Aku menulis sebuah surat padannya yang menyatakan bahwa aku ingin bertemu dengannya diatap.Dan kemudian setelah selesai membuatnya, aku meletakkan surat itu dilaci mejannya saat dia tidak berada
disana.Ya... Aku akan mengakhiri ini.Rasa sakit ini, penyiksaan tanpa batas ini.Aku akan mengakhirinya sekarang juga.Maka dari itu aku menulis surat ini untuknya.Mungkin ini adalah salahku.Mengapa aku tidak bisa mengerti perasaan orang lain? Apa itu rasa sedih? Apa itu rasa bahagia? Apa itu cinta?.Aku akan menunggunya diatap, dengan begitu mungkin ini adalah akhir dari penyiksaan tiada batas dalam hidupku.Karena, pada hari itu, aku melihat sebuah tubuh hancur dengan darahnya yang mengalir dijalanan yang beraspal hitam.Aku akan menunggunya.Ya... Aku akan menunggunya.Kalaupun dia tidak datang, maka aku akan mengakhiri ini sendirian.Suara pintu atap terbuka terdengar dari belakangku.Mungkin itu adalah dia.Tapi aku salah, itu bukan dia.Melainkan itu adalah orang lain.Dia membawa sesuatu ditangannya.Pisau, ya sebuah pisau lipat.Kenapa dia membawa pisau lipat? Dan juga kenapa wajahnya kelihatan kesal saat melihatku?.Saat dia mendekatiku, Aku hanya diam saja.Aku takkan lari darinya.Dia hanya diam dan tak mengatakan sepatah katapun.Dia langsung menikamku dengan pisau ditangannya.Aku terjatuh dilantai dan tak berdaya.Orang itu berlari menuju pintu dan menuruni tangga meninggalkannku.Seseorang yang kutunggu akhirnya tiba, perempuan yang kukirimi suratku.Dengan pisau yang tertancap di dadaku dia hanya diam disana tak bergerak dengan matanya yang terbuka lebar.'Kau lihat... Aku tidak akan mati hanya dengan ini, luka pisau ini terlalu dangkal dan ini tidak akan membuat jantungku berhenti berdetak'.Dia hanya mendekatiku dan memanggil namaku.Sudah cukup.Aku sudah tak tahan dlagi dengan semua ini, perasaan orang lain.Aku tidak mengerti sama sekali.Aku sudah lelah.Rasa sakit dari luka tusuk dari pisau ini... Tidak sesakit luka yang berada dalam hatiku.Aku lelah.Penyiksaan tanpa batas ini, mungkin adalah salah dirikku sendiri karena tidak bisa mengerti perasaan orang lain.'Hei, Aku mohon padamu.Tolong... Tolong bunuh aku'.Perempuan itu diam dengan mata yang terbuka lebar.Dia hanya diam tak menjawabku.Dia mematung seribu bahasa.Ah... Mungkin ini harus kulakukan sendiri.'Hei bolehkah aku meminjam sapu tanganmu'.Perempuan itu memberikan sapu tangannya padaku.Mungkin dia sangat ketakukan, sampai kulihat tangannya gemetar saat memberikan sapu tangannya.Kubersihkan sidik jari di gagang pisau dengan sapu tangan miliknya.Aku hanya tak mau jika orang yang menikamku tadi terseret dalam urusanku.Biarkan aku saja yang menanggung semua ini.Ya... Cukup aku saja.Setelah selesai kukembalikan sapu tangan itu padanya.Dengan terhuyung-huyung aku berjalan kearah pagar besi pembatas yang ada disana.'Hei, hanya kau yang bisa membunuhku.Bahkan sampai saat ini, aku tidak bisa mengerti perasaan orang lain.Kenapa orang tadi cemburu dengan seseorang sepertiku, kenapa dia membeci keberadaanku dan kemudian menikamku.Bahkan saat aku menyaksikan sebuah tubuh hancur dijalanan beraspal itu... Aku tidak merasa sedih sama sekali.Hei, bukankah jika seperti itu maka aku bukannlah manusia lagi? Hei, tolong beritahu aku... Apakah aku masih pantas sebagai manusia?' kataku kepadanya.Aku tersenyum pada perempuan itu.Bahkan, mungkin itu bukanlah sebuah senyuman.Itu sama sekali tidak bisa digambarkan sebagai sebuah senyuman.Mungkin, jika kau melihat senyuman itu kau hanya akan berpikir senyuman itu sangatlah menjijikan.Senyuman itu hampir sama seperti seekor kera yang sedang meringis.Dia hanya memejamkan matanya, dan seolah telah mengambil sebuah keputusan dia berkata padaku.'Ya... Kau bukan manusia lagi'.Ah... Seperti itu ya.Terimakasih.Aku hanya tersenyum dan dengan tubuhku yang dicondongkan kebelakang.Tubuhku terjun. bebas dari atap gedung.Aku melihat gadis itu tak bergerak dan tak mengatakan apapun setelah itu.Dia hanya berdiri disana menyaksikan sebuah kehancuran seseorang sepertiku.Sudah berakhir.Semuanya sudah berakhir.Rasa sakit ini, akan berakhir.Aku sangat senang.Aku sangat berterimakasih padanya.Selamat tinggal.
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment