Pertamakali aku memberitahu kelakuan memyimpangku adalah pada nenekku, orang yang sangat berharga bagiku, dia sudah meninggal dunia.
Aku ingat, setelah nenekku mempunyai penyakit jantung, dia selalu terbaring dikasurnya setiap saat.Bagaimanapun juga, aku selalu datang dan menjenguknya, dia selalu memegang kepalaku dengan lembut dan berkata "Kau memang anak yang baik".Dia terlihat senang.Matanya akan terpejam diantara dua garis matanya saat dia tersenyum.Tapi, aku tidak tahu kenapa nenekku berpikir seperti itu padaku.Seorang anak yang patuh dan tegas.Tangannya kurus, wajahnya yang keriput, rambut putih yang acak-acakan, dan bau busuk dari obat tercium dari tubuhnya, itu semua mengejutkan dan sangat menjijikan yang tiada akhir untukku.
"Kau memang anak yang baik".Setiap kali, dia menggunakan suara seraknya untuk membisikannya ditelingaku, aku merasa dia meletakan kemalangan padaku.Leherku akan merasa kaku, tubuhku akan terasa sangat mengerikan.Bila nenekku tahu kalau aku bukanlah anak yang baik ; bila dia tahu semua itu, dia pasti akan sangat membencinya -- Tidak diragukan lagi, dia akan bangun dari kasurnya.Rambutnya akan ikut berdiri juga seperti Yashya, Api merah akan keluar dari bola matanya, dan dia akan memakanku hidup-hidupan.Aku pasti akan sangat ketakutan jika itu semua terjadi.Itu akan sangat menakutkan bahkan hingga aku berbaring dikasurku saat malam, mata terbuka lebar, dan keringat dingin akan muncul dan mengalir dipunggungku.Jadi, aku akan lebih berhati-hati lagi.Berhati-hati agar dia tidak melihat wajahku yang asli.Aku akan mencoba lebih keras agar bisa menjadi anak yang baik.Aku akan menyuapi makanannya tiga hari sekali.Aku akan membersihkan keringatnya.Aku melakukan semua itu untuk menyenangkan hatinya.Aku bahkan meletakan kepalaku didadanya, dan dengan manis aku berkata "Aku menyayangimu, nenek" atau aku akan mencium pipinya.
Kulit dari nenekku yang melemah menjadi kering seperti daun yang mengering, dan berbau busuk karena obat yang sangat menjijikkan itu.Aku benar-benar takut kalau penyakitnya akan tertular padaku juga.Setiap kali aku selesai, aku selalu mandi dikamar mandi.Aku akan menggosok dan menyikat mulutku dengan keras, sekeras yang kubisa.Sesekali gusiku mulai mengeluarkan darah, dan darahnya akan merembes dari gusiku yang terluka.
Disaat seperti ini, aku sering merasa aku adalah anak yang sangat buruk.Anak yang hanya tahu bagaimana caranya berbohong.Kerongkonganku mulai terasa sakit, dan wajahku akan terasa merah memanas.
Suatu hari, tubuh nenekku menjadi dingin, dia tidak bisa bergerak lagi."Kau memang benar-benar anak yang baik dan manis"
Saat nenekku menggerutu pada dirinya sendiri, sambil tangannya, yang mana menepuk kepalaku.Wajahnya mulai memucat seperti lilin putih.Aku tidak merasakan sedih.Aku hanya merasakan tubuh nenekku yang sudah meninggal dikasurnya, dan berlari ketaman kota untuk bermain.
Aku kambali kerumahku menjelang sore, saat aku membuka pintu dan masuk, ibuku dengan segera berlari kearahku dan memelukku."Nenek...Nenek sudah meninggal".Pada waktu itu, bagaimanapun juga, hatiku tidak merasa aneh, yang ada hanya perasaan tenang seperti hutan yang sunyi.
Setelah beberapa hari berlalu, pemakaman nenekku dimulai.Selama proses itu, aku tidak merasa sedih sedikitpun bahkan aku tidak meneteskan air mata sama sekali.Semua orang dewasa yang melihatku, mereka berkata pada diri mereka sendiri "Sepertinya ini karena dia masih terlalu kecil, dia tidak tahu kalau nenek yang dia kagumi sudah meninggal dunia.Apa dia tidak sedih !."
Ketika aku mendengar perkataan orang dewasa itu, rasa malu yang luar biasa terasa didalam diriku.Telingaku menjadi sangat panas.Aku tidak bisa menaikkan kepalaku dan menatap kedepan.Tapi, itu bukan karena aku sedih karena kematian nenekku.; Tidak, aku hanya merasa malu karena sudah berbuat sebuah kebohongan.
Dan itulah, cerita saat aku masih kecil.Tentang bagaimana aku menjalani hidupku.
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment