakan betapa manisnya buah-buahan yang sudah matang.Bagi orang lain, menulis amatiran itu mempunyai rasa yang menarik.Terutama susunan ceritanya, itu seperti kau menggunakan tanganmu untuk mengambil air dari sungai yang sangat jernih dan kemudian kau meminumnya.Itu sangat menenangkan hati, sangat segar dan manis bila kau menikmatinya bersamaan --- itu seperti memanen tomat dan acar kuning ! Walaupun masih kotor, itu sangat enak saat dimakan.sangat, sangat, sangat enak! "

     Susunan tulisanku seperti tomat dan acar kuning...?

     Bila aku beritahu dia bahwa aku penulis bishoujo misterius, kira-kira ekspresi apa ya yang akan ada diwajahnya ?

     Baiklah, aku tidak akan pernah menyebut-nyebut insiden itu lagi didalam hidupku.

     "Lihat, dua menit sudah berlalu.ini waktu yang sangat genting.Cepat lakukan yang terbaik"Kak Touko mulai berteriak padaku.

    Dia kemudian menempelkan dagunya di meja, Dan dengan matanya yang melihat keatas.Dia kemudian menatapku dengan gembira.

    Kak Touko, kau terlalu naif.Aku tidak ingin menurutimu.Dan disaat momen seperti ini ---

    "Permisi ! Waaah ! "

    Pintu ruangan terbuka, dan dengan suara yang gaduh, seseorang tersandung oleh pintu masuk.

    Seorang perempuan jatuh berputar-putar.Itu membuat seragam sekolah yang dikenakannya terangkat keatas.

    Sebuah pemandangan dari celana dalam teddy bear yang sederhana terlihat olehku.

    Hanya aku yang menyadari kalau orang ini menggunakan celana dalam yang sama dengan saudara perempuanku yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

     Dia menggerang dan mencoba untuk berdiri.Ketika dia mengulurkan tangannya guna menyeimbangkan tubuhnya, Sialnya, dia malah berpegangan  pada ujung buku yang tertumpuk diatas meja.Kemudian, buku itu jatuh dan menghantam wajahnya dan dia kembali jatuh.

   "Ahhhg ! " Bruk ! Klang !

   "Muaaaa.....Aaaah....Hidung....Hidungku....."

   Perempuan itu menggelengkan kepalanya sambil menekan hidungnya dengan telapak tangannya.Kak Touko yang juga melihatnya langsung berlari kearahnya.

   "Konoha, jangan lihat".

   Kak Touko dengan sesegera mungkin membetulkan pakaian perempuan itu.Tapi sayangnya, aku sudah melihatnya walaupun dia melarang untuk melihatnya.Dan lagipula, aku tidak akan berpikiran yang tidak-tidak kalau cuma melihat celana dalam Teddy bear.

    "Apa kau baik-baik saja ?".

   Kak Touko dengan ramah memegang tangan perempuan itu dan membantunya berdiri.

   Perempuan itu pasti merasa malu karena insiden itu, mengingat kalau dia terjatuh berputar-putar.Wajahnya yang mulai memerah padam memberitahukannya padaku.

   "Aaaah, Aku baik-baik saja, maaf.Aku memang sering tersandung dan jatuh.Khususnya saat aku jatuh berputar-putar ketika disana tak ada apapun yang membuatku tersandung.Ini sudah biasa.Jangan khawatirkan aku".

    Aku tidak pernah berpikir tersandung bisa menjadi sesuatu hal yang khusus.

   "Maaf.Aku Chia Takeda dari kelas 10-2.Aku datang kesini ingin meminta bantuan untuk sesuatu yang sangat penting".

   Dia mempunyai rambut yang panjang dan lembut.Ukuran tubuhnya sangat kecil.Semuanya terlihat seperti dia adalah seekor singa dengan ukuran kecil atau seekor anak anjing Bichon Frise.

   Apa mungkin dia ingin bergabung dengan Klub Sastra ?

   Apa mungkin ini adalah percobaan Kak Touko untuk bertanya padaku apakah berefek atau tidak ?

  Bila ini memang benar-benar terjadi.Luar biasa.Lebih banyak murid yang bergabung dengan klub, lebih banyak juga aku memberikan tugas untuk menulis cemilan Kak Touko kepada yang lain.

     Saat aku memikirkan dan melamunkan semua itu.Takeda  mengepalkan kedua tangan seperti memohon.Dan dengan suara yang sedikit bersemangat.

   "Tolong, tolong buatkan surat untuk hubungan percintaanku !"

      Pikiranku membeku, tapi dengan segera aku mengejar perkataannya dan bertanya.

    "Tapi ini Klub Sastra ?".

    Takeda melihat kearahku dan menganggukan kepalanya dengan penuh semangat."Ya, aku melihat kotak surat !"

    "Kotak surat ?".

    Aku tak mengerti apa yang sedang dia katakan.

    "Disudut halaman gedung ini, dibalik semak-semak, bukankah seseorang diam-diam meletakkan sebuah kotak surat disana ? Dikotak surat itu mengatakan 'Kami akan membantu kehidupan cintamu.Bila kau membutuhkan seorang assisten, segera hubungi kami ! Ini untukmu dari anggota Klub Sastra'.Perasaan yang luar biasa datang kepadaku ketika aku melihat kotak surat itu.Ini pasti hadiah dari tuhan.Aku tidak bisa menunggu lagi.Jadi, aku langsung berlari kesini".

     Aku menjadi terkejut, dan kemudian aku menyadari apa yang sebenarnya terjadi.

    "Kak Touko".

    Hanya Kak Touko yang bisa melakukan sesuatu seperti itu.

    Kak Touko meletakan tangannya di bahu Takeda dia terlihat senang.

    "Hm, kau datang di waktu yang tepat, aku adalah ketua Klub Sastra, Amano Touko.Percayakan semuanya kepada kami !"

    Dengan segera, aku berdiri dan mengahadap kearah Kak Touko, aku berteriak.

    "Tunggu dulu.Kau bilang kami, Apakah aku juga termasuk ?"kataku.

    "Tentu saja, semua anggota klub sastra akan melakukan yang terbaik dan menjadi penasihat cinta Takeda--"kata Kak Touko kepadaku.

    "Takeda kami sangat berterima kasih padamu".kata Kak Touko.

    "Kau bercanda kan ?! -- Oh tuhan !"

    "Tapi kita harus memastiakan kalau dia menyetujuinya untuk --"

    Kak Touko mendatangiku dan menutup mulutku dengan tangannya, dan kemudian dengan ekspresi  serius dia berputar mengahadap Takeda.

     "Suatu hari pasti Takeda akan berhasil, aku ingin kau mencatat semua yang terjadi secara detail, dan berikan aku laporan tentang cerita cintamu"kata Kak Touko.

     "Apa ? Menulis laporan ? Aku buruk dalam membuat sebuah karangan".kata Takeda

      "Jangan khawatir, kau hanya perlu menuliskan hal yang terjadi dan bagaimana perasaanmu yang sebenarnya kepadanya.Ketika orang normal menulis perasaannya dan merubahnya menjadi sebuah kata, itu lebih memuaskan untuk dibaca daripada susunan yang dibuat dengan menggunakan teknik ! Jangan menulis laporan tentang daftar nama atau menulis hal-hal yang sepele.Tulis laporan dalam bentuk karangan.Dan juga, jangan gunakan tulisan mesin.Kau harus menulis tangan untuk laporanmu dikertas.Jangan lupa untuk menulis, oke ?"

    Kak Touko, dengan jarinya yang kecil, mengambil jari kelingking Takeda.Kemudian Kak Touko mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingkin Takeda.Dan dengan gembira dia mengucapkan janji jari kelingking.

    Ini bukan tujuanmu yang sebenarnya kan, Kak Touko.

    Ini terlihat bahwa tulisanku tidak bisa memenuhi kepuasan obsesi Kak Touko.Itulah kenapa dia meletakan kotak konsultasi cinta disana -- yaitu untuk memeras kisah cinta dari klien.

    Bahkan, bila orang normal menemukan pemikiran yang gila, dia mungkin akan menertawakannya.

    Kak Touko, bagaimanapun, dia pasti akan mengubah pemikirannya menjadi sebuah kenyataan.Dia akan berkata jika ini adalah salah satu ciri dari prinsip hidupnya.Jadi, seseorang harus peduli dengan gadis sastra yang satu ini.Karena otaknya dipenuhi dengan semua hal- hal yang berbau sastra, dia juga sering kehilangan akal sehatnya.Bila disini tak ada seseorang untuk menjaganya.Mungkin dia akan melakukan hal yang lebih parah.Dia mungkin juga akan menarik orang lain kedalam urusannya sendiri.

     "Oke, Takeda akan mencoba yang terbaik untuk menulis karangan sebanyak-banyaknya".

    Ini terlihat seperti Takeda sangat naif dan mudah dipengaruhi (Orang yang berpikiran waras , tidak akan berlari ke klub sastra yang aneh ini, ketika dia melihat sebuah kotak surat, benarkan ?).

    Matanya sangat mempesona dan berkilauan, dan dia melihat Kak Touko dengan penuh gairah.Aku pikir dia telah memilih kakak kelas untuk dijadikan seperti kakak kandungnya sendiri.

   Kak Touko membusungkan dadanya dan dengan percaya diri, dia berkata.

    "Tidak masalah, kami menyediakan pelayanan yang terbaik.Kami, selaku anggota klub sastra, adalah pakar dari semua pelanggan dengan cerita cintanya.Tidak peduli, apakah dia dari barat, timur, kuno, ataupun moderen.Dengan keahlian dalam menulis yang kami miliki, Takeda, kami akan menuliskan surat cinta terbaik yang pernah kau lihat.Orang ini, Konoha, akan membantumu menulis surat".

     "Apa ?!".

Aku terkejut karena tak pernah menduga-duga keinginan dari gadis pemakan cerita ini, itulah kenapa aku mengabaikan mereka pada saat titik ini.Tapi aku semakin terkejut ketika dia mengumumkan :

     "Sang ahli dari Klub Sastra, Konoha, akan membuatkan surat cinta untukmu.Surat cinta itu pasti akan meluluhkan  hati kekasih rahasiamu."kata Kak Touko.

"Kak Touko ! Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan ? Aku tak pernah menulis surat cinta !"

.Aku memprotes.

Ketika aku mengatakannya, dia mendekat kearahku, menutup mulutku dengan tangannya.Hanya satu hal yang bisa kulakukan saat ini.Yaitu menuruti perintahnya.

     "Untuk buktinya, dia sudah membuat seribu surat cinta.Dia adalah spesialis cerita cinta, Konoha ! Percayakan saja semuanya padanya.Dia pernah mengikuti kontes menulis cerita cinta xyz.Dia tidak pernah gagal di semua kompetisi dan selalu juara pertama saat mengikuti kontes ".

Omong kosong macam apa ini ? Kontes xyz apa ? Aku rasa tidak ada seorangpun dikota ini yang pernah mendengar ada kontes seperti itu.

"Wahh, hebat.akan sangat mengagumkan bila kau ingin membantuku.Aku sangat senang"kata Takeda.

     Aku katakan kepadamu, aku bukanlah penulis....Tidak, maksudku, aku pernah menjadi seorang penulis sekali....Penulis yang laku keras, itu faktanya....Tapi, mulai sekarang aku hanya murid SMA normal.Pelayan yang menyiapkan cemilan untuk Kak Touko.

Bagaimana bisa aku menolong orang lain menulis surat cinta untuk mereka ?

     Saat aku memikirkan posisiku saat ini, Kak Touko mempertimbangkan segalanya dan mempercayakannya padaku.

     "Kak Konoha, terimakasih untuk bantuanmu"kata Takeda.

"Yap, tidak ada masalahkan, Konoha ?"kata Kak Touko.

 Akhirnya aku menurut untuk mencoba  menulis surat cinta untuk kekasih rahasia Takeda.

    Setelah Takeda meninggalkan ruangan, Kak Touko mulai memakan cerita dari tiga komposisi tiga topik milikku.

Saat dia memakannya, aku memperhatikannya, dia terlihat seperti akan menangis ---

     "Kenapa ? Kenapa cinta pertamanya terbunuh oleh kotak kue strawbery yang jatuh bebas dan mendarat diatas kepalanya.Tidak ! Aku tidak bisa terima ini ! Rasanya sangat aneh ! Ini terasa seperti pasta kacang merah (makanan pencuci mulut, atau sesuatu yang sangat manis) yang dicampurkan dengan sup miso (sangat asin) ! Ughh, aku akan membuangnya.Ini terasa sangat buruk ~~~~~".

No comments:

Post a Comment

Lari, Melos!

Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...