Keesokan harinya, kami sampai di auditorium musik sekolah.Tempat ini adalah milik klub Orkestra, jadi tidak digunakan untuk dijadikan kelas. Aku dengar,
Dana untuk auditorium ini berasal dari para lulusan dan pendukung klub Orkestra.
Klub Orkestra memiliki banyak anggota, dan setiap tahun mereka akan mengikuti kontes nasional dan mendapatkan
hasil yang bagus dari itu.Selain itu, banyak alumni, yang akhirnya aktif di dunia yang sebenarnya. Kudengar bahkan putra kepala sekolah berasal dari Klub Orkestra ini.
Itulah sebabnya, di antara banyak klub di sekolah ini, Klub Orkestra sangat istimewa. Dibandingkan
dengan klub sastra yang hanya muat untuk dua anggota, ruangan Klub ini sangat besar. itu seperti membandingkan antara apartemen yang lengkap dengan apartemen tua yang tidak memiliki kamar mandi.
Saat kami membuka pintu masuk yang kedap suara, kami melihat sebuah auditorium yang sangat besar.Tempat ini bisa menampung ribuan orang. Anggota klub, yang memegang biola, violin, cello, dll
berkonsentrasi mendengarkan intruksi seorang guru asing.
"Wow ... Mereka semua anggota klub Orkestra."
Awalnya aku mengira, klub memanahlah yang mempunyai anggota paling banyak; aku tidak pernah menyangka, Jumlah anggota diklub Orkestra akan lebih banyak lagi. Setidaknya ada seratus orang di sini.
"Hah ... hanya karena mereka punya banyak anggota tidak berarti itu bagus."
Kak Touko, yang berdiri di sampingku, mencoba untuk bersaing.
Selain auditorium yang sangat besar ini, ada banyak ruangan kecil. Di bawah seorang pimpinan Anggota orkestra, kami sampai di salah satu ruangan.
"Aku hanya bisa mengantar kalian sampai sini."
"Terima kasih, kita bisa masuk sendiri."
"Baiklah kalau begitu. Permisi."
Setelah pimpinan anggota pergi, layaknya seperti seseorang yang telah memutuskan sesuatu muncul di wajah Kak Touko, dan dia dengan tegas
mendorong pintu.
"Hei, aku datang, Maki!"
Tiba-tiba, aku mencium bau pewarna yang menyengat.
(Apa ini?)
Ruangan ini sangat terang. Sinar matahari, dari atap yang menerangi ruangan. Di satu sisi dinding disisipkan banyak sekali karya sketsa yang sudah jadi. Di tengah ruangan, disana terdapat sebuah kanvas yang bersandar di papan lukisan. Dan didepannya duduk seorang siswa perempuan. Di tangannya
ada pensil gambar.Saat dia melihat kami, dia tersenyum.
"Ah, bagus. Kau tidak melupakan janji kita. "
Rambutnya yang panjang berwarna teh.Di bawah sinar matahari, berkilauan bagaikan emas. Sangat terang, sehingga tak seorangpun yang bisa menahan diri untuk tidak menutup matanya.
Fitur wajahnya cukup jelas. Dia setinggi pria, itulah yang membuatnya tampak mengesankan.
Dia benar-benar berbeda dari Kak Touko, karena dadanya dan punggungnya tampak sangat bagus.Seluruh tubuhnya penuh daya tarik.
Orang ini adalah Himekura Maki.
Dia adalah cucu kepala sekolah; dia juga ketua dan
konduktor orkestra. Penampilan dan latar belakangnya yang luar biasa membuat semua orang memanggilnya 'Tuan Putri'
"Waah, jadi ini Konoha ? Bukankah kau sangat lucu. Aku adalah Himekura Maki. Panggil saja aku Maki"
Saat matanya yang terang dan berkilau berbalik menatapku, aku merasa gugup.
"Senang bertemu denganmu, Kak Maki."
Aku buru-buru membalas sapaannya. Kak Maki hanya menatapku dan tersenyum.
Meski diberi julukan kelas atas 'Tuan Putri' sekaligus mendapat perlakuan khusus dari sekolah, dia tidak pernah merasa malu atau marah; dia dengan murah hati menerima semuanya.
Mungkin itu karena tidak sepertiku, dia berasal dari keluarga 'kelas tinggi'. Kak Maki kemudian menatapku dengan penuh minat, lalu mengalihkan pandangannya pada Kak Touko. Dia dengan senang hati menyipitkan mata
mata.
"Fufun ... Kau bahkan membawa Konoha ke sini, kau sangat berani, bukankah begitu Touko? Kau sudah tahu apa yang akan kita lakukan disini, kan ? "
Kak Touko menggembungkan pipinya.
"Maki, tentang hal-hal yang aku tanyakan kepadamu, apakah kau serius menyelidiki mereka untukku ?"
"Jangan menganggap rendah klub kami. Klub kami, tidak sepertimu, kami memiliki begitu banyak lulusan dimasa lalu yang bisa kami undang saat mereka pergi.Sangat mudah menemukan seseorang untuk memberi tahu kami apa yang kau inginkan. "
"Fu, Klub Sastra juga terdiri dari beberapa kelas elit !."
"Ya ya. Dan Juga, semua anggota keluargaku berasal dari sekolah ini. Beberapa dari mereka bahkan
bekerja sebagai perwira tinggi polisi.Aku telah meminta beberapa dari mereka untuk menyelidiki kejadian Shuuji Kataoka tersebut. "
"Lalu?"
Sudut bibir Kak Maki naik sangat tinggi. Dia mencibir nakal dan melihat
langsung ke Kak Touko
"Tentang informasi, kami akan menukar apa yang kami inginkan dengan apa yang telah kami putuskan. Apakah kau siap untuk itu,
Touko? "
"Gosh! Aku tahu!"
"Kalau begitu cepat lepaskan pakaianmu dan duduklah di kursi ini. Ah, duduklah dalam posisi yang kau suka, aku akan memilih
sudut yang bagus. "
"Uuuuuh ~"
Kak Tooko tersipu malu. Jari-jarinya yang ramping berhenti di atas kancing di dadanya.
"Tunggu sebentar. Apa yang kau maksud dengan 'Telanjang' ? Apa yang akan kalian lakukan hingga perlu telanjang ? "
Aku benar-benar tidak tahu apa-apa. Kak Touko yang sangat malu dan
Kak Maki yang tersenyum lebar menjawab pada saat bersamaan-
"Aku akan menjadi model lukisan!"kata Kak Touko
"Ya, sambil telanjang."kata Kak Maki.
Apa, telanjang !!!!!!!
"Sejak pertama kali aku melihat Touko saat upacara pembukaan sekolah, aku terus berusaha
meyakinkan dia agar aku bisa memiliki kesempatan untuk melukis potret Touko sebelum kita lulus. Untuk seorang
Gadis yang benar-benar cantik, perhiasan dan pakaian adalah omong kosong belaka.Aku tidak pernah berpikir bahwa kesempatan
ini akan datang, aku sangat beruntung! "
Wajah Kak Touko terus bertambah merah dan merah.
"Tidak ~~~~, tunggu dulu ! Aku tidak mengatakan bahwa aku akan melepaskan semua pakaianku. Dan ... dan ... aku perlu mendengar informasi itu dulu. "
"Apa yang kau katakan, jika informasinya belum cukup memuaskan, kau harus melepas semua pakaianmu?"
"Itu .... aku mungkin mempertimbangkannya kembali."
"Fufun, tolong mari kita mulai! Ah, Konoha, ambil saja kursi dan duduklah di mana saja disana, dan nikmati
Tubuh Touko yang telanjang secara rinci. "
"Seperti yang aku katakan, aku tidak akan sepenuhnya telanjang!"
Aku dengan tenang menjawab---
"Kak Touko tidak punya payudara! Dadanya seperti badara [catatan : landasan pesawat ... datar]!
Apa benar Kak Touko akan menjadi modelmu? "
"Konoha!"
"Wow, aku sangat terkejut. Pernahkah kau melihat tubuh Touko sebelumnya? "
"Aku bisa membayangkannya hanya dengan melihat cara dia memakai pakaiannya. Tidak peduli bagaimana kau melihat
Dia, satu-satunya hal yang kau lihat adalah kerataan murni, bukan? Menurut pendapatku, aku rasa lebih baik kau mencari
model yang lain saja".
"Apa Maksudmuuuuu ! Y-ya mereka tidak terlalu besar, tapi ada gundukan! Mereka bukan kerataan murni! "
Dengan "puhn", Kak Maki tidak bisa menahan tawa lagi. Dia memeluk perutnya dan mulai tertawa terbahak-bahak.
"Ahahahaha ... aha ... .. ... hahahahaha. Kau memiliki kepribadian yang hebat, Nak. Ya, Touko hanya
kerataan murni ...... ahahahahaha ....... "
"Jika kau tertawa lagi aku akan pergi! Maki! "
"Kuu ... pupu ... Dimengerti."
"Gosh! Semuanya bodoh! "
Kak Touko, masih terlihat geram, dan dia mulai membuka kancing bajunya.
Dengan sekejap, dia membuka kancing paling atasnya.
Aku Melihat tulang kerah putihnya langsung melintas di mataku.
"Tapi, Touko, aku sangat senang bisa menggambar potretmu."
Kak Maki menyilangkan kakinya dan membuka buku sketsa di lututnya. Dia menatap Kak Touko.
"Sebenarnya aku tidak ingin bergabung dengan Klub Orkestra--- aku ingin bergabung dengan Klub seni. Tapi karena tradisi aneh, kakekku memasukkanku ke dalam Klub Orkestra.Aku mendapatkan ruangan ini sebagai syarat untuk bergabung.
Setiap hari sepulang sekolah aku menghabiskan separuh waktuku untuk menggambar di sini. Untuk melihat hal-hal yang ingin aku gambar,
Dan untuk benar-benar mempelajari setiap inci kulit, itu trik yang cukup menantang--- dan itu hanya untuk bisa menggambar
seperti apa orang yang sebenarnya. Waktu yang aku habiskan di sini membuatku lebih bahagia daripada hal lainnya. "
Kak Maki berkata dengan antusias. Pada saat yang sama ia mengambil pensil arang dan mulai
untuk membuat sketsa Kak Touko di atas kertas putih kosong.
Kak Touko duduk di kursi dan melingkarkan lengannya di salah satu lututnya. Dia melepas
sepatu yang ada di kakinya yang bengkok ... dan melemparkannya ke lantai.
Lalu dia melepas kaus kakinya ... pergelangan kakinya yang pucat dan jari kakinya yang memikat sekarang terbuka.
Kuku jari kakinya sama seperti kuku jarinya--- keduanya berwarna pink muda.
Kak Touko mendekatkan wajahnya ke lututnya dan, seolah-olah dia adalah orang lain, dengan tenang dia bertanya---
"Katakan padaku, Maki. Apakah Kak Shuuji benar-benar bunuh diri ? Saat dia melompat dari atap, apakah
dia punya pisau untuk ditikamkan ke dadanya? Ataukah mungkin orang lain menusuknya? "
"Memang benar, bahwa ada kemungkinan dia dibunuh; Namun, pada pisau itu, polisi hanya menemukan sidik jari Shuuji Kataoka. Lagipula, Shuuji Kataoka memang punya motif untuk bunuh diri, sebuah catatan bunuh diri juga ditemukan di rumahnya. Inilah alasan polisi
menilai bahwa kematiannya adalah bunuh diri. "
"Motif…"
Kak Touko mengendurkan kepang Prancisnya yang ramping, dan membiarkan rambutnya terurai. Rambutnya yang hitam mengkilap.
Selembut ombak laut, menyelimuti tubuhnya. Dan aku, seolah aku tertarik padanya,
Badanku condong ke depan.
Kak Maki tersentak.
Ekspresi Kak Touko yang dewasa dan seksi. Bibirnya tertutup rapat; dengan
Mata mengantuknya, dia melamun memandang ke depan.
(Ini tak terduga. Seksi ... Aku tidak pernah tahu kau bisa digambarkan seperti itu, Kak Touko.)
"... Selama waktu itu Shuuji Kataoka menjalin hubungan dengan seorang siswa dari tahun yang sama,
dia bernama Sakiko Kijima. Ternyata mereka menyukai satu sama lain. Sakiko baik dan empatik, dia juga gadis yang imut.Shuuji juga sangat menyukainya, dan dia suka memamerkan pacarnya pada semua orang.
Shuuji sudah terampil membuat orang lain menyukainya. Seringkali dia akan membuat orang lain
tertawa dengan mengatakan sebuah lelucon. Jika Kau bertanya tentang Sakiko, dia akan memberitahumu, di mana mereka
pergi berkencan, apa yang mereka bicarakan di telepon malam sebelumnya, dll. Dia akan memberitahumu
segala sesuatu tentangnya.
Sakiko sangat mencintai Shuuji. Kapan pun aktivitas klub Shuuji berakhir, dia akan datang
ke klub memanah untuk menunggunya. Kemudian mereka akan dengan senang hati pulang ke rumah
bersama."
Kak Touko melempar sepatu lainnya ke lantai.
"Tapi ... sesuatu terjadi saat setelah mereka menginjak kelas tiga. Suatu hari Shuuji harus terlambat
kerena latihan di klubnya, jadi Sakiko harus pulang sendiri. Dalam perjalanan, dia mengalami kecelakaan mobil dan meninggal dunia. "
"Kecelakaan mobil…"
Kak Touko, masih dengan matanya yang melamun, perlahan berkata pada dirinya sendiri.
"Cahaya lampu belum berubah merah, tapi Sakiko berlari ke jalan; dia tertabrak truk yang sedang
Berbalik di persimpangan--- dan dia langsung meninggal. "
"......"
Kak Touko diam-diam mengendurkan kepang Prancisnya yang lain.
Rambutnya yang bergelombang menggantung ke pinggangnya dan menutupi tubuhnya yang ramping. Dia sama menawannya dengan
'Muses, Si Dewi Seni'. Tenggorokanku tiba-tiba menjadi sangat kering.
"... Kenapa Sakiko Kijima berlari sebelum lampu merah?"
"Siapa yang tahu ... mungkin dia sedang terburu-buru? Atau mungkin dia pikir tidak ada mobil yang berputar arah ...
Bagaimanapun, Sakiko meninggal; dan Shuuji kehilangan kekasihnya. Shuuji merasa itu salahnya--- kalau saja dia pergi
pulang bersamanya.Mungkin kejadian itu tidak akan terjadi.Sebulan kemudian--- dia bunuh diri. "
Di benakku muncul gambar seorang siswa laki-laki melompat dari atap. Jariku terasa mati rasa,
dan mulutku kaku.
Tidak, tidak.
Ini terjadi sepuluh tahun yang lalu.
Ini tidak ada hubungannya dengan 'itu'.
Untuk memastikan Kakak kelas itu tetap tidak menyadari reaksi abnormalku, aku dengan paksa menarik napasku.Kak Touko bertanya---
"Catatan bunuh diri yang ditemukan di rumah Shuuji, apa yang dikatakannya?"
"Dikatakan bahwa Sakiko meninggal karena dia; dan dia tidak ingin tinggal di tempat di mana Sakiko
Tidak ada, jadi dia akan mengikutinya. Juga……"
Kak Maki tiba-tiba berhenti.
Tooko-senpai membuka kancing kedua.
"...---'aku minta maaf karena aku masih hidup di dunia ini.'"
Bulu kudukku muncul diseluruh area kulitku seolah-olah aku secara pribadi mendengar Kak Shuuji mengatakan itu.
Kak Touko menggerakkan wajahnya di tempurung lututnya. Dia meletakkan jari telunjuknya di bibirnya dan
jatuh ke dalam pikiran yang dalam.
Aku mengabaikan rasa sakit yang kurasakan di dadaku dan bertanya pada Kak Maki---
"Orang macam apa Shuuji Kataoka?"
"Mudah bergaul, optimis, suka bercanda. Ke mana pun dia pergi, tempat itu akan terisi
dengan tawa. Dan dia juga mengenal banyak orang. Tapi saat dia sendiri wajah aslinya akan muncul. Dia akan terlihat sangat serius dan kesepian. Banyak perempuan yang menyukai jenis pria seperti ini, itulah sebabnya ada banyak perempuan jatuh cinta padanya. Dia punya banyak teman wanita. Setiap gadis akan menganggap
dia sebagai 'orang yang sangat baik'.dan Semua orang juga menganggapnya orang yang baik ... mereka bahkan mengatakannya dari waktu ke waktu.Dia menunjukkan ekspresi malunya yang membuat para perempuan itu tak berdaya.
Kapan pun dia berlatih memanah, sekelompok gadis akan berkumpul di sekelilingnya. Mereka akan masuk
saat dia sedang berlatih. Jadi Shuuji sering dimarahi oleh pembina klub. Bahkan kemudian,
Dia akan tersenyum pada sang pembina, dan pembinanya akan semakin marah. Kapanpun orang lain melihat ini, mereka akan menertawakannya--- disekitar Shuuji kau akan selalu merasakan suasana hidup yang tak henti-hentinya. "
Sama seperti kesan yang digambarkan Takeda saat pertama kali kami berbicara tentang kepribadian Kak Shuuji.
Dia orang yang ceria, optimis, dan ramah.
Biasanya lucu, tapi serius hanya saat sedang berlatih memanah.
Tapi orang yang bersosialisasi dan ceria ini, hanyalah badut yang menyedihkan yang dia ciptakan sendiri--- itu bukan dirinya yang sebenarnya.
Dalam surat yang diberikan Takeda padaku, dia berulang kali mengakui bahwa dia adalah monster yang tidak mampu
untuk jatuh cinta. Keberadaan dirinya di dunia ini membuatnya tak ada habisnya. Dia tidak bisa membiarkan orang lain sadar akan hal ini, jadi dia tanpa henti berusaha untuk mati.
Surat itu ditemukan di antara karya Osamu Dazai 'Ningen Shikkaku'.
Mengapa Shuuji Kataoka mempersiapkan kematian yang lain lagi?
Pasti surat itu ditujukan untuk orang lain.
Apakah itu ditulis untuk S, orang yang paling mengerti dia, dan orang yang akan menghancurkannya?
Atau apakah itu ditulis untuk orang lain?
Kak Touko membuka kancing ketiga.
Dari celah di kemejanya, aku melihat kulit putih pucat dan pakaian dalam dari sutra putih; dan karena itu
jantungku berdegup kencang.
"Apakah Kak Shuuji punya teman dekat?"
Kak Maki menggerakkan tangannya tanpa henti dan dengan rakus menatap Kak Touko.
"Dia punya banyak 'teman dekat', tapi untuk menjadi 'teman istimewanya' sangatlah sulit. Biasanya dia sering
dengan dua orang dari kelasnya dan klub memanah --- Shigeru Manabe dan Yasuyuki Soeda. Di
Geng ini, Manabe adalah pemimpinnya, Soeda merancang rencana, dan Shuuji adalah
pengacau. Selama waktu itu Manabe mulai berkencan dengan ketua klub Rihoko Sena.Kelima dari mereka sering pergi bersama untuk bermain. Setelah Rihoko lulus dia putus dengan
Manabe dan mulai pacaran dengan Soeda. Sekarang dia sudah menikah, dan Rihoko menjadi
Rihoko Soeda."
Sigeru Manabe
Yasuyuki Soeda
Rihoko Sena
Dan kekasihnya, Sakiko Kijima
Mereka semua memiliki awalan S.
"Oh, benar, aku bahkan punya foto Shuuji Kataoka untukmu di sini."
Kak Maki berhenti membuat sketsa, membalik foto itu ke bawah, dan menunjukkannya di depan kami.
"Ingin melihatnya?"
"... Kau sangat jahat, Maki."
Kak Touko berkata seolah-olah dia sudah menyerah dalam pertempuran. Dia kemudian membuka kancing keempatnya.
Kak Maki hanya tersenyum dan tidak melakukan apapun.
Kak Touko menatap tajam ke arah Kak Maki, dan kemudian Kak Touko membuka kancingnya yang kelima--- juga kancing yang terakhir.
Bajunya benar-benar terbuka. Di dalamnya, pakaian dalam dan dadanya bisa dilihat. Di bawah
Pakaian dalam putih, dia mengenakan bra ungu muda. Akhirnya aku tidak tahu harus
melihat kemana.
Kak Maki masih belum melakukan apapun. Kak Touko menundukkan kepala, tersipu, dan berkata-
"Hei, aku baru saja sembuh. Aku mungkin akan demam lagi jika aku melepas baju ini. "
"Jika kau demam, aku akan membawamu ke rumah sakit yang digunakan keluarga kami.Aku akan menyiapkan
ruang pasien yang spesial hanya untukmu. "
"Gosh! Jika kau tidak membiarkanku melihat fotonya, persahabatan kita berakhir di sini. "
Kak Touko menggembungkan pipinya lagi. Aku buru-buru menambahkan---
"Kak Touko bisa sangat keras kepala; dia akan benar-benar mengakhiri persahabatannya denganmu.Bahkan jika dia terus membuka pakaiannya, dadanya yang rata itu tidak akan berubah, aku sudah membayangkannya. Bahkan,
Jika dia hanya memakai pakaian dalam, dadanya akan tetap terlihat rata. "
Tiba-tiba, kepalaku tertimpa papan gambar.
"Gosh ~~~! Konoha kau benar-benar bodoh !!!! "
Penampilannya yang dewasa dan anggun tidak ada lagi. Sebaliknya, dia, dengan kedua tangan memegangi
papan gambar, dan berkali-kali memukulkannya ke kepalaku. Kak Touko, dengan air mata di matanya,
teriak-
"Bodoh! Bodoh! Bodoh! "
"Ah, hentikan, biarkan saja dia, Touko. Aku tidak akan bisa menang melawanmu. "Kata Kak Maki.
Kak Maki akhirnya mau membalik foto itu.
Kak Touko berhenti memukuliku, dan kami berdua terus memajukan kepala kami untuk memeriksa
foto itu.
Foto itu berisi tiga siswa laki-laki dan dua siswi perempuam di dalamnya. Mereka semua memakai
gaya seragam sekolah yang sangat kuno. Pria kurus itu adalah Kak Manabe. Pria yang terlihat pintar dan memiliki sepasang kacamata adalah Kak Soeda.Perempuan cantik itu
Kak Rihoko. Berdiri di antara mereka, dengan tubuh ramping dan kulit yang cantik mungkin adalah Sakiko
Kijima! Dan orang yang berpegangan tangan dengan Sakiko sambil terlihat sangat malu itu
Shuuji Kataoka.
Poninya yang panjang menggantung di dahinya. Tatapannya sama lembutnya dengan tatapan seorang perempuan.Dan juga ada senyum manis di wajahnya.
Dia lebih tinggi dari yang kubayangkan.
Tapi, selain itu ? Aku tidak bisa tidak menarik napas dalam-dalam.Kak Touko juga membuka matanya.
"... Dia benar-benar mirip kau, Konoha!"
Ya. Shuuji Kataoka sepertinya adalah saudara laki-laki atau pamanku. Dia benar-benar terlihat sepertiku.
Ini adalah blog tentang segala hal, baik itu anime, motivasi dan sastra.Mohon dimaklum jika penulisan dalam blog ini masih jauh dalam kata sempurna.Jika ada salah kata mohon dimaafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lari, Melos!
Melos sangat marah. Dia memutuskan untuk melakukan apa pun untuk membersihkan negeri ini dari kejahatan dan kekejaman raja tirani.Melos tida...
-
"Enaknya..."kata Miu sambil melahap makanan yang kusuapi.Aku mengambil makanan dengan sendok dan menyodorkannya pada Miu....
-
Aku berkata pada perempuan itu, bahwa kita bisa mulai jalan bersama.Perempuan itu, memperlihatkan senyumnya yang tak berdosa, dia hampi...
No comments:
Post a Comment